Minggu, 24 Agustus 2014

The Other Inspirers




Anies Baswedan bilang, bangsa kita ini kekurangan tokoh-tokoh inspiratif. Nggak tuh, menurut gue masih banyak orang yang udah mempengaruhi kehidupan orang lain secara ngga langsung. Tapi emang bener sih, tokoh-tokoh itu kurang mendapat sorotan media sehingga publik seakan buta dan tuli akan kehadiran mereka. Di episode sebelum entri ini gue sempat menyebutkan 2 orang Indonesia yang menurut gue adalah tokoh inspiratif gue. Kadang kita kurang mencari terlalu jauh. Atau kadang, kita tidak perduli sehingga kita kurang mendengarkan hal apa yang ingin mereka ajarkan.
Dan emang bener; dengan Indonesia yang seluas dan se-beragam ini kita ngga mungkin selalu memiliki tokoh inspiratif yang sama. Sama halnya dengan gimana kehidupan Zach Zobiech (USA, 17, meninggal 20 Mei 2013 karena kanker Osteosarcoma) yang kehidupannya diliput oleh SoulPanckaces di YouTube, gue akan meliput beberapa nama dan dampak apa yang sudah mereka kontribusikan untuk gue secara pribadi.
Bagi gue yang susah buat mendorong diri gue sendiri untuk ngambil sebuah inisiatif, nama-nama ini memberikan contoh yang sangat signifikan dan nancep supaya gue senantiasa belajar dari contoh yang mereka abadikan:
-          Gwyneth Evelyn; partner OSIS gue sendiri. Ignites that initiative. Terutama karena dia cewek juga yang harus angkat ampli sendirian dari ruang musik di lantai 5 sampe lantai 1.
-          Jaxxel; anggota OSIS yang awalnya minta dimasukin di seksi olahraga tapi kita tempatkan di bela negara. Hal tersebut ngga mengurangi dedikasinya sedikitpun.
-          Oribel; anggota OSIS yang juga adalah teman yang menurut gue paling helpful dalam tugas tanpa ketua karena driving forcenya sangat diperlukan.
-          Kak Chandra; seksi perlengkapan UPH, entah dia kena ikatan dinas ato emang masih kuliah ato gimama. Tapi mukanya ngga pernah nunjukkin gelagat capek sedikitpun ato berhenti bergerak. Dia selalu ngacir kecuali kalo ngga ada yang bisa dikerjain lagi. Gile. Staminanya harus gue acungin jempol 10 kalo gue punya jempol sebanyak itu.
Dan untuk urusan critical thinking, sahabat gue Cindy dan Karen adalah contoh rasionalis yang paling gue kagumi. Cindy selalu berani ngomong apa adanya dan Karen berpikir in two different ways yang selalu bikin kita bisa milih dan masih banyak lagi orang yang seharusnya bisa gue sebutin kecuali lu bakal tahan depan internet bacain nama semua orang-orang itu.
Dan kadang itulah gunanya orang kayak gue yang kerjaannya merhatiin sekitar dan mengapresiasi kerja keras orang-orang belakang panggung. Karena kalo bukan hasil pekerjaan seorang pengamat, dari siapa pula kita bisa mengetahui penemu telepon atau filsuf yang paling berpengaruh dari zaman purba? Walaupun lambat laun manusia masih akan melupakan sesamanya, setidaknya ada lembaran bukti yang masih mengingat bahwa pada suatu dimensi waktu pada masa lalu ada seseorang yang pernah mengambil bagian dalam pembentukan sejarah. Dan gue adalah salah satu titik terkecil yang juga terletak didalamnya. –red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog