Senin, 28 Mei 2012

Perhatikan Ini Saat Mengunjungi Sebuah Restoran


            Selamat siang seluruh pembaca gue yang terhormat dan teman-teman gue yang sangat gue sayang. Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang telah mengumpulkan kita semua di tempat ini untuk mendengarkan pidato yang harusnya saya sampaikan. Namun karena ngga mungkin, jadi saya alternatifkan jadi tulisan saja, yah. Terima kasih kepada teman-teman yang udah bantuin gue dalam menjawab pertanyaan yang rumit nan aneh ini dan terima kasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada para pembaca yang setia.
            Kita sebagai manusia tentu butuh makan. Selain makan di rumah, makan di luar atau yang biasa kita sebut sebagai restoran ataupun hanya untuk nongkrong di sebuah kafe. Dapat dipastikan setiap kita berharap mendapatkan sesuatu yang baik saat kita bertandang ke sebuah restoran. Umumnya, restoran yang baik akan meninggalkan kesan yang baik sementara restoran yang kurang baik tidak akan meninggalkan kesan apapun (sedikit sekali, kalaupun ada).
            Dengan demikian, gue akan memberikan beberapa tips dari apa yang gue beserta keluarga gue harapkan saat kita akan pergi ke sebuah restoran.
Pertama, interior sangatlah penting untuk diperhatikan karena jika interiornya nyaman, sekeluarga-pun bahagia. Kedua, yang dapat diperhatikan adalah menu makanan yang tersedia. Dari menu tersebut, kita dapat menemukan rasa yang enak atau tidak enak, specialty dari restoran tersebut, dan hal-hal yang lainnya. Ketiga adalah pelayanannya. Jika pelayannya kurang cekatan atau lemot, kita tentu akan merasa kesal dan gondok jadi kita tidak ingin kembali lagi. Keempat adalah harga. Jika harganya terlalu melambung dan tidak sesuai dengan kocek kita, janganlah masuk karena anda akan disuruh mencuci piring seperti di film-film alay jika anda tidak dapat membayar makanan yang anda pesan.
            Kelima adalah suasana. Jika suasana-nya mendukung, gue yakin kita akan senang. Kecocokan suasana dapat kita hubungkan dengan makanan yang tersedia. Keenam adalah jarak restoran yang kita tuju dari rumah. Jika restoran berada dalam mall, maka besar mall yang kita kunjungi akan sangat berpengaruh. Terakhir adalah hiburan yang tersedia seperti mainan anak, musik, majalah, ataupun hal lain yang dapat membuat kita nyaman dalam menyantap makanan.
            Marilah dari sekarang kita budayakan mencari restoran atau kafe yang nyaman untuk dikunjungi karena apapun alasan anda untuk datang akan mempengaruhi saat anda menikmati makanan yang anda pesan. Terlebih penting, tujuan anda datang akan sangat berguna. Sekian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika bahasa gue slenge-an dan gue juga minta maaf jika ada salah kata yang membuat anda semua merasa bingung. Terima kasih kepada semua yang sudah membaca dan berkontribusi dalam pidato gue ini. Tuhan Memberkati.

THE HISTORY OF THE FOOD EXPECTATION


                Perkenalkan, nama saya adalah Gloria Ernita, udah lulus SD, baru lulus SMP, belom lulus SMA. Ini adalah hasil karya penelitian saya yang ketiga, setelah Food Battle dan The Interview. Hari ini saya akan membawakan sebuah hasil karya ilmiah yang saya baru saja dapatkan ilmunya dari salah seorang teman.
      Jadi ceritanya begini, adalah seorang temen gue yang ngakunya sih anak desain. Punya resto, tapi boongan karena sebenernya ini fiksi. Atau setidaknya, sesuatu yang gue anggap semacam itu. Berhubung gue mau bikin tesis mengenai the history of the food expectation yang juga menjadi judul karya ilmiah gue ini, gue akan mengenalkan apa yang diajarkan temen gue ini mengenai sejarah dari ekspektasi masyarakat terhadap makanan.
      Ada 5 prinsip ekonomi yang beliau ajarkan kepada gue (walopun sebenernya rada ngaco):
PRINSIP PERTAMA
      Perut kosong berbanding lurus dengan makanan yang akan disediakan. Semakin perut terasa kosong alias laper, semakin banyak makanan yang akan dipesan. Jadi di sarankan jika datang ke sebuah restoran perut jangan terlalu lapar karena dapat berakibat fatal; salah satunya kalap.
PRINSIP KEDUA
      Jumlah uang yang dibawa oleh konsumen berbanding terbalik dengan jumlah makanan yang dipesan. Semakin banyak makanan yang dipesan, semakin miris anda akan menjadi.  Tapi ngga papa, karena semakin anda makan, semakin anda ngga akan stress. Palingan anda hanya akan stress karena makanannya ngga habis-habis.
PRINSIP KETIGA
      Limit kartu ATM anda sangat berpengaruh pada hukum penawaran restoran. Semakin sedikit limit kartu anda, semakin banyak pelayan yang akan mendekati anda dan menawarkan anda bukan dari segi makanan, tapi kartu kredit. Jadi saran dari pemilik resto adalah jangan membawa kartu kredit karena dalam prinsip ekonomi, tinggi permintaan sama dengan melambungnya penawaran. Ehem. Gue juga bingung. Tapi, yasudahlah.
PRINSIP KEEMPAT
      Kebersihan tempat makan secara keseluruhan adalah salah satu faktor yang disebut juga sebagai permintaan dan penawaran yang elastis. Karena semakin bersih restoran, semakin banyak orang yang akan ikut senang. Penawaran yang diberikan adalah kebersihan. Permintaan yang di dapatkan adalah customer review. Kebersihan disebut elastis karena dapat diatur sedemikian rupa sehingga jika anak anda tiba-tiba pup di kursi, anda dapat langsung membuang anaknya. Jadi kebersihan dapat diatur sesuai keinginan anda sebagai pemilik.
PRINSIP KELIMA
      Dekorasi indoor dan outdoor restoran adalah prinsip untung dan rugi. Jika dekorasi bagus, menarik, dan indah, anda akan termasuk menjadi pengusaha yang menguntungkan karena banyak orang yang tertarik. Jika selera dekorasi anda memang tidak sama dengan selera masyarakat, terimalah hal tersebut menjadi kelebihan anda. Karena jika restoran anda di dekorasi dalam bentuk yang unik, mungkin saja akan menarik perhatian lebih banyak orang. Oh, kecuali kuburan. Kalo anda mengunakan konsep kuburan, mungkin yang akan datang hanya pocong, kawan-kawannya, dan band the kubs.
      Demikianlah prinsip yang beliau ajarkan kepada gue, semoga tidak bermanfaat jika anda suatu hari anda akan menjadi seorang pemilik restoran. Kalo anda memperhatikan saran teman saya yang saya tuliskan diatas, saya jamin restoran akan berhasil dengan ngawur dan selamat ngadat.
      Intinya, sejarah ekspektasi dari makanan terbagi atas 5 prinsip dasar, yaitu perut kosong, jumlah uang, limit kartu ATM, kebersihan restoran, dan dekorasi indoor outdoor yang seluruhnya jika dipelajari merupakan turunan secara tidak langsung dari prinsip-prinsip ekonomi dalam permintaan dan penawaran. Ada baiknya jika anda tidak pernah mengerti isi dari buku ekonomi anda.
Terima kasih.

THE INTERVIEW


Sore itu, gue lagi duduk-duduk sama beberapa orang temen gue yang sengaja gue undang buat wawancara singkat. Gue undang orang-orang ini karena gue mau nanya lagi mengenai people’s expectation review yang gue sedang kerjakan untuk laporan gue.
Emang sih, kemaren gue udah tanya ke beberapa orang lain via BlackBerry Messenger, tapi gue kurang puas. Gue masih mau tau apa yang bisa gue klik kanan dan eksplor dari hasil pemikiran gue ini. Gue penasaran aja, pengen tau.
So, here is what I asked and what they answered.
Narasumber pertama gue adalah salah seorang sahabat gue juga yang menurut gue adalah seorang yang hobi nongkrong. Jadi gue yakin dia punya banyak pengalaman untuk gue tanyain hal beginian.
Gue: So, menurut lu, apa aja sih yang perlu diperhaatiin kalo lu misalnya mau pergi makan keluar gitu sama temen ato siapalah di restorannya? Ato kafe deh setidaknya.. Sebutin 5 ya.
Temen: ehm, oke. Gue sambil mikir ya. Menurut gue ya makanan sama minumannya yang paling penting pertama. Kalo gue sih main selera ya, jadi belom tentu semua bilang resto ato kafe ‘A’ itu enak ato kafe ‘B’ itu ga enak. Tapi kalo ekspektasi kan kita maunya ‘win-win’ aja, yang enak suasana, enak makanan. Hehehe *cengengesan*
Gue: oh gitu.. bener juga ya lo. Terus apaan lagi selain makanan sama minum?
Temen: Tempatnya. Seperti yang udah gue bilang ke lu, tempat juga selera. Tapi makin bagus desain interior eksterior dan tingkat Kenyamanannya enak, akan makin banyak orang yang dateng. Gue jamin. Coba liat starbucks gitu..
Gue: Sok tau juga ya lo. Hehehe. Okeh apalagi setelah itu?
Temen: ketiga itu suasananya. Kalo suasananya serem misalnya. Siapa yang betah? Coba kalo lo liat resto yang nyaman, nah orang-orang kesana bisa enjoy waktu dan ngga pulang-pulang. Bahkan sering kejadian nambah. Jadi resto untung, kita seneng. Gitu.
Gue: wah, menarik tuh. Kalo restonya banyak tengkoraknya gimana ya? Terus yang keempat?
Temen: Haha, ga berani bayangin dah gue. Keempat menurut gue itu lagunya. Secara ngga langsung, musik juga membantu membuat suasana nyaman soalnya kan lagu itu biasanya bisa bikin orang jadi ngerasa nyaman ato malah berasa ga betah. Kan gue penikmat musik.. hehehe
Gue: Oooo,, gitu ya?
Temen: iyalah. Coba lu denger lagu rock vs lagu klasik? Kalo hamster aja bisa mati kalo dikasih denger lagu rock masa lu ga bisa bedain efek sampingnya’?
Gue: oke-oke. Ngerti gue. Terakhir apa nih?
Temen: emm, apa yah? Bingung gue. mmm… Oh! Yang pasti harga. Kalo harga ga sebanding sama rasa makanan ato penampilannya, ya mana ada orang yang mau.
Gue: nah kalo misalnya kita pertama kali makan disitu gimana? Kan kita istilahnya belom tau?
Temen: nah itu dia kerennya BBM, sekarang kan pasti uda banyak yang rekomen makan dimana. Jadi kita bisa tau gitu loh..
Gue: Ogitu.. Siip lah.. Makasih ya udah mau ditanyain :D
Temen: Okeh. Uda bole pulang dong gue?
Gue: ya teserah lu deh -_-
Temen: hehehehe
Itu temen gue yang pertama. Temen gue yang kedua ini adalah seorang kakak kelas. Let’s see what she says.
Gue: Hai ci. Makasih loh uda dateng. Uda siap kan?
Cici: Udah dong. Jadi mau nanya berapa pertanyaan nih?
Gue: uhh, cuman satu pertanyaan kok. Jadi, menurut cici, apa aja sih yang perlu diperhaatiin kalo cici misalnya mau pergi makan keluar gitu ke restoran? Ato kafe deh setidaknya.. Sebutin 5 ya ci.
Cici: 5 yah? Oke. Jadi menurut aku yang penting itu pelayannya ramah, makanan sama minumnya cepet dateng, dekor restorannya, harganya manusiawi sama lokasinya.
Gue: Oke. Apa aja alasannya tuh ci sampe nyebutin itu tadi semua?
Cici: Pelayannya ramah itu termasuk hospitality, tanggung jawab restorannya supaya bikin pelanggan seneng sampe akhirnya dateng lagi ke restorannya. Setau aku, itu jadi semacem jurusnya untuk bikin orang merasa nyaman, sebagai salah satu faktor utamanya. Makan sama minumnya cepet dateng itu untuk pelanggan juga. Kalo dari game dinner dash, makin cepet kita serving ke pelanggan yang laper, the happier they will be, gitu.
Gue: ooh, iya-iya. Bentar, aku minum dulu. Ehem. Terus?
Cici: iyah. Terus kalo dekor mah aku rasa sesuai sama nuansa makanannya lah atau trademark-nya resto itu supaya “teduh” dan matching. Kalo misalnya restorannya itu resto padang masa dekornya Jawa? Kan ga sesuai.. Yang keempat kan harga, ya harganya semua orang taulah harus manusiawi, harus yang bisa minimal dijangkau sama kita yang masyarakat kelas menengah begini. Kalo harga ketinggian siapa yang mau beli? Itu bisa dibilang sebagai pertimbangan untuk pembeli dan penjual lah, sama-sama seneng. Konsumen bisa beli, produsen balik modal. Hehehe
Gue: Widihh, iya iya.. Ngerti. Nah kalo yang terakhir? Lokasi?
Cici: kayaknya ga perlu panjang ya, semua orang juga ngerti. Lokasinya harus mudah dijangkau, kalo jauh kan agak males ya dateng kesana. Kecuali emang udah tersebar informasi kalo enak buanget makanannya jadi orang kepengen tau.. Itu beda kasus deh.
Gue: oooh, oke I see.. Thanks banget ya ci buat penjelasannya
            Orang terakhir yang gue bener-bener tanyain adalah salah satu sahabat cowok yang juga memiliki hobi berkunjung ke kafe karena emang bokap dan nyokapnya masih nyentrik.
Gue: Langsung aja ya, lu kan hobi nongkrong ke kafe gitu nih, 5 hal apa aja sih yang menurut lu penting untuk diperhatikan saat lu kesana?
Cowok: Servisnya baik, trus mba-mbanya cakep, the food and drinks enak; sesuai menunya, terus toiletnya mesti bersih, sinyal bagus, wi-fi gratis, and dialunin musik-musik yang enak.
Gue: Mmm, oke-oke. Wi-fi gratis ya? Emmm, atas dasar apa mba-mbanya harus cakep?
Cowok: Emang masalah buat lo?
Gue: Engga sih, tapi jawaban lu yang lain menurut gue keren abis, masuk akal. Lah mba-mba-nya cakep? What’s the maksud? Emang lu mau pacarin itu mba?
Cowok: Ribet juga ya lu. Gini deh, coba kalo lu ke kafe trus mba-mbanya tongos giginya, bau badan, trus kepoh soal macem-macem, nah apa lu sejahtera mau makan di situ? Kesel kan?
Gue: Ehm, iya sih…
Cowok: Satu mukanya aja asem, badannya lebih asem lagi terus ngga asik lah kepribadiannya. Makanya nyari mba-mba juga susah tau.
Gue: Hehhe iya deh. Makasih ya udah mau ditanyain.
Cowok: Iya sama-sama.
            Nah itulah perbincangan gue sama 3 orang yang gue wawancara sore itu. Ternyata orang emang punya ekspektasi yang berbeda yang menjadi kepentingan buat mereka. Sekian dulu perbincangan kita kali ini, sampai bertemu di ‘People’s Expectation Review: The Interview’ session lainnya J

PEOPLE’S ‘FOOD’ EXPECTATION 2


          Okeh. Part 2. Mari kita bahas jawaban-jawaban keren yang gue bilang kemaren.
            Jawaban pertama gue datang dari salah seorang sodara gue. Tujuan gue nanya sodara gue ini adalah karena beliau ini adalah orang yang hobi makan (ehem) dan orangnya jago food combining.
Pertama dia bilang yang paling krusial adalah ada kursi dan mejanya ato gak. Iya juga ya, gue ga kepikir kalo ngga ada tempat gimana. Hehehe. Yang kedua adalah menu makanannya menarik atau engga. Bener juga ya; kalo makanannya jengkol semua sih.. pertimbangan pertama adalah gue ga akan tertarik masuk restorannya. Ketiga adalah masakannya lama atau engga. Gue sebut itu sebagai ‘being critical’. Keren (maklum, cowo). Keempat adalah tempatnya. Ini nih yang gue bilang sebagai kenyamanan tempat. Dan yang terakhir adalah tempatnya bagus apa engga. NAH ini yang disebut desain interiornya “mengundang” ato engga. Faktor yang semua orang ingin sekedar nongkrong akan mementingkan hal ini.
            Orang kedua gue tanyain adalah anak kuliahan semester awal yang udah ngga jomblo lagi (jadi tujuan gue adalah mengetahui sudut pandang dari seorang non-jomblo). Jawabannya ternyata juga ngga begitu beda jauh.
Pertama dia bilang yang paling penting adalah menunya. Gue setuju banget (lagi-lagi, jawaban yang global). Kedua yang paling penting adalah suasana (nah kan). Yang ketiga adalah konsumen. Finally, I found someone yang berpikir bahwa konsumen itu penting. Karena kalo ngga ada konsumen alias sepi, gimana caranya kita mau merasa tertarik untuk makan di tempat tersebut? Keempat, dekorasi. Nah gue bilang apa kan? Dekorasi itu memang penting banget. Jadi yang mau bikin resto ato kafe nanti, denger nih. Decoration is really important other than the food itself. Terakhir, nama tempatnya. Jawaban terakhir ini adalah jawaban yang menurut gue jenius banget, sesuatu yang gue adore dari orang yang gue tanyain ini. Gila bo, bener banget. Nama restoran adalah sebuah hal yang secara ga sadar ikut mempengaruhi kita. Coba bayangin aja, kalo misalnya sebuah restoran namanya ‘Warung Tokai’? Lah siapa yang mau makan?!?! First impressions itu juga penting saudara-saudara.
            Ketiga adalah sahabat gue sendiri. Jawaban dia adalah jawaban yang diluar ekspektasi gue karena dia membayangkan suatu konsep yang sangat berbeda dari gue. Her answer is all about etika and I ask her to see what she thinks from her point of view, sebagai temen seangkatan.
First, jangan malu-maluin diri sendiri. Kedua, bajunya rapih, katanya biar keliatan orang berpendidikan. Ketiga, makannya jangan bersuara. Keempat, kalo bisa makannya jangan berceceran. Terakhir, kalo ngambil makanan jangan banyak-banyak; secukupnya dulu. Nanti kalo banyak-banyak kayak orang rakus, apalagi kalo ngga abis. She opened my eyes to proof bahwa ini dia yang namanya peran orangtua dalam mendidik etika anak itu penting. Apalagi kalo pas ditanya jawabnya bisa begini, hehehe.
Sekarang, jawaban gue. Berhubung gue punya waktu paling lama untuk mikir, jadi jawaban gue banyak embel-embelnya. Pertama, tempatnya enak apa engga yang termasuk lampunya, dekorasinya, servingnya, suasananya, keramaiannya, dan peralatan makannya. Gatau juga kenapa gue bisa kepikir gitu, tapi gue rasa gue karier kritikus gue kayak Bondan Winarno bisa dimulai dari sekarang, hehehe. Kedua, adalah sinyalnya ada apa engga. Karena dari pengmatan gue, angkatan ini sekarang kan lagi BB addict dan peralatan elektronik lainnnya, jadi elemen sinyal dan free wi-fi merupakan sesuatu yang penting. Kan, kalo pending mulu pasti pada marah-marah. Ketiga makanan and minumannya enak ato ngga. Intinya sih food quality-nya gitu deh. Keempat adalah waiter dan waitressnya. Mereka melototin kita ngga pas kita lagi makan (soalnya kalo dipelototin kan ngga nyaman), ramah ngga, cepet respon ga, sesuai ga mesenin ke belakang apa yang kita mau, dan bisa jelasin makanannya apa engga (food knowledge restorannya). Terakhir adalah toiletnya. Toiletnya memadai ato ngga buat foto-foto. Enggalah, gue bercanda. Tapi gue berharap setidaknya toiletnya bersih; gitu aja.
TO BE CONTINUED WITH OTHER TITLES

PEOPLE’S ‘FOOD’ EXPECTATION 1


                Sepanjang gue menyusuri Jakarta  yang cenderung kosong malam itu, gue membiarkan diri gue berpikir dan bertanya kepada segelintir orang mengenai sebuah ide yang tercetus di pikiran gue. Saat gue kepikiran ide ini, sejujurnya gue sedang early dinner sama keluarga kecil gue di sebuah restoran beberapa jam sebelumnya. Then, I have decided to make this tiny observation that leads me to think that all people all over the world always expect something out of the things they have done in life.
            Hal tersebut, yang akhirnya gue putuskan untuk tanyakan kepada beberapa orang adalah mengenai 5 hal penting yang akan mereka utamakan saat mereka mengunjungi sebuah restoran atau kafe. Sesuatu yang menurut gue sangat sepele, mendunia, sangat penting untuk kelangsungan hidup dan akan mudah dijawab, tetapi pada saat yang sama gue sadar bahwa ini jarang sekali di perhatikan oleh orang lain. Sehingga gue merasa tertarik untuk membahasnya.
            But before I start, ijinkan gue berterima kasih dan basa basi sebentar. Tujuan dan ide awal gue membuat observasi kecil-kecilan ini sepertinya sudah gue jelasin di 2 paragraf sebelum ini. Maka dengan itu, gue mau berterimakasih kepada orang-orang yang gue tanyain untuk kebutuhan penulisan ini, maafin gue kalo gue kebanyakan nanya juga. Makasih banget buat waktunya untuk berpikir dan ngejawab pertanyaan gue dengan serius. Tanpa kalian, tulisan ini ngga akan kesampean. Kalian sudah membantu gue untuk mengerti hal yang sedikit banyak gue ga ngerti dan membuka pikiran gue untuk hal-hal yang lebih sepele tapi ternyata sangat penting.
            Yasudah, mari kita selesaikan bicara ini and let’s get into the question. Pertanyaan gue sederhana aja, yaitu: (yang gue tanyain pasti udah tau deh) Sebutkan 5 hal yang menurut kalian penting/kalian perhatikan saat mau makan di sebuah restoran/kafe.
            Sebelum berlanjut, yang mau mikir silahkan mikir dulu kira-kira mau jawab apa sebelum kita lanjut. Boleh dicatet juga. The thing you notice boleh dari segi manapun; mulai dari fashion, etika, sampe ke apa yang kalian expect dari restoran/kafe tersebut. Yang penting, menurut kalian hal itu penting untuk diperhatikan saat pergi jalan ke tempat tersebut. Buat yang udah gue tanyain terus ada yang baru kepikir lagi, yasudah. Simpen sendiri deh idenya. Hehehe.
            Udah? Oke.
            Satu hal yang semua orang belum ketahui, baik yang udah gue tanyain maupun yang belum gue tanyain adalah jawaban gue sebenernya apa. Hehehe. Gue sengaja ngasih jawaban gue di bagian note gue supaya ngga pada copas jawaban gue :P But I’m gonna share it to you bit by bit, then round it up in the last few paragraphs.
            Orang-orang yang gue tanyain-pun beragam. Dari sodara, anak kuliahan, temen, kakak kelas, bahkan sampe ke orang yang udah cukup berumur sekalipun. Alasan gue bertanya kepada begitu banyak tipe dan usia orang juga banyak, mulai dari karena gue percaya ada begitu banyak hal yang ngga kepikiran sama gue eh malah kepikiran sama orang lain (jadi gue sedikit banyak berharap jawaban mereka asik-asik) sampe kepada keinginan tahu gue atas jawaban orang lain karena gue percaya orang juga punya hak untuk menjawab dan di dengarkan pendapatnya dan mereka pasti punya ekspektasi atas sesuatu (dalam kasus ini ya kalo mereka pergi ke tempat makan). Jadi, gue pengen denger aja apa yang orang lain ingin katakan.
            Globally, gue akan setuju sama setiap pendapat yang dikemukakan oleh setiap orang setelah gue pikirin baik-baik maksudnya. Setelah gue tulis ulang di sebuah kertas dan gue baca bolak-balik, gue notice sebagian besar menjawab beberapa hal yang sama; hanya cara penyampaiannya yang berbeda.
            Rata-rata jawabannya menyangkut interior, desain, makanan, dan suasana. Keren men, pada sehati ternyata. Ga cowo ga cewe, ga jomblo ga single, ga pacaran ga nikah, temen-temen gue ini ternyata punya ekspektasi yang cukup singkat, padat, dan sama. RATA-RATA. Rata-rata itupun ga memungkiri bahwa semua orang memiliki sesuatu hal yang diharapkan orang lain untuk perhatikan. Even if it was only small details.
            Perbedaan yang mencolok nan kreatif mulai timbul ketika ada beberapa jawaban yang menurut gue gokil abis alias gue  ga habis pikir tapi kok bisa kepikiran ya? Gue sendiri sempet heran dan cengo sendiri. Maksudnya sih, kagum sama orang-orang yang otaknya bekerja secara luarbiasa ini.
Untuk mengetahui apa jawaban yang membuat gue tercengang, kita lanjutkan di edisi ke-2!

Minggu, 13 Mei 2012

Fly/I Believe I Can Fly Lyrics


Rachel:
I came to win, to fight, to conquer, to thrive
I came to win, to survive, to prosper, to rise
Rachel with New Directions:
To fly, to fly
Santana:
Oh yo oh
Artie:
I used to think that I could not go on
Santana:
I wish today it will rain all day
Maybe that will kinda make the pain go away
Artie:
And life was nothing but an awful song
Santana:
They got their guns out aiming at me
But I become near when they aiming at me
Blaine:
Me, me, me against them
Me against enemies, me against friends
Somehow they both seem to become one
A sea full of sharks and they all smell blood
They start coming and I start rising
Must be surprising, I'm just surmising
Blaine and Santana:
I win, thrive, soar, higher, higher, higher
More fire
Rachel and Santana:
I came to win, to fight, to conquer, to thrive
I came to win, to survive, to prosper, to rise
Finn and New Directions:
I believe I can fly
(Rachel: Fly)
I believe I can touch the sky
I believe I can fly
(Rachel: Fly)
I believe I can touch the sky
Artie:
See I was on the verge of breakin' down

Santana:
Paint they own pictures, then they crop me in
But I will remain where the top begins

Artie:
Sometimes silence can seem so loud

Santana:
'Cause I am not a word, I am not a line
I am not a girl that can ever be defined

Blaine:
I hear the criticism loud and clear
That is how I know that the time is near
See we become alive in a time of fear
And I ain't got no motherfickle time to spare
Cry my eyes out for days upon days
Such a heavy burden placed upon me

Blaine and Santana:
But when you go hard your nay's become yea's
Yankee Stadium with Jay's and Kanye's

Rachel and Santana:
I came to win, to fight, to conquer, to thrive
I came to win, to survive, to prosper, to rise

Finn and New Directions:
I believe I can fly
(Rachel: Fly)
I believe I can touch the sky
(Mercedes: Ooh)
I believe I can fly
(Rachel: Fly)
I believe I can touch the sky
(Mercedes: Touch the sky)

Finn:
I believe I can fly

Mercedes with ND girls:
Get ready for it, get ready for it, get ready for it

Artie:
Then I can be it (Mercedes with ND Girls: Get ready for it, I came to win)
If I just believe it, there's nothing to it (Mercedes with ND Girls: Get ready for it, I came to win)

Mercedes:
Get ready for it!
Yeah!

Artie and New Directions:
I believe I can fly
(Rachel:Fly)

Finn and New Directions:
I believe I can touch the sky
(Mercedes: Sky)
I think about it
(Rachel:Fly)
Every night and day
Spread my wings and fly away
(Mercedes: Ooh)

Finn and Artie with New Directions:
I believe I can soar
(Rachel:Fly)
(Mercedes: Get ready for it)
I see me runnin' through that open door
(Mercedes: Get ready for it)
(Mercedes: Ooohoo)
I believe I can fly
(Rachel:Fly)
(Mercedes: Get ready for it)
Finn:
I believe I can fly