Jumat, 31 Agustus 2012

The Reason For Jerusalem

The Reason For Jerusalem
Perkenalkan, nama saya Gloria Ernita. Saya baru akan naik ke kelas 1 SMA. Saya bersekolah di sebuah sekolah swasta di Gading Serpong. Cita-cita saya, ehm, jadi psikologh & guru. Kenapa saya datang ke Yerusalem hari ini? Iyah, emang ngga nyambung, lapi lanjut aja ya biar cepet. Kalo Ayu TingTung punya 2, saya punya 5 alasan.
1. Liburan kenaikan sekolah. Sedihnya, papa harus ngga ikut. Idealnya, kalo liburan sih pengennya sekeluarga lengkap lah ya;
2. Ajakan mama. Sebenernya sih kayaknya pergi ke Yerusalem itu biasa-biasa aja; tapi karena mama gembar-gemborin Yerusalem isinya begini begitu, saya ikutan semangat penasaran. Kata orang, itulah yang disebut influensial atau mempengaruhi. Sementara saya dipengaruhi, influenced, dibawah pengaruh mama.
3. Mempelajari hal baru. Karena ini pertama kali saya pergi ke Yerusalem beserta sekitarnya, saya tertarik juga untuk melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana keadaan tempat ini. Ternyata, keren.
4. Memeperbanyak isi album foto. Dalam kata lain, narsis di suatu tempat lain selain rumah. Okelah mungkin ngga ekstrim seperti yang kalo ketemu satu tempat langsung jepret; tapi maksudnya kalo ada yang bagus, saya mau itu jadi memori saya seumur hidup & bisa saya ceritain ke orang lain.
5. Liat sesuatu yang baru, di luar dunia saya. Merasakan pressure/tekanan yang baru, untuk pengalaman. Karena kata orang pengalaman adalah guru terbaik & melihat sesuatu yang baru merupakan kenangan terindah sesorang; kalo tempatnya indah.
Itulah 5 alasan kenapa saya pergi ke Yerusalem, tapi sebenarnya ada satu alasan lain yang belum pernah saya beritahu kepada orang lain, kecuali sekarang.
 
Suatu alasan yang mungkin juga sebagian besar orang disini tuju: saya ingin mengalami terobosan rohani yang sejadi-jadinya. Dalam arti, yang gokil abis; yang dahsyat bro. Kenapa? Semua berawal dari cita-cita saya, makanya kalo ngga ada hubungannya engga mungkin saya sebutkan cita-cita saya diawal tadi. Apa cita-cita saya? Salah sendiri lupa. Untuk sejarah anda semua, cita-cita saya adalah cita-cita saya yang Tuhan "berikan" sejak saya kelas 3 bangku sekolah dasar. Awalnya tidak pernah terpikir bahwa cita-cita tersebutlah yang akan membawa diri saya sebagaimana diri saya saat ini yang di bentuk sedemikian rupa oleh Tuhan, tetapi kalau Tuhan sudah merencanakan hal tersebut untuk saya, saya tidak pernah ingin lari. Menurut saya, untuk menjadi seseorang yang ahli di bidang yang saya inginkan tidak hanya diperlukan otak encer & passion (panggilan) dalam bidang tersebut; tetapi juga hati yang takut Tuhan. Karna saya percaya bahwa cinta akan Tuhan adalah permulaan hikmat & Tuhan adalah pemegang masa depan kita. Jadi kita tidak perlu takut ataupun kuatir akan masa depan kita karena Tuhan yang akan mendatangkan berkat.
Karena kerinduan hati saya yang paling utama & terutama itulah, saya akhirnya setuju untuk ikut mama pergi ke Yerusalem. Karena saya ingin mengalami breakthrough, pengalaman pribadi saya bersama Tuhan. Dan saya sudah mendapatkannya semua seusainya perjalanan ini selesai. -red •glow13productions•

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog