Aha! Ngomongin passion sama favor; kayaknya bakal jadi topik yang panjang banget. To be very honest sama lo semua, ini adalah topik yang super menarik buat gue. Kenapa? Gampang aja: gue suka banget sama dua buah kata sifat diatas. Haha, iya emang kayaknya bodoh jawaban gue itu. Tapi jelas gue punya alasan. Alasan gue adalah ini: Buat gue, kedua tersebut adalah dasar motivasi gue untuk melanjutkan hidup di dunia sampai hari ini; gue percaya sama yang namanya passion & gue yakin sama yang namanya favor. Tapi bukan, bukan nama binatang peliharaan gue dirumah. Gue percaya semua orang punya panggilan hidupnya masing-masing & mereka juga adalah hasil dari perkenanan Allah. Percaya ngga? Gini deh kalo ngga ngerti ato ngga percaya, mari gue berikan contoh serta bukti nyatanya supaya kelar baca ini, lu semua bisa dapet sesuatu juga & ngerti kenapa gue bilang kayak tadi. Mari kita mulai dengan panggilan hidup. Ada orang yang bercita-cita jadi dokter, tapi pas dewasa malah berakhir jadi tukang baso paling terkenal di Jakarta. Ada juga yang pengen jadi psikiater, eh malah jadi pilot. Orang boleh punya cita-cita sob, mereka juga boleh bilang "oh gue suka banget sama pekerjaan yang lagi gue kerjain ini!" Tapi pada dasarnya, dalam hati terkecil mereka, gue bisa pastiin kalo mereka ga begitu bahagia; karna mereka ga berhasil mencapai apa yang mereka inginkan. Gue ga memungkiri bahwa sebuah cita-cita & panggilan itu ada "hubungan batin"nya, & kalo cita-cita seseorang itu udah berdasakan apa yang mereka senengin, pada dasarnya hal yang mereka inginkan itu akan menjadi kenyataan ASAL mereka mau usaha untuk mencapainya. Masalah sebagian besar orang saat ini adalah mereka hanya puas dengan apa yang mereka uda capai recently; jadi mereka pikir 'oh yaudah deh, yang penting udah kesampean'. Nah kan kalo begitu kita salah lagi; seharusnya bisa lebih maksimal eh malah jadi cuman "opportunity cost" gara-gara "yang penting kesampean". Contoh paling deket adalah sodara gue. Beliau adalah seorang dokter. Beliau seneng jadi dokter. Dokter adalah cita-cita beliau & udah kesampean. Tapi apa selesai sampe ke "jadi dokter" aja? Dokter yang biasa-biasa? Ngga! Beliau sadar kalo beliau seneng sama kejiwaan, jadi cocok lah beliau menjadi seorang dokter-psikiater yang melayani bangsa kita ini di daerah pedalaman. Bayarannya ngga besar, betul. Tapi seperti kata beliau, ada kepuasan tersendiri kalo beliau bisa bantuin orang-orang tersebut; lebih bahagia kebanding kerja & menuh-menuhin Jakarta + dapet bayaran besar tapi di dalem hatinya tertekan. Kerja seperti itu pasti bukan keinginan orang banyak juga tentunya. But she survived to fulfill her calling; she got her passion; she's there when it counts. But most of all, beliau berhasil. Bukan berhasil secara finansial mungkin, tapi yang jelas berhasil untuk mencapai both cita-cita & passionnya. Ga sia-sia usaha beliau sekolah dokter lebih dari 7 tahun sejak lulus SMA. Pertanyaannya sekarang adalah apa cita-cita kita cuman sekedar cita-cita aja, ato apakah cita-cita itu udah sekaligus menjadi panggilan hidup kita yang mendarah daging? Lanjut ke perkenanan. Seperti yang udah gue bilang, perkenanan sama panggilan hidup itu ada hubungannya karena tanpa perkenanan, panggilan hidup itu ngga akan berhasil. Contohnya gini. Kalo misalnya pacaran; mau kawin; ga dapet restu orangtua; gimana? Ada pasangan yang nekat kawin lari, tapi ada yang nunggu restu orangtua mereka. Nah perkenanan itu ibarat restu orangtua kita; tanpa satu 'senjata' mematikan itu, banyak yang akhirnya ngga jadi. Kayak begitu lah yang bisa gue analogikan dalam sebuah perkenanan. Panggilan hidup kita sama "perkenanan" yan diberikan Tuhan bisa beda, bisa sama. Banyak kali kasus kedua hal tersebut cuman beda dikit, paling nyerempet-nyerempet lah. Yang jelas beda orang beda perkenanan; beda panggilan hidup. Bisa aja ada yang sama mungkin, tapi sektor pekerjaannya pasti beda meski kembar sekalipun. Biasanya sih, panggilan hidup kita ngga akan jauh dari hobi kita & hal apa yang membuat kita bahagia melakukannya. Tapi kalo Tuhan punya rencana lain kan, siapa yang tau? "It's funny how passion & favor can walk alongside of each other; and we'll never run out of it eventually" -red •glowßproductions•
Cinta Segi Ketek - the series
Kamis, 27 Desember 2012
A Passion, A Favor
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
-
▼
2012
(110)
-
▼
Desember
(18)
- A Man of Hope is A Man Of Dreams.....
- Mind To Read?
- Hap Happy Mother's Day!!
- To be, or not to be!
- Hope
- Futsal Putri Makin Bergengsi
- 5cm. The Movie
- Life of Pi
- Bear of Color: 15 May
- Batman: The Dark Knight Rises
- The Galau Day
- Mein Descendants
- "What do you expect, an exploding pen?" -Q (assist...
- Another time
- The Difference Between
- The 10a
- A Passion, A Favor
- Big Brand Evolution
-
▼
Desember
(18)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar