Rabu, 25 Juli 2012

HELLO AGAIN!

Hello again people! Maaf lama kali gue ga nulis karena gue habis liburan (ya ngga ngaruh sih, tapi whatever lah). Sebenernya gue masih punya banyak karya yang ketahan di salah satu media gue dirumah yang belum sempat dan belum bisa gue unggah ke blog gue ini karena beberapa alasan mental dan alasan ijin publikasi yang gue bikin sendiri, tapi gue usahain kedepannya akan lebih banyak lagi karya-karya gila nan kreatif gue yang hadir disini (di blog gue) untuk kesenangan kita semua.
By the way busway, gue sekarang udah kelas 10 bro, uda cukup senior. KELAS 1 SMA. HAHAHAHA. Gue ngga merasa tua sih karena gue masih dibawah 17, malah seringkali gue di remehkan sama orang-orang mentang-mentang gue belom punya sim dan KTP. kurang hajar. Tapi mau gimana lagi, kalo emang belom waktunya. Yang penting gue udah SMA. Wkwkwkw. Gue bahagia setengah mati uda gede. Gatau kenapa, gue merasa ektra kesenengan bisa pake baju SMA pada akhirnya walaupun masih baru dan belum diakui sepenuhnya sebagai wanita dewasa. Gapapalah tapi, kita sedang menuju kearah sana. (Uwedeeeehhh sadeeess brow! Ahahakahahak)
NOW. Lemme tell you a bit about how well my year 10 has went in the last few day and weeks since gue udah sekolah selama 6 hari dalam waktu 2 minggu. Gue masih stuck di sekolah yang lama, sekolah tanah bangsat (untuk menyamarkan sekolah gue supaya tetep aman) sementara 10 orang dari angkatan gue pindah. Mungkin buat lu 10 orang itu ngga ngaruh karena angkatan lu orangnya rame. Tapi buat sekolah gue yang angkatan gue adalah angkatan pertama yang 2 kelas dengan total murid 45 orang paling mentok. Jadi itu berasa banget. Seangkatan gue sekarang ada 44 orang in total (tuh kan ga nyampe 45 orang!)
Kelas gue adalah kelas 10A, dengan walikelas seorang guru cowo lagi (puji Tuhan!) yang gue harapin untuk jadi walikelas sejak dulu gue masuk SMP. Hehehe. Asoy banget dah ah. Temen-temen gue sekelas ada 22, 10 cowo 12 cewe.
Gue sebenernya masi banyak yang mau gue ceritain, tapi gue harus berhenti dulu sekarang karena waktunya ga cukup lagi berhubung gue ngerjain ini di kelas komputer campuran dengan musik Jadi, We'll see you soon dengan lanjutan kisah cinta SMA gua! MUAHAHAHAHA! Salam cenat cenut kakak kikik muah-muah cuap chibi chibi hoho. Penulis lo yang terunyu dari 10A, Gloria Ernita

Jumat, 20 Juli 2012

Cerita Eskrim

Gue engga pernah ngerti kenapa gue bisa begitu mencintai eskrim, kenapa gue bisa begitu bergairah saat menemukan eskrim (apalagi kalo dibeliin). Ada sesuatu di dalam diri gue yang menyatakan bahwa kecintaan ini sudah mendarah daging, menjadi suatu bagian dari gue yang ngga bisa dipisahkan lagi. Gue mungkin ngga tahu sejak kapan kedarah-dagingan itu dimulai, yang gue tahu hanyalah apa yang terjadi di awal peradaban kecintaan gue terhadap eskrim. Kejadian ini membawa ingatan gue jauh ke 2 tahun lalu, saat gue masih di akhir masa kelas 2 SMP. Hari itu sudah sore, sekitar pukul setengah enam. Gue baru saja selesai dari tugas gue sebagai panitia di acara olahraga sekolah yang akan berlangsung selama 2 hari berturut-turut. Gue sudah lelah & gue ingin sekali pulang. Namun karena gue harus pulang bersama kakak gue, gue terpaksa menunggu sebentar lagi karena beliau belum selesai berurusan. Karena gue malas menunggu di mobil, akhirnya gue berinisiatif untuk pergi ke sebuah mini market dekat sekolah dengan tujuan mentraktir diri gue sendiri yang sudah bekerja keras hari itu dengan membeli beberapa hal. Akhirnya, gue kembali ke mobil dengan perasaan sangat bahagia setelah membeli sebatang eskrim & sebotol minuman dingin. Tak lama setelah itu, kakak gue-pun kembali dengan muka kusut juga. Diapun pergi ke mini market atas tujuan yang sama & kitapun segera pulang. Kejadian yang sama terulang kembali keesokan harinya. & setelah itu, seperti yang sudah dapat ditebak; gue nyaris tidak pernah makan eskrim selama  setengah tahun lalu kemudian berakhir pada kecintaan gue terhadap eskrim ini. Kecintaan terhadap eskrim gue ini bukan tidak membawa suatu kegusaran dan ketakutan. Waktu itu, gue memakan eskrim secara berlebih dalam waktu seminggu & gue berakhir di toilet dengan mencret-mencret selama lebih dari sehari. Gue sempat takut & jera dalam memakan eskrim. Gue sempat berpikir bahwa inilah akhir dari kecintaan gue terhadap eskrim; tapi ternyata tidak. Justru itulah titik awal penguasaan diri gue yang lebih baik dalam hal keinginan gue untuk makan eskrim. Sampai hari ini, eskrim masih menjadi darah-daging gue sebagaimana dalam beberapa kasus gue akan sangat menikmatinya & dalam kasus lain gue bisa menahan diri dengan sangat baik untuk tidak makan eskrim demi alasan kesehatan (baca: emang lagi engga kepengen eskrim aja makanya engga makan). Dengan demikian, eskrim bukanlah sebuah hal asing lagi bagi gue untuk minta dibelikan. Eskrim adalah sejenis makanan membahagiakan yang membuat gue akan merasa seperti anak kecil yang mendapatkan mainan saat dibelikan. Hidup eskrim.