Jumat, 31 Agustus 2012

Live, Love Laugh

Live, Love, Laugh
Gue sering banget denger orang ngomong kalo hidup itu harus dijalanin dengan tawa dan cinta. Kayaknya sih statement ini biasa-biasa aja karena emang kalo buat orang dunia, cinta dan tawa adalah barang paling langka selain harta. Tapi gak tau kenapa, statement ini menurut gue malah aneh. Karena pada akhirnya semua jadi rancu dan ngga berakhir dengan Tuhan sebagai nomor satu dalam hidup mereka.
Mungkin itu yang salah dari dunia ini; kita sudah terlanjur terbuai oleh cerita nenek moyang kita bahwa kalau dengan harta semuanya dapat dibeli. Cinta, tawa, serta kehidupan itu sendiri. Padahal kalau uangnya habis, cinta pasti hilang. Mereka juga ngga akan tertawa kalau sibuk mencari uang. Kehidupan itu juga toh ngga akan bisa dibeli dimanapun. Semata-mata, kalau kita bisa memiliki semuanya hari ini, itu adalah anugerah Tuhan. Seperti ada pepatah yang mengatakan: "Life is like a flowing water. It never hit the same waters twice". Gampangnya, mereka jadi sia-siain hidup mereka untuk suatu hal yang fana dari dunia ini untuk memenuhi keinginan mereka yang sementara.
Pada dasarnya, ketiga kata tersebut merupakan kata benda dan kata keterangan, yang dapat diartikan sebagai berikut jika kita pecah menjadi 3 bagian:
1. Live (kata keterangan): dalam kamus bahasa Inggris, live dapat diartikan sebagai 'menjadi hidup' dan 'mendapatkan hidup'. Hidup setiap orang tergantung kepada bagaimana orang tersebut akan menggunakannya; entah itu untuk memenuhi panggilan hidupnya atau untuk merusak dunia.
2. Laugh (kata benda): berarti membuat sebuah bunyi dengan suara yang menunjukkan kebahagiaan. Orang yang bahagia tidak selalu diukur dari banyaknya kekayaannya, karena orang hanya dapat tertawa jika hatinya merasa senang. Jika kita terlalu sibuk dengan pekerjaan kita atau cemas akan ini itu, kita akan kehilangan kesempatan untuk tertawa itu.
3. Love (kata benda): sebuah perasaan atas kesenangan atau semangat untuk seseorang atau sesuatu. Intinya, cinta adalah sebuah perasaan dimana orang tersebut merasa nyaman untuk melakukan segala sesuatu tanpa merasa dihakimi. Cinta tidak dapat dibeli namun hanya dapat dirasakan oleh hati yang terbuka untuk semua hal.
Gue sendiri pernah punya pengalaman mengenai hidup, cinta, dan tawa. Semuanya seperti berjalan begitu aja saat gue mendapatkan seorang pacar yang gue anggap pacar terbaik yang pernah gue punya saat itu. Gue seperti bisa dapetin 3 hal itu dalam sati jentikkan jari; gue merasa lebih 'hidup', gue bisa mencintai dan merasa dicintai, dan gue punya teman untuk tertawa bareng. Masalah mulai timbul ketika keadaan berubah pahit, saat orangtua gue ngga setujuin hubungan kita karena menurut orangtua gue, pacar gue ini bukan cowo yang biasa diiket, susah diajarin yang bener. Akhirnya, gue emang putus sama pacar gue ini, dengan cara yang tragis: gue dikhianatin sama dia.
Dari situ gue belajar sesuatu. Bahwa kalo emang hidup, cinta, dan tawa jalan berdampingan, semuanya itu harus datang dari satu orang atau satu benda hidup lain, atau satu aktivitas, bukan dari sebuah benda mati. Orang itu, biasanya adalah orang yang tepat yang akan menjadi teman hidup kita sampai kita mati. Kemudian daripada itu, ketiga hal yang tadi gue sebutin itu ngga akan ada apa-apanya kalo Tuhan bukan jadi inti dari hidup kita. Karena Tuhan-lah yang memberikan orang yang tepat itu, cinta yang indah dan sempurna, serta tawa yang takkan berhenti jika Ia menghendakinya. -red •glow13productions•
 
FYI: note ini gue buat dengan segenap bacot. Sebacot-bacotnya gue pernah bikin tulisan bacot dalam bahasa Inggris, ini adalah yang paling bacot dan paling sok tau yang pernah gue bikin seumur idup. Makasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog