Okay, maybe right. I ain’t supposed to be writing a note right now. Gue tulis note ini sejujurnya malem sebelum hari final test gue berakhir besok. Belajar gue aja belom tuntas
Haha, yes, tanggal 24 November jam 8:19 malam. Apalagi besok final test yang paling gila, fisika DAN biologi. Behh, mana otak gue kadang ga bersahabat saat harus menghafal jutaan detil tentang biologi dan konsep fisika lagi. Mampus gue.
Tapi mau diapain kalo hasrat gue untuk menulis ga pernah bisa dipadamkan. It’s in me.
Menurut gue sendiri, gue ga punya kelebihan apapun di bidang pelajaran. Sometimes, nilai gue mengecewakan, sometimes nilai gue bagus. DAN… yaaaaaaa jarang juga nilai yang bagusnya -_-“ (gubrak)
Gue entah paling suka pelajaran apa. Gue pribadi gak tau. PKn, math, fisika, haduh engga deh. But only by one thing that has vested in me, I love every lesson that has to do with writing as long as the teacher is also exciting.
Heran, it always EXCITES me ketika mendengar kata menulis. Whatever happens, menulis is a part of my life. Gue gatau apakah dulu orangtua gue suka nulis gimana atau kakek nenek atau buyut gue seperti apa, tapi menulis itu rasanya udah dari dulu ada di dalam darah gue. Entah darah siapa nyasar.
Gue gak sesering itu sih sebenernya ikut lomba nulis atau apa yang seperti itu soalnya ya beginilah gue kalo nulis, suka seenaknya sendiri. Tapi karena gue juga agak pemalu orangnya gue ga bisa ngomong luwes di depan orang kayak orang-orang yang emang punya potensi di berbicara. Justru saat menulis-lah diri gue seperti hilang dan bersatu lagi dalam sebuah diri yang membuat gue menulis.
Udah banyak hasil karya gue sendiri di rumah, mulai dari diary yang udah abis 2 edisi, notes di facebook, editorial di buku rahasia yang gak ada yang baca, di blog, tempelan di kamar, banyak lah. Bahkan, masih banyak lagi hasil karya tangan menulis gue ini yang entah kemana karena gue tulis di kertas dan kertasnya tercecer di suatu bagian di rumah ini yang belum pernah gue sentuh lagi.
Hari Minggu tanggal 20 November kemaren sebenernya gue sempet dimintain tolong sama cici angkat gue yang lagi ada tugas dari sekolahnya untuk presentasi. Temanya bebas. Berhubung dia orangnya suka nulis juga, agak gampang buat gue untuk kasih ide-nya ke dia. I only ask her a question: “Apa yang bikin loe bahagia dan bisa panjang lebar ngomonginnya?” dan dia bilang fashion. So okay there you go; you got your theme.
Kalo gue ditanya pertanyaan barusan, gue akan bilang MENULIS. Susah loh menulis artikel panjang. Jangankan artikel deh, tugas sekolah berapa paragraf aja udah stress duluan. Emang banyak orang yang bisa nulis bagus dan panjang, tergantung dari sisi menulis gimana yang mau mereka kembangin.
Gue suka nulis tenang Indonesia, walaupun masih banyak banget ilmu yang gue dapet adalah ilmu jiplak dari blog idola-idola gue. Tapi dari ilmu jiplak yang gue dapet itu gue belajar untuk bikin tulisan gue sendiri yang khas, entah gimana caranya supaya beda dari mereka punya.
Gue bersyukur banget bagaimanapun juga karena gue memiliki kelebihan dalam menulis. Walaupun mungkin nilai pelajaran gue disekolah ga terlalu bagus gimana, tapi dengan cara menulis gue bisa melepaskan stress dari pelajaran gue; gue bisa ekspresikan perasaan yang gue ga bisa ceritain ke sahabat gue; gue bisa nginget pelajaran lebih lama karena gue nulis sendiri; gue bisa menulis apapun yang gue suka dan menginspirasi orang lain di luar sana.
Temen-temen gue banyak yang bisa nulis tapi enggak mengembangkannya disana karena mereka punya kelebihan lain yang lebih menyenangkan daripada menulis; ga salah. Ga sedikit juga temen-temen gue yang kalo disuruh nulis satu paragraf aja udah kayak mau kiamat rasanya; itupun masih nawar-nawar lagi sama gurunya biar sekalian gak usah nulis. Istilahnya, mereka seperti langsung nge-blank. Itu semua, sekali lagi, tergantung niat orangnya dan ada unsur bakatnya juga sedikit.
Karena gue sekolah di sebuah sekolah di daerah Serpong yang bahasa Inggrisnya bagus, menurut orang kemampuan bahasa Inggris gue bagus (alhambdullilah, sesuatu banget). Baru tahun ini juga diadakan menulis sesuai banyaknya kata sesuai jenjang masing-masing dan dikumpul juga ke guru Inggris untuk nilai tugas dan mengembangkan potensi grammar kita. Puji Tuhan tadi sore Kepala Sekolah gue ngumumin bahwa hasil tulisan gue masuk ke tiga terbaik dari kelas gue bersama dua teman gue yang lain. Wah, rasanya bangga.
Once again, ga semua orang bisa menulis sebagus idolanya atau sebagus siapapun yang pernah bersejarah di bidang menulis; sama seperti aspek lainnya. Namun ga cuman di bidang tulis, tapi apapun yang kita gemari akan menjadi semakin bagus kalo kita latih terus, kita asah terus.
Writing, it’s an objective activity. It’s all about choices of what you like. Kalo lu suka tentang fashion, lu bisa gambar. Lu suka bicara depan orang, diplomat atau pembicara pasti bagus. Lu suka modeling, masuk-lah dunia model. Yang penting, sesuai sama minat dan bakat. Kalo punya minat tapi gak ada bakat, sia-sia. Kalo punya bakat tapi ga di-‘urusin’ bakatnya, sia-sia juga. Tuhan adil kok, Ia akan selalu melengkapi kita dengan suatu hal positif. Do what you like, the thing that makes you happy when you’re talking about it.