Selasa, 01 Oktober 2013

Mind Set: Cowok suka posesif!

Gue duduk disebelah dia menunduk, menggamit siomay ditangan gue dan memasukkannya kedalam mulut. Angin sore berhembus pelan diantara tarikan nafas kami seolah mendramatisir langkah baru dalam kehidupan yang akhirnya harus dipilih anak manusia. Bukannya gue ngga dengerin dia -- malah gue tau setiap inci kata yang keluar dari bahasa verbalnya. Hanya saja, otak gue tengah berada ditempat lain. Telinga gue mencerna omongannya untuk disampaikan ke bagian belakang otak gue sebagai suatu pengalaman yang takkan pernah terjadi lagi.

Khayalan gue membawa gue kepada kejadian bersama orang yang sama, barusan siang tadi. Gue berdiri didepan mejanya sambil menyodorkan buku nilai yang ahkhir-akhir ini bolak-balik gue ungkit. Sambil memberikan "MAKAN TUH NIlAI KATA LO BAGUS" padahal nilainya lebih buruk dari mimpi terburuk gue. Dia nunduk -- entah cuman pura-pura merenung atau apa.

Sekilas, tatapan nanar gue barusan mengisyaratkan teganya gue soal nilai yang dari dulu dia tau adalah sikap utama gue kepada cowok-cowok sekelas bahkan untuk orang-orang yang gue anggap sahabat. Tapi sebenernya gue cuman pengen nunjukkin bahwa gue perduli sama dia. Sebagai sahabat, gue lebih ga tega kalo ada apa-apa sampe terjadi sama dia.

"Iya terus gue ambil hape dia terus gue pasang timer. Gue pengen tau seberapa lama waktu yang gue butuhkan buat nembak dia. Terus..."

Kalimat itu membuat gue sadar lagi dari lamunan gue dan mendengarkan dengan saksama. Gue tau rasanya jatuh cinta -- infact gue rasa dia juga udah tau lah komitmen macem ini bukan sesuatu yang gampang untuk dipertahankan. Logika gue adalah begini: kalo lo sendiri udah tau nilai aja belom bisa dipertanggung jawabin ke ortu, kenapa lo harus juga ngambil sebuah komitmen buta yang lo sendiri belom tau akan kayak apa kedepannya? Itulah cowok, yang kalo udah maunya yaudah: keputusan gaboleh di ganggu gugat.

Satu sisi, sebagai cewek, gue sangat menghargai pilihan dia dan mengagumi keberanian para laki-laki untuk mengambil keputusan nembak cewek. Sisi lain, gue sadar dengan sepenuhnya bahwa manusia, terutama jenis homosapiens setengah setan ini paling benci disuruh mengubah pola pikir mereka (apalagi kalo disuruh homosapiens yang ngakunya setengah malaikat {baca: CEWEK}). Kalo kata temen gue yang lain, cowok yang ngerubah pola pikir dia didepan cewek yang bukan gebetannya atau istrinya (at the end) akan (selalu) disebut LABIL dan ga bisa berpendirian. Padahal, cowok seharusnya bersikap lebih, "jantan". Oh well, ga semua cowo begitu juga pada akhirnya.

Temen gue yang daritadi masih nyerocos mengenai hari penembakan dia masih duduk disebelah gue, menuju akhir ceritanya sambil gue menambahkan konklusi pada hasil brainstorming dadakan terhadap homosapiens setengah setan ini:

Kalo ngga perlu, jangan mencoba merubah pola pikir para lelaki buaya selokan. Kasih dia consideration, tapi jangan sampe membuat mereka berpikiran untuk menjadi posesif (terutama terhadap elo yang lagi ngomong). Let it flow aja, dan kalo dia pinter, dia akan ngeh bahwa yang lo maksudkan adalah untuk keselamatan dia, bukan hanya tititnya saja.

Sekian Terimakasih.