Tomorrow is
another new start to another chapter of life. Iya, bulan baru akan segera
dimulai lagi. Sosial media bakalan mulai rame sama komentar-komentar “September,
please be good” ga penting lagi. Sekolah bakal balik ke jadwal biasa lagi. Dan
betul, UN akan menjadi jauh lebih dekat daripada sebelumnya. Gila, waktu ngga
ngakal banget jalannya.
Ga berasa dari
gue kecil gue udah berhasil baca sekian banyak buku dalam hidup gue. Walaupun
iya sih, gue ngga pernah suka komik ato romance books. Neither harry potter nor
sherlock satisfies. Buku yang gue baca dari dulu suka aneh-aneh – 5 sekawan aja
ngga pernah gue baca. The series of book I own at home ranges from animal books
(tentang hamster sama kelinci doang itu juga), geronimoid and magic tree
houses, sampe buku-buku nasionalis macem nasional.is.me sampe dewa ruci. I’m
lame, I know.
Tapi gue rasa
akhir-akhirnya taste gue sama buku ngga ada peningkatan terlalu jauh sejak gue
SD dulu kecuali sekarang gue mulai baca sci-fi sama non-fics such as The Fault
In Our Stars atau Oliver Twist which had me thinking: whom did I cherish most
in the writing world? There must be at least 1 writer whose writing had inspire
me throughout my reading life. Dan gue membagi penulis-penulis ini kedalam 2
kategori: penulis dalam negri dan penulis luar negri.
a.
Dalam Negri.
-
Andrea Hirata. Dari semua
tulisannya yang gue agung-agungkan sebagai karya sastra terbaik bangsa, gue
belom sempet baca 11 Patriot miliknya
dan Laskar Pelangi gara-gara gue udah
nonton filmnya. Males lah.
-
Pandji Pragiwaksono. Semua bukunya
gue lahap dengan jumawa karena gue salut sama orang yang cinta bangsa banget dan
lebih banyak action lewat semua kerjaan rangkap dia instead of cuman cuap-cuap nyusahin.
-
Donny Dhirgantoro. Dari 2 buku
dia sejauh ini, 5cm is my highlight
karna buku itu sejujurnya adalah buku Indonesia pertama yang gue abisin dengan
sepenuh niat karena menarik buat gue baik secara imajinasi maupun fakta.
b.
Luar Negri.
-
C. S Lewis. Iya, gue juga
mengagungkan karya dia karena his sets of Narnia
dan cuman itu doang. Gue cinta mati sama buku Narnia. Gue ngga pernah baca buku dia yang lain; but I believe that
it had been this same brilliant.
-
John Green. Anjrit. This person
is da bomb. Walopun baru sempet baca 2 dari total 5 karyanya yang bakal pernah
gue baca, gue sangat-sangat mencintai otak John Green. Jenius banget. Gue suka
karya-karyanya yang bisa menghidupi karater cowok, cewek, dan begitu banyak
material lainnya yang menjadi satu dalam cerita-ceritanya. Asoy abis.
Kalian mungkin
nanya kenapa penulis kece macem Raditya Dika ngga masuk list gue.
1.
Walopun gaya nulis gue banyak
ngadaptasi dari dia, he is not like my included inspirers in writing. Tulisan
dia slengean; menurut gue sebenernya isinya kurang berbobot.
2.
Buku dia ngga masuk anywhere near
literature or sci-fi. Jadi engga masuk. Gitu.
Terus kalo gue
bisa ketemu langsung 1 orang dari 5 yang sangat gue kagumi, siapa yang paling
pengen gue temuin gue bakalan jawab C.S Lewis. Walopun gue takut menemukan
penulis idola gue semacem dia adalah orang yang “aneh” in some ways, tapi gue
rasa gue paling pengen ketemu dia karna dia doang yang udah mati in
my-straight-17-years-of-life dimana penulis-penulis lainnya masih cukup muda
untuk gue temui suatu hari dimasa depan nanti.
And that’s all
I could say today and I want to especially that August for being good already
and inspires me with a good fiction to sleep with tonight. Looking For Alaska
is my recommended book of the week. Ciao Bella! –red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar