Minggu, 31 Agustus 2014

Writers, Writers, Writers



Tomorrow is another new start to another chapter of life. Iya, bulan baru akan segera dimulai lagi. Sosial media bakalan mulai rame sama komentar-komentar “September, please be good” ga penting lagi. Sekolah bakal balik ke jadwal biasa lagi. Dan betul, UN akan menjadi jauh lebih dekat daripada sebelumnya. Gila, waktu ngga ngakal banget jalannya.
Ga berasa dari gue kecil gue udah berhasil baca sekian banyak buku dalam hidup gue. Walaupun iya sih, gue ngga pernah suka komik ato romance books. Neither harry potter nor sherlock satisfies. Buku yang gue baca dari dulu suka aneh-aneh – 5 sekawan aja ngga pernah gue baca. The series of book I own at home ranges from animal books (tentang hamster sama kelinci doang itu juga), geronimoid and magic tree houses, sampe buku-buku nasionalis macem nasional.is.me sampe dewa ruci. I’m lame, I know.
Tapi gue rasa akhir-akhirnya taste gue sama buku ngga ada peningkatan terlalu jauh sejak gue SD dulu kecuali sekarang gue mulai baca sci-fi sama non-fics such as The Fault In Our Stars atau Oliver Twist which had me thinking: whom did I cherish most in the writing world? There must be at least 1 writer whose writing had inspire me throughout my reading life. Dan gue membagi penulis-penulis ini kedalam 2 kategori: penulis dalam negri dan penulis luar negri.
a.      Dalam Negri.
-          Andrea Hirata. Dari semua tulisannya yang gue agung-agungkan sebagai karya sastra terbaik bangsa, gue belom sempet baca 11 Patriot miliknya dan Laskar Pelangi gara-gara gue udah nonton filmnya. Males lah.
-          Pandji Pragiwaksono. Semua bukunya gue lahap dengan jumawa karena gue salut sama orang yang cinta bangsa banget dan lebih banyak action lewat semua kerjaan rangkap dia instead of cuman cuap-cuap nyusahin.
-          Donny Dhirgantoro. Dari 2 buku dia sejauh ini, 5cm is my highlight karna buku itu sejujurnya adalah buku Indonesia pertama yang gue abisin dengan sepenuh niat karena menarik buat gue baik secara imajinasi maupun fakta.
b.      Luar Negri.
-          C. S Lewis. Iya, gue juga mengagungkan karya dia karena his sets of Narnia dan cuman itu doang. Gue cinta mati sama buku Narnia. Gue ngga pernah baca buku dia yang lain; but I believe that it had been this same brilliant.
-          John Green. Anjrit. This person is da bomb. Walopun baru sempet baca 2 dari total 5 karyanya yang bakal pernah gue baca, gue sangat-sangat mencintai otak John Green. Jenius banget. Gue suka karya-karyanya yang bisa menghidupi karater cowok, cewek, dan begitu banyak material lainnya yang menjadi satu dalam cerita-ceritanya. Asoy abis.
Kalian mungkin nanya kenapa penulis kece macem Raditya Dika ngga masuk list gue.
1.      Walopun gaya nulis gue banyak ngadaptasi dari dia, he is not like my included inspirers in writing. Tulisan dia slengean; menurut gue sebenernya isinya kurang berbobot.
2.      Buku dia ngga masuk anywhere near literature or sci-fi. Jadi engga masuk. Gitu.
Terus kalo gue bisa ketemu langsung 1 orang dari 5 yang sangat gue kagumi, siapa yang paling pengen gue temuin gue bakalan jawab C.S Lewis. Walopun gue takut menemukan penulis idola gue semacem dia adalah orang yang “aneh” in some ways, tapi gue rasa gue paling pengen ketemu dia karna dia doang yang udah mati in my-straight-17-years-of-life dimana penulis-penulis lainnya masih cukup muda untuk gue temui suatu hari dimasa depan nanti.
And that’s all I could say today and I want to especially that August for being good already and inspires me with a good fiction to sleep with tonight. Looking For Alaska is my recommended book of the week. Ciao Bella! –red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog