Dear Blog,
Gue butuh curhat! Ya ya ya, gue ngga biasanya curhat di komputer dan inilah pertama kalinya. Gue tumben banget lagi ngga pengen nulis di diary, jadi gue disini deh. Gue mau ngomong langsung sama seseorang, tapi siapa? Sahabat gue yang paling unyu dan gue percaya lagi ngga ada di sisi gue, jadi gue gatau harus cerita sama siapa. Nyokap? lagi ngga mungkin keadaannya. Cici angkat? jauuh. Cici angkat yang satu lagi? Not my option for this story though. So you're in luck, lu yang akan mendengar cerita gue hari ini.
Cerita gue ngga jauh masalah pacar dan seputarnya. Akhir-akhir ini, sementara gue mulai memanaskan otak gue lagi untuk belajar di kelas 10, gue dapet banyak banget kejutan. Gue ikut paskib, dan lain sebagainya; ngga penting. Hari ini kabar gue adalah gue jomblo lagi, setelah 3 minggu (kurang lebih) jadian sama seorang cowo. Gue ga akan memperkenalkan siapa orangnya untuk melindungi hak kehidupannya.
Semua berulang lagi kayak dulu, saat gue sama mantan: pacaran, ketawan nyokap, putus, nyambung lagi, tetep ketawan, ngga putus, bermain diluar jangkauan, putus. Persis. Gue ngga pengen kejadian kayak gitu lagi, jadi sekalinya gue di 'bust out' sama nyokap bahwa gue memiliki hubungan spesial sama si cowo, gue langsung inisiatif putusin deh. Perasaan itu campur aduk di dalam hati gue sekarang, feeling gue lagi ngga nentu.
Gue kesel sebenernya. Jujur, gue kesel. Dan saat gue sedang kesel diatas ubun-ubun, gue ngga akan dengerin kata orang kecuali nyokap, bokap, Tuhan, dan temen yang emang gue mintain pendapat. BUKAN si cowo yang barusan gue putusin dengan jahanam. Gue ngga ngerti deh, apa sih yang ada di pikiran tuh cowo, tapi dia malah nyangka gue sedih (which appears very annoying, stupid, and funny to me if I am not so smart). My question is: is he stupid or what?
FINE kalo gue jarang emosi, dan sekali-sekalinya emosi gue ngga bisa nahan banget ato ga bisa ngeluarinnya karna gue tipe orang yang 99,99% adem. Jadi kalo marah, gue ngga tau apa yang harus gue lakuin. Contohnya sekarang ini. Gue cukup ambisius dalam sebuah hal yang gue incer; dan galau bukanlah pilihan bagi gue sendiri. Di mata orang, gue tau banget gue bukan tipe yang bisa down terus cemberut-cemberut cuman gara-gara mood gue jatoh; tapi gue lebih akan senyum-senyum aja walopun sebenernya gue lagi down ato gondok setengah hidup.
Selain kesel, jelas gue sedih. Gue ngga kepengen nyesekkin hati gue dengan penggalauan massal tingkat kronis gara-gara hati gue baru aja gue rusakkin lagi, tapi mau gimana? Gue ngga punya option ketiga untuk gimana lagi. Sedih ekstrim se-ekstrim ekstrimnya akibat ini.
Doakan aku disini, entah harus sampai kapan rasa sakit ini gue harus tahan sebelum gue dapet cowo lagi untuk jadi future husband gue atau kembali lagi kepada dia. It's Do or Death Time.
Cinta Segi Ketek - the series
Rabu, 08 Agustus 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
-
▼
2012
(110)
-
▼
Agustus
(46)
- Tomorrow's expectations
- CITRA SETIANA, THE SONYA CARSON OF MY LIFE
- WHAT I WOULD LIKE TO GIVE PEOPLE FOR CHRISTMAS
- HOW IMPORTANT ARE HANDPHONES/SMARTPHONES FOR YOU? ...
- MY PASSION
- THE BEST HOLIDAY I’VE EVER HAD
- 9
- Selasa, 28 Agustus 2012
- Dari A Sampai Z
- The Writer's Diary
- Bersyukur Selalu
- Garudaku
- Power Of Freedom
- Dear Future Boyfriend...
- Nissan; The Hand Blodded Car
- BI. GAY.
- GLAM.GLAM.GLAM
- REBELLING -CORE-
- Trespassing Deluxe Edition
- Hot Chocolate w/ Caramel Base Syrup
- Less Is More
- Bromance
- Matured!
- Inspirasi Semangkuk Sup
- Name Of The Heroes
- "Halo Selamat Sore.."
- Drive Safe
- Reborn!
- Sejarah
- The Thirteenth
- My Father
- Jakarta, Jumat 13 Juli 2012 16:35
- Describe Yourself in 100 Words
- Live, Love Laugh
- The Day I...
- 500 ml
- The Boyfriend
- The Wanted
- c^pdase
- Boys Before Flowers
- Coke: Your True Coca-Cola Drink
- The Reason For Jerusalem
- A New Gay Best Friend
- It's About To Change (2.38 a.m.)
- Why Argue?
- DEAR BLOG
-
▼
Agustus
(46)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar