Inilah keluarga baru gue: yang udah gue habiskan waktu kurang lebih setengah taun bareng-bareng. Entah kenapa buat gue this year feels a little different dari tahun-tahun sekolah gue sebelumnya. Menurut gue, dulu ada yang bikin kita jadi rada "canggung" satu sama lain even though sekelas. Mungkin karena dulu kita masih terlalu polos kali ya, belom tau cara ekspresiin kekesalan itu ato masih terlalu ambil ati kalo temen ngomong apa. Tapi sekarang 10a ngga begitu. Itu yang bikin beda. It feels like home. Everybody belongs here. Kalo dulu year 9 ada sedikit kesenjangan antara satu kelas sama kelas lainnya, agak ngga berbaur -- dan dulu kita agak bersaing sama kelas sebelah. Bagusnya sih; itu ngga terjadi lagi sekarang. Semuanya berasa satu keluarga besar yang emang pada dasarnya lagi ababil aja; berusaha ngelewatin masa putih abu-abu dengan kekuatan persahabatan. Secara spesifik, satu kelas dibawah asuhan pendewasaan non-protokoler dari Mr. Lucas ini dikenal sebagai kelas 10a. Kita dikasih duduk bebas & tanggung jawab+pendewasaan sendiri yang bikin kita tau malu & tau diri biar ga jelek-jelekkin nama walikelas kita. Kita semua respect Mr. Lucas tanpa ngarepin apa-apa lebih dari beliau karena mendapatkan kehormatan beliau jadi walikelas aja udah bikin bahagia banget (beneran deh). Tapi beliau terus memberikan penghargaan buat kita dengan sedikit 'perbandingan' nilai dengan kelas sebelah (yang puji Tuhan-nya kelas kita lebih bagus daripada sebelah dengan segala "kebebasan" yang diberikan), compliment buat anak-anak basket menjelang & selama melewati TB CUP kemaren, prinsip-prinsip baru, cerita pengalaman hidup, & masih banyak lainnya deh. Entah gimana taun depan balik ke di"duduk"in sama walikelas lagi kalo kebiasaan kita udah dikasih kebebasan kayak gini. Entah pembiasaannya bakal ngambil waktu permanen ato sementara. Kalo lagi gimana, kita bisa saling cela tanpa belas kasian. Tapi kalo udah punya mau harus kejadian walopun biasanya sih dadakan juga akhirnya. Bisa jaga nama baik demi kepentingan bersama walopun (lagi) harus bisa diancem dulu biar kecekok. Gimanapun juga, teknik walikelas kita ini selalu berhasil di kelas gue, kayaknya sih sama sebelom-sebelomnya juga. Intinya, 10a itu kelas yang vokal, cerdas, lengkap, dan itulah. Everytime I think of how we formed again earlier, gue makin berasa ngga pengen pisah sama temen-temen gue yang uda gue anggap saudara; bukan sekedar sahabat lagi. I feel that I belong here and I have always remember them as my family where I grow up. So shall I say, thankyou school for making us together for the whole academic study. We love being here together; as a family, bestfriends, students, classmates, and above all as a well-known street fighter of the year. We love you 10a. "Tapi skarang, mreka bareng-bareng, ngebela satu tim yang sama dibawah naugan satu sekolah yang sama" -red •glowßproductions•
Cinta Segi Ketek - the series
Kamis, 27 Desember 2012
The 10a
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
-
▼
2012
(110)
-
▼
Desember
(18)
- A Man of Hope is A Man Of Dreams.....
- Mind To Read?
- Hap Happy Mother's Day!!
- To be, or not to be!
- Hope
- Futsal Putri Makin Bergengsi
- 5cm. The Movie
- Life of Pi
- Bear of Color: 15 May
- Batman: The Dark Knight Rises
- The Galau Day
- Mein Descendants
- "What do you expect, an exploding pen?" -Q (assist...
- Another time
- The Difference Between
- The 10a
- A Passion, A Favor
- Big Brand Evolution
-
▼
Desember
(18)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar