Penyesalan selalu datang belakangan. Begitulah kata sebagian besar orang tua kepada anak-anak mereka supaya tidak mengalami hal yang membuat anak-anak mereka menyesal di kemudian hari. Nyatanya, anak-anak lebih sulit menerima pernyataan ini dan sulit diberi tahu sebelum mereka benar-benar mengalami sendiri apa yang orang tua mereka maksudkan pada kuotasi diatas. Pada dasarnya, anak-anak harus mengerti dahulu apa yang harus mereka lakukan dan apa pengertian yang sebenarnya orangtua inginkan anak-anaknya untuk mengerti. Hal-hal di bawah ini adalah beberapa hal yang ingin saya lakukan bertepatan dengan tema ‘hal-hal yang harus di lakukan sebelum menyesal’ serta menunjukkan rasa hormat saya kepada orang tua dan juga guru-guru saya di sekolah yang telah senantiasa mengingatkan saya untuk melakukan hal-hal ini sebelum saya menyesal.
Pertama, saya ingin melakukan yang terbaik selagi saya bisa. Karena jika saya tidak melakukan yang terbaik, pasti pada akhirnya saya akan terjerumus kepada penyesalan tersebut. Seperti dalam hal mengerjakan tugas di sekolah maupun di rumah. Nilai-nilai yang saya peroleh adalah hasil dari apa yang saya lakukan. Jika saya puas hanya dengan nilai 6 atau 7 saja, nilai-nilai saya tidak akan pernah bisa meningkat dan berkemungkinan untuk mendapat nilai lebih rendah sehingga saya harus mengulang materi atau pelajaran tersebut dan menyesal karena tidak melakukan yang terbaik dari awal.
Kedua, saya ingin menjadi yang terbaik dalam keadaan fisik saya saat ini, yaitu saat saya masih muda. Karena kesehatan fisik saya dapat berubah kapan saja dan selama usia terus bertambah, kebugaran dan produktivitas tubuh terus berkurang. Sehingga saya harus belajar dan mengerjakan segala sesuatu semaksimal mungkin selama keadaan fisik saya masih segar bugar. Karena dalam usia ini saya sadar bahwa saya dapat melakukan lebih daripada yang di harapkan dalam mengerjakan tugas sehari-hari maupun dalam mengikuti aktivitas tambahan di sekolah seperti ekstrakulikuler dan mengikuti organisasi sekolah.
Ketiga, saya ingin memanfaatkan waktu saya sebaik mungkin. Baik dalam hal menambah ilmu, meningkatkan kapasitas, mencoba segala hal yang baru bagi saya dan juga memperbaiki karakter saya dan juga cara saya bertingkah laku. Terlebih lagi dalam masa-masa remaja saya yang baru saja saya mulai dan masih banyak sekali rasa ingin tahu dalam diri saya yang belum sempat terjawab maupun terdeteksi. Saya juga sadar bahwa waktu yang saya gunakan saat ini juga akan menentukan apa yang akan terjadi pada diri saya di masa mendatang. Sehingga saya tidak dapat bermain-main dengan waktu yang saya miliki saat ini.
Keempat, saya ingin mengejar mimpi dan cita-cita yang saya miliki. Karena jika saya sudah tua nanti, saya hanya dapat menyesali keadaan saya dan bertanya kepada diri saya sendiri mengapa saya tidak menekuni apa yang menjadi mimpi saya dahulu dan saya tidak dapat memberikan hasil yang maksimal dalam kapasitas saya untuk belajar. Jadi, mengejar mimpi adalah satu hal penting lainnya yang harus menjadi konsentrasi saya jika saya tidak ingin menyesal di kemudian hari.
Terakhir, saya ingin menikmati masa muda saya sembari belajar. Karena saya sadar bahwa masa muda tidak akan datang dua kali, sama seperti beberapa hal lainnya yang tidak akan terulang. Menurut saya, menikmati masa muda bukanlah berarti menggunakannya dengan sia-sia seperti mengikuti kehidupan malam atau hanya sekedar menghabiskan waktu di depan komputer dan bermain, tetapi menggunakannya untuk menjadi radikal bagi Kristus dan membagikan terang-Nya melalui diri saya kepada teman-teman, saudara, keluarga, sahabat, bahkan tetangga di sekitar saya melalui perkataan saya, tingkah laku saya dan juga perbuatan saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar