I've been thinking, as far as I'm concerned. For as long as I've been living, It does not bug me any bit if people judge me by my thinking because it's what I want; it's what I believe and it's a part of my perception as well. No one could interfere with that. Gue mendadak pengen punya pacar di masa depan nanti yang cinta Tuhan, mukanya cina-cina lumayan lah (jangan yang ganteng-ganteng amat ntar repot), suka olahraga tapi ngga sampe freak gitu, "agak" berotot, bisa musik, cocok sama gue, tanggung jawab, karakter oke, anak basket (mantan), dan masih banyak banget sampe akhirnya Tuhan ngasih statement di otak gue: "kenapa lu yang jadi bikin kualifikasi lu sendiri buat future hubby lu ya?? Siapa Gue??" hehe, gue langsung minta ampun. Gue sadar, it's not my own destiny then to choose which guy to date; even though bukan berarti juga gue cuek soal cowo. Ya okelah, gue admit selama ini kalo nerima cowo belom pernah tanya Tuhan dulu iya ato engga, tapi itu membuat gue cukup belajar bro, belajar banyak banget. Gue tuh tipe pemikir yang kalo abis ada sesuatu yang rada rumit tapi menyenangkan bisa boost gue untuk mikir yang rada melenceng (bukan hal gajelas juga lah ya. Liat aja, hasil pemikiran gue adalah note ini. Kece kan?) Sampe-sampe ade sepupu gue bilang: "lu mikir mulu sih ce!" halaaah, dalem hati gue bilang dia aja yang belom tau esensinya mikir. Yaudahlah ya, gue bawa enjoy aja. Lagian, itulah yang gue rasa adalah kualitas gue yang pengen gue turunin ke anak gue nanti kalo gue udah nikah. Pemikiran gue itu berangkat dari alasan milih cowo yang "tepat" itu. Wkwkw that's what on my mind bro. Gue sih jujur aja belom kepikiran pengen punya anak berapa ato jenis kelaminnya apa ato suami gue kerjanya apa; yang jelas, yang gue tau adalah bahwa ada beberapa kualitas yang gue pengen turunin ke anak gue selain tipe gue yang pemikir ini. 1. Gue pengen anak gue cinta Tuhan dan radikal buat Tuhan. Jelas, kalo emaknya begini anaknya mau ga mau harus punya cinta yang sama buat Penciptanya. Enak aja kalo ga. 2. Gue pengen dia punya hasrat yang sama kayak gue soal bangsa. Istilah kerennya, keturunan pengubah bangsa. Hehe gokil lah gue. Kenapa bangsa? Yah jelas, ngga ada penghargaan tertinggi selain menangin jiwa buat Tuhan melalui bangsa yang udah ngebesarin kita sendiri. Gue ga mau, mentang-mentang nanti jaman udah berubah passion buat bangsa juga jadi berubah. Ga lah, ga bisa di toleransi itu. It's the cycle of life, a choice to be made. 3. Mengingat sejarah dan bertumbuh untuk belajar mencintainya. Ga tau gimana lah, gue hidup dari kecintaan gue terhadap sejarah bangsa-bangsa dan akhirnya bertumbuh kepada fakta bahwa gue kepengen jadi pengubah dunia melalui apa yang bisa gue lakukan. Especially buat Indonesia, gue cinta sejarah bangsa ini dan perjuangannya. Gue ga bisa lepas dari fakta itu. Entah nantinya gue menjadi bagian sejarah atau pembuat sejarah itu sendiri, gue belom yakin. Tapi kalo gue diberi kehormatan untuk menciptakannya, gue dengan sangat senang hati akan melakukannya. Hasrat broh. It lives in me. 4. Talenta di nulis. Inilah yang buat gue faktor paling penting dari seorang gue. Karena gue tau inilah sisi kuat gue yang gue banggain. Mungkin Tuhan akan numbuhin sesuatu yang lebih WOW di anak gue lebih daripada nulis; tapi kalo gue boleh minta, ini yang gue mau: anak gue jago nulis. Lebih dari gue pun gue akan support. Dari sinilah keluar segala perasaan gue: either important ato engga. People live under writing. They just don't realize it sometimes. Selebihnya, gue mau Tuhan aja yang bekerja di dalam diri gue dan kehidupan gue kedepannya. Gue ga mau Gue jadi pendiktenya Tuhan buat apa yang gue mau doang; gue mau nerima semua yang Tuhan terapin di hidup gue sebagai sebuah tahap pendewasaan. Sekian aja sih ulasan buah pikir gue. Entah apakah berapa taun lagi gue ngeliat ini sebagai sesuatu yang seperti apa; entah sotoy, entah gahoel, entah gembel, ato entah iman banget. Gue ngga akan penah ngerti sebelom beberapa tahun kedepan itu bener-bener kejadian. Yep, beberapa tahun kedepan. -red •glowßproductions• "Who knew we would end up like this? Who could guess?" gloriaernita.2012
Cinta Segi Ketek - the series
Kamis, 27 Desember 2012
Mein Descendants
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
-
▼
2012
(110)
-
▼
Desember
(18)
- A Man of Hope is A Man Of Dreams.....
- Mind To Read?
- Hap Happy Mother's Day!!
- To be, or not to be!
- Hope
- Futsal Putri Makin Bergengsi
- 5cm. The Movie
- Life of Pi
- Bear of Color: 15 May
- Batman: The Dark Knight Rises
- The Galau Day
- Mein Descendants
- "What do you expect, an exploding pen?" -Q (assist...
- Another time
- The Difference Between
- The 10a
- A Passion, A Favor
- Big Brand Evolution
-
▼
Desember
(18)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar