Jumat, 31 Agustus 2012

Inspirasi Semangkuk Sup

Inspirasi Semangkuk Sup
Sore itu, gue lagi duduk sendirian di KFC supermal Lippo Karawaci. Bokap gue sedang creambath & nyokap lagi ngga ikut karena kakinya sakit. Jadi, gue sengaja mencari waktu sendirian untuk merenung sedikit. Sebenarnya waktu belum terlalu sore sih, sekitar pukul dua siang lewat beberapa menit; namun ketika gue menikmati sup itu, waktu terasa melambat; seakan hendak berhenti.
Gue sedang di tengah menikmati semangkuk cream soup buatan KFC kedoyanan gue sejak kecil saat tiba-tiba BlackBerry gue di meja bergetar, tanda ada sebuah pesan masuk. Gue pun membaca sms dari temen gue tersebut, lalu terdiam beberapa saat sebelum akhirnya melanjutkan sup yang mulai mendingin di hadapan gue.
Gue lama termenung dengan sms sahabat gue yang terpampang di depan wajah. Gue ngerasa ngga sadar akan apa yang gue akan hadapi. Tapi sms sahabat gue memberikan gue perasaan takut itu kembali. Sms-nya bukanlah sebuah sms biasa, tapi berisi ketakutan dirinya atas kedatangannya kembali di organisasi sekolah. Gue melanjutkan suapan gue dengan penuh arti sembari gue berpikir akankah sesuatu yang buruk terjadi atas kami berdua sebagai sahabat jika kita bergabung kembali dalam waktu beberapa bulan kedepan. Gue sendiri ga bisa membayangkan.
Osis seperti sudah menjadi bagian dari hidup kami berdua saat SMP dahulu, saat kami mulai membangun upacara sekolah dengan sepenuh hati. Namun entah kenapa, kita berdua merasakan kepedihan & ketakutan yang sama. Gue & dia, kita berjalan berdampingan untuk melatih. Kita bersama-sama memperjuangkan hak yang pernah ada di sebuah bangsa, namun lambat laun ditelan revolusi media.
Rasanya, semangat itu masih ada terpendam dalam hati masing-masing kita. Namun, pertanyaannya masih sama: apakah murid yang lain juga merasakan api yang sama? Mungkin ya, mungkin tidak, & sangat mugkin sekali jawaban tidak.
Perlahan, sup gue pun habis & gue harus beranjak pergi. Sebelum gue pergi, gue menyempatkan diri gue untuk membalas pesan teman gue ini, gue tulis: "Ngga usah takut lah, kita berjuangnya berdua kok. This is our senior year, we gotta make a comeback. Gue pastikan ada gue buat lu; & semoga lu ada buat gue juga. Got your back."
Gue pun pergi dengan langkah berat, mencoba meninggalkan serpihan hati gue yang hancur saat membaca sms temen gue. Tapi, seperti sedia kala yang selalu di lakukan semangkuk cream soup yang gue makan saat gue sedang sedih atau susah hati, sup tersebut selalu bisa membuat gue bahagia kembali.
Dan gue pun meninggalkan luka lama tersebut sambil tersenyum & mata memandang lurus kedepan. Sebab gue tau & percaya, ada masa depan yang cerah untuk pelatihan upacara bendera tahun ini. -red •glow13productions•
 
"Gue takut gue ga kuat berjuang sendiri, gue takut ngerasain hal itu lagi dimana gue muak karena usaha gue ngga di hargai trus gue quit.. Gue gak mau ada ketakutan itu lagi dalam diri gue; tapi gimana??"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog