Sekali lagi, gue belajar banyak banget malem ini. Gue ngga cuman belajar dari satu orang, tapi dari 3 sekaligus. Gue cukup bangga kalo gue bisa bilang hari ini adalah hari yang sangat bersejarah buat gue, karena gue telah mencapai sesuatu titik yang baru; gue bisa dipakai Tuhan menjadi terang & garam buat orang lain. Nubuatan pendeta gue terpenuhi, walaupun belum seluruhnya :] Ini yang terjadi. Setelah gue tau hari ini gue datang bulan, gue nyeri sampe kayak orang mau ngelahirin. Mood gue naik turun kayak ombak, gue ngamuk & ga mood hampir seharian. Waktu gue les piano gue ga bisa konsentrasi & frustasi sama diri gue sendiri. Gue nyaris gatau apa yang pengen gue lakuin sampe gue akhirnya bbm cici & pacar gue dalam perjalanan pulang. Pernyataannya adalah begini, gue sedih banget, Ms Tina guru perpustakaan favorit gue baru keluar dari TB; berita mengejutkan pertama yang gue dapet. Dan walaupun gue menghabiskan waktu luar biasa gila sama sahabat lama gue Candy, gue ngga ngerasa puas sampe gue curcol abis-abisan sama cici angkat gue & gue berhasil ngomong sama cowo gue soal perasaan gue. Berita terakhir adalah guru kimia gue di tempat les juga pindah, meninggalkan luka sedih di hati gue. Gue ngga tau harus bersikap gimana kalo bukan karena Tuhan yang membimbing gue sepanjang hari ini, karena ngga biasanya sebuah hari terasa begitu berat. Tapi sekarang, gue ngerti betapa kedewasaan gue bisa memberkati orang hari ini; talenta gue dalam berpikir & mengatur emosi di uji untuk mencapai tingkat kematangan yang tepat; & mimpi-mimpi gue itu ngga sia-sia kalo semuanya di pegang sama Tuhan, sang empunya kehidupan. Menurut gue, adalah sebuah karunia kalo gue bisa menulis dengan sangat luarbiasanya walaupun buat gue hal beberapa tulisan itu udah ngga masuk akal lagi karena udah gue baca berulang-ulang; terlalu sering gue baca. Dari ci Christania, gue belajar bahwa sangatlah penting untuk menjadi berani, diri sendiri, teguh, & positif. "Be there when it counts" sangat gue bisa applikasikan buat cici gue ini. Dia membuat gue sadar bahwa gue punya dia untuk gue pelampiasan di saat ini; gue mau cerita apapun sama dia pasti dia dengerin. Dia bisa kasih gue masukkan. Gue bisa dengerin dia & ngalahin ego gue. Gue bersyukur banget punya dia sebagai cici gue. Gue seneng bisa memberikan apresiasi yang cici gue butuhkan; sesuatu yang cerdas, kecil, & mungkin ngga begitu berarti bagi gue, tapi cukup untuk membuktikan bahwa ada orang yang sangat perduli sama dia, sesuatu yang ga pernah orang lain kasih buat dia. Gue bersyukur, gue belum terlambat. Gue bersyukur, gue orang yang membawa perubahan yang cukup signifikan itu. Kedua adalah pacar gue. Gue mengalami tekanan yang mendalam sama dia karena gue ngga bisa mengeskpresikan perasaan gue, gue ngga bisa bilang seenak jidatnya gimana rasanya ada di posisi gue. Gue sempet ngerasa begitu galau & tertekan sampe-sampe gue harus cerita dari a-z sama cici gue. Akhirnya, Tuhan sekali lagi ngasih gue kesempatan untuk membawa perubahan; gue ngomong sama dia. Semua, semua yang gue rasain. Semua ngga ada yang gue tutupin. Pada akhirnya sekali lagi gue memberi dia compliment yang sudah sepatutnya dia terima, pengakuan bahwa dia tuh berharga, doa tulus dari gue yang ngga bakal pernah sampe kalo gue ngomong sama orangnya langsung. Terakhir adalah ka Rima. Ka Rima adalah guru kimia gue di siniotif, & sebenernya gue biasa aja sama dia. Tapi tadi dia bbm gue kalo dia ngga akan lanjutin ngajar lagi gara-gara ada sesuatu yang ga gue korek; tapi gue cuman ngasih dia kata-kata penguatan & compliment yang menurut gue sudah patut diterimanya. Dia bilang sama gue kalo gue tuh baik banget & gue dewasa, suatu hal yang bisa gue laporin ke mr Lucas sebagai hal positif dari diri gue. Walaupun kak Rima ini agamanya dari seberang gue, gue seneng gue bisa nunjukkin betapa Tuhan yang gue sembah itu bisa bikin gue kayak gini, seperti ini saat ini. Less is more, kata-kata motivasi yang gue denger dari iklan di televisi tadi sore. Gue masih ngga ngerti sepenuhnya maksud dari kuotasi itu; tapi gue gabisa lupa kalimat pendek itu & gue jadi belajar luarbiasa banyak banget hari ini. Gue ngerasa kayak; gue dapet terobosan lagi sendiri, hal-hal kecil aja bisa membuat orang lain merasa dirinya berharga. Gue memberikan suatu hal kecil yang orang lain belum kasih ke orang lainnya; apresiasi itu sendiri. Satu lagi, gue diingetin untuk selalu bersyukur atas segala sesuatu yang gue punya. Ngga pake tapi-tapian. Gue berdoa Tuhan, tolong jangan ambil nyawa gue dulu Tuhan malem ini.. Masih ada orang diluar sana yang butuh anakMu ini.. Gue masih mau lagi bikin banyak perubahan yang gue bisa buatMu Tuhan, bikin Engkau bangga Tuhan.. Plis Tuhan, jangan dulu. "I'm not gonna say I've lost a finger, but I'm gonna say I still have four" -red •glow13productions•
Cinta Segi Ketek - the series
Jumat, 31 Agustus 2012
Less Is More
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
-
▼
2012
(110)
-
▼
Agustus
(46)
- Tomorrow's expectations
- CITRA SETIANA, THE SONYA CARSON OF MY LIFE
- WHAT I WOULD LIKE TO GIVE PEOPLE FOR CHRISTMAS
- HOW IMPORTANT ARE HANDPHONES/SMARTPHONES FOR YOU? ...
- MY PASSION
- THE BEST HOLIDAY I’VE EVER HAD
- 9
- Selasa, 28 Agustus 2012
- Dari A Sampai Z
- The Writer's Diary
- Bersyukur Selalu
- Garudaku
- Power Of Freedom
- Dear Future Boyfriend...
- Nissan; The Hand Blodded Car
- BI. GAY.
- GLAM.GLAM.GLAM
- REBELLING -CORE-
- Trespassing Deluxe Edition
- Hot Chocolate w/ Caramel Base Syrup
- Less Is More
- Bromance
- Matured!
- Inspirasi Semangkuk Sup
- Name Of The Heroes
- "Halo Selamat Sore.."
- Drive Safe
- Reborn!
- Sejarah
- The Thirteenth
- My Father
- Jakarta, Jumat 13 Juli 2012 16:35
- Describe Yourself in 100 Words
- Live, Love Laugh
- The Day I...
- 500 ml
- The Boyfriend
- The Wanted
- c^pdase
- Boys Before Flowers
- Coke: Your True Coca-Cola Drink
- The Reason For Jerusalem
- A New Gay Best Friend
- It's About To Change (2.38 a.m.)
- Why Argue?
- DEAR BLOG
-
▼
Agustus
(46)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar