Bagi anak lama, mungkin udah bukan
rahasia lagi kalo gue adalah anak tunggal dan ada adek kelas kit di Tunas
Bangsa Serpong yang mirip sama gue. Iya, beberapa guru juga udah sering nanyain
ke gue pertanyaan-pertanyaan semacem ini:
“Gloria! Kamu punya adik ya?”
“Gloria! Ada anak yang mirip banget
loh sama kamu. . .”
“Gloria, si itu tuh adik kamu ya?
Kok kalian mirip sih?”
Dan bener juga kalo kalian bilang
bahwa sejak Jumat sekitar 2 minggu lalu gue mulai mengubah persepsi gue yang
tadinya ngga punya adek dari jaman jebot sampe jaman jebot sekarang mempunyai
seorang adek cewe yang super bawel, super mirip, dan super besar dibandingkan
dengan waktu kita pertama kali ketemu (OFKORS. DIA UDAH NAIK KELAS TOLONG).
Korban yang sudah kita lahap dengan trik permainan “Kita kakak-ade beneran”: 2
orang. 1 anak kelas 10 dan 1 guru. Betapa berandalannya kita. Ya sudahlah.
HAHAHA. Ngomong-ngomong, ini adalah profil singkat tentang adek gue yang unyu.
Nama Beneran: Jessica Angela
Nama Samaran: Glory (HAHHA
apabanget sih)
Kelas: 2 SMP
Usia: itung aja sendiri
Ulangtahun: 1 Januari
Beberapa hal yang ngga pernah bisa
kita jawab karna belum diomongin adalah siapa nama bokap nyokap kita, gue
ipa/ips, kita tinggal dimana, gue mau kuliah dimana, ato apalah pertanyaan lain
yang kita bakal jawab impromptu ketika orang lain tanyain. Yaya, ini old trick
banget emang. Tapi apa ya; ada sebuah kebahagiaan tersendiri aja ketika ada
orang lain yang ketipu dan kita hasut untuk percaya bahwa kita emang kakak
beradik.
Untuk ukuran anak SMP yang biasanya
punya fobia sama kakak kelas (which made all kakak SMA’s look so freakishly
scary and unfriendly), adek gue ini adalah orang yang emang udah gue bilang
adalah super duper bawel. Belom apa-apa aja kita udah bisa bikin konfrensi
sendiri ngomongin 1001 hal dari dia jalan dari sekolah kerumah padahal ada
mobil lah, ngga mau ngambil IPS gara-gara jurusan kuliahnya nanti jelek lah,
dan macem-macem tuduhan gosip yang gue bisa sebutin lainnya. Bagus deh; kalo
dia pemalu kan makin nguatin fakta kalo kita “bukan sodara kandung”. MUAHAHAHA.
Jujur aja sih dia lebih memalukan
daripada gue karna dia agak-agak tipe yang ngga peduli orang ngomong apa
tentang dia (which, is the opposite of me yang mikirin orang bakal ngomong apa
tentang gue), dan otaknya secemerlang cowok-cowok yang kalo ditanyain apa yang
membutuhkan dia buat jawab impromptu dia bisa (lah ya gue? Otak gue super lemot
begini coba). She is just like my other half – an exact compliment of my
personality. Yang belum gue ketahui cuman adalah seberapa menyebalkan when she
be as soon as we get to interact as much because I get bored of people too
easy.
What I do can hope from this
relationshit I’m building with a little sister from another mother and another
generation is that I hope she can trust me as much as I did trust kak Jane when
I was younger (and still ongoing, ofkors). I want to reflect what she has done
for us her juniors when she was here with us at school: for my juniors to have
a soul to trust, a sister to rely on. Of course I cannot be exactly as smart,
as nice, or anything like her; but at least I’ve got the flick of her fire to
continue spreading the love. And yes, I am doing it like right now.
Jess, we still have a lot of
catching up to do! ;) –red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar