Orang bilang, berjuang berbuah manis karena berjuang memberi hidup arti
Orang bilang, berjuang harus sampai tumpah darah terakhir
Orang bilang, berjuang harus seperti hari esok tiada kan datang
Tapi apa pernah orang bilang berjuang – ditengah perjalanannya – akan ada
banyak kepahitan yang harus dilalui untuk sampai kepada kemenangannya?
Pernahkah orang bilang perjuangan butuh seumur hidup untuk dimenangkan?
Apa pernah orang bilang perjuangan ada yang hanya beberapa menit sebelum
kemenangan dikibarkan lagi oleh pihak lawan?
Tidak.
Apakah pernah mereka mengingatkan kita bahwa ketidak adilan adalah musuh
tertinggi dan terutama kita?
Tidak.
Apakah mereka menginginkan kita untuk berjuang demi sebuah cita-cita agung?
Ya.
Tapi apakah mereka kemudian bersikap adil atas perjuangan yang kita coba
lontarkan?
Sungguh pahit: tidak.
Yang mereka ajarkan kita adalah bahwa perjuangan yang valid selalu
berbentuk fisik; bukan sesuatu yang dapat terjadi dalam bentuk ide.
Mereka katakan bahwa perjuangan harus untuk kebenaran yang tertulis diatas
kertas, bukan untuk sebuah pencerdasan yang nyatanya lebih penting daripada apa
yang tertulis pada kertas.
Maka kemudian aku menentukan perjuanganku: perjuangan tiada akhir melawan
ketidak adilan terhadap pengkotakkan kreativitas dan pengungkungan gaya pikir.
–red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar