Kamis, 27 Desember 2012

A Man of Hope is A Man Of Dreams.....

Gue lupa pernah baca kutipan itu dimana atau siapa yang mengutipnya. Tapi gue baru dapet pencerahan lagi buat fisik buku "Big Brand Evolution" gue. Ide penting ini.
Setelah tidur jam 3 pagi demi nyelesaiin sebuah tulisan semalem, gue lagi duduk kelaperan di sebuah pusat perbelanjaan sembari nungguin nyokap gue ngajak gue makan di pusat perbelanjaan tersebut. Kenapa gue nunggu? Pertanyaan bagus. Nyokap gue lagi ngantri di bank dan faktanya sekarang gue lagi duduk di food court pusat perbelanjaan tersebut mikirin konsep buku serta segala macemnya. Krusial bagi gue untuk memiliki semua yan sempurna di bagian mana gue ingin mengeksplorasi dunia gue.
Sebelom di tempat ini, gue sempet bercokol di sebuah toko buku terkenal untuk nyari inspirasi mengenai penerbit buku (yang membuat gue sadar ada banyak banget ye bu penerbit buku itu), trus ada gak buku yang sama ajaibnya kayak punya gue nanti (jawabannya adalah engga ada), trus gue kesenengan nanti orang-orang yang kenal sama gue bakal bangga gue udah publikasi sebuah buku fisik (ngayal), baca buku stand up comedy dan mendapat inspirasi besar mengenai mimpi, usaha dan kerja keras (ini keren banget, sumpah!), terus berujung pada kebingungan kenapa gue ngga pernah bisa terlalu tertarik sama novel fiksi dan jarang bisa ngerti lelucon di buku lawakan. Entah karena "taste" gue yang udah terlalu tinggi, atau gue yang kurang referensi aja.
Ide aslinya begini: gue lagi mempertanyakan dengan tajam apakah buku gue akan "worth it" kalo gue kasih judul BIG BRAND EVOLUTION. Nanti orang akan salah tangkep inti buku gue gak? Apakah intisari buku ini harus gue jadikan "kejutan" buat para pembaca yang nantinya mengambil keputusan untuk membeli buku gue? Setelah nanyain ke beberapa orang terdekat gue mengenai kata "big brand evolution" tanpa memberi tahu mereka bahwa itu akan menjadi judul buku karya gue, gue berhasil mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa kalo orang lain aja boleh punya persepsi yang berbeda mengenai big brand evolution, begitupun juga gue. Kalo begitu, gue boleh bikin judul buku gue big brand evolution ini. Yang penting kan nanti orang akan tau esensi dari judul buku gue dan mereka ga perlu menebak dan berujung salah.
Ide kedua berasal dari judul tulisan gue hari ini: a man of hope is a man of dreams. Gue dari kemaren-kemaren juga lagi mempertanyakan orang di sekeliling gue mengenai apa itu "harapan" buat mereka, dan jawabannya bener-bener beragam. Sekali lagi, kuisioner dadakan seperti membuat gue sadar betapa rumit dan indahnya kemampuan berpikir manusia. Gue menyimpulkan sendiri dari semua jawaban yang gue dapet bahwa manusia yang berharap adalah manusia yang mempunyai mimpi. Kenapa? Karena setiap orang yang mempunyai mimpi otomatis akan memiliki sebuah harapan untuk bangun lagi besok pagi dengan sesuatu yang baru, untuk mengetahui bahwa masih ada kesempatan buat dia untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk sekelilingnya, atau sekedar untuk berusaha menjadi lebih baik.
Orang-orang boleh punya passion di berbagai bidang, seperti kalo misalnya mereka hobi nyanyi terus akhirnya membuat album. But that's not mine. Gue boleh suka nyanyi, but that's not it. And some have theirs on drawing; dan itu gila banget karena karya mreka banyak yang keren-keren dan ends up dibayar oleh pagelaran dunia. But once more, its not mine. Nah gue, bidang gue adalah di nulis: where it all started. Even though semuanya berbeda, selama masih dibawah naugan arts, semua orang boleh berkreasi. Semua orang boleh menuangkan buah pikir mereka bagaimanapun, kemanapun, dan berapapun pikiran mereka membawa mereka.
Tinggal apakah mimpi itu akan mereka bawa kepada kenyataan ato ngga, itu urusan belakang lagi. Yang gue tau adalah bahwa gue sendiri punya mimpi dan harapan itu, yang akan gue jadikan kenyataan. Awalnya bermula dari buku ini, the big brand evolution.
As I have ever said once that there is happiness in recognition, this is the place where I started my impersonation of being recognized and "the man of hope is the man of dreams" I wanted to be. -red
•glowßproductions•
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar