Jumat, 25 Juni 2010

I Love My Life

I love my life.....

My life is a gift. Ir wasn't just any gift. It wa a LIVING gift. I love my life, wasn't a simple statement. It wasn't an accident either. Well, almost all young people usually find many difficulties in saying that statement. Why?? There are some main factors that may affect it:

1. They see their lives as loosers
2. They DO NOT see their life as a gift
3. They prefer their life as loosers

And then, when they started living their life as that,, they wanted to die more than anything. People living today, wanted to die in a better way. Like dieying in the mall, or even drinking strwberry flavored poisonous stuff (I mean baygon, exactly)

How??

Well, it is quite easy if you understand this.

1. Get to know who you really are
2. Start believing yourself
3. Have someone to listen to your stories of life
4. Ask them to tell you that you are really amazing and you should love your precious life

Easy right??

Me, myself wanted to love my life. But it's quite difficut. It seems like there are more important things to love better than myself. But, more importantly, I have to love the One who created me. My creator, my best friend, my God, Jesus Christ.

So, are you the one who will make a change in the world today?? If  yes is your answer, than start from loving your life !!!

Sabtu, 19 Juni 2010

Mimpi

Mimpi adalah rekonstruksi masa depan ssorang.

Mengapa saya bilang mimpi adalah rekonstruksi masa depan? Karena mimpi anak bangsa menciptakan dunia masa depan.

Itu tentunya tidak terlepas dari takdir dan tujuan dari orang tersebut.

Suatu kali, saya berbincang dengan seorang sopir taksi, saat saya menaiki taksinya dalam perjalanan pulang menuju rumah. Saya bertanya, mengapa ia memillih profesi sebagai seorang supir taksi, dan bapak tersebut menjawab, "yah, sebenarnya karena saya berpendidikan terbatas, hanya bisa baca tulis. Lagipula, di Indonesia ini lowongan pekerjaan buat orang yg berpendidikan rendah seperti saya sulit mendapatkan pekerjaan. Jadi yang paling memadai ya ini, sebagai sopir. Asal tau jalan, punya sim, dan bisa menyetir, saya bisa ngehidupi keluarga."

Saya terharu dan nyaris menitikkan air mata saat mendengar pernyataannya. Dan tahukan anda, mungkin saja, bapak tersebut tidak pernah bermimpi!

Saya bersyukur, sejak ada seorang teman saya yang bergabung di suatu perusahaan, ia mendapat ilmu yang luarbiasa membantu saya untuk berpikir lebih dalam dan menggunakan akal sehat saya. Ia pernah bilang, "Jangan pernah takut untuk berpikir besar" Itu sama dengan statement saya, bahwa mimpi datang pada sebuah ukuran, yang sangat besar sehingga kita bisa masuk kedalamnya.

Terakhir, saya pernah di ceritakan oleh teman saya, bahwa dia sangat suka bepergian ke luar negri. Ia suka berbincang dengan pilot dari setiap penerbangan  yang ia pernah naiki. Ia berkata, bahwa jawaban yang diberikan oleh setiap pilot rata-rata sama dengan jawaban keterbatasan ekonomi dan sebagainya. Tetapi, ia akhirnya menemukan sebuah jawaban yang menggugah dirinya hingga hari ini. Yaitu:
"Saya menjadi pilot, karena itulah mimpi saya. Dari kecil, saya bermimpi menjadi pilot. Ayah dan ibu saya juga selalu mendukung saya sehingga saya dapat menjadi apa saya saat ini. Maka dari itu, mimpi lah sebesar"nya sejak dini. Jangan takut.."

Ternyata, dukungan orang lain dalam mencapai cita-cita dan mimpi dalam hidup anda berperan sangatlah penting. Mungkin kita belum pernah di dukung secara total oleh orang lain, tapi, cobalah dengan memulai mendukung orang lain. Karena apa yang kita ingkin orang lain lakukan pada kita, itu juga yang harus kita lakukan pada mereka.

"Dreams come in size so big so that we can grow into them"