Dari sekian banyak film keren yang tayang tahun ini, ngga
sampe seper-empatnya gue tonton dengan termehek-mehek.
Iyelah, ngapain termehek-mehek kalo ironman belom
nikah-nikah juga.
HAHAHHA NGGA, BUKAN GITU KOK.
Maksud gue “termehek-mehek” tuh sampe gue terkagum-kagum
gitu, loh. Ngga banyak film yang bisa membuat gue terkagum karna emang nonton
aja cuman dikit. HAHAHHA suer dah. Liat aja beberapa film yang gue tonton tahun
ini: dimulai dengan Blackhat awal Januari lalu, Dragon Blade, Mortdecai, Merry
Riana Mimpi Sejuta Dollar, Minions, San Andreas, Maze Runner: Scorch Trials,
Insurgent, Comic 8: The Casino Kings, Pixels, FF7, Night At The Museum,
American Sniper, Avengers: Age of Ultron, pelem Cina yang dikasi gratis nonton dari
kampus, Mockingjay Pt.2, In The Heart Of The Sea, sampai yang baru-baru ini "SINGLE”.
Liat ga
perbandingan film Indonesianya ketimbang film luar? IYA. HAHAHHA BEDA JAUH
BANGET. I have never been a fan of Indonesian horror movies yang sampe pocong
mati terus bangkit lagi lagi juga gue ngga bakal peduli (disclaimer: gue sempet
kepengen nonton “Relationshit” yang rilis November kemaren, tapi gue nyesek
begitu baca spoilernya soalnya Indonesia banget: cinta segi tiga. Makanya ngga
jadi nonton).
Tapi
kalo harus dibandingin sama taun lalu, hampir ngga ada film tahun ini yang
sampe membekas diingatan gue karna menurut gue agak standar kebanding line-up
tahun lalu. But among the movies I watched this year, some has been my favorite
while some are not kalo gue liat balik apa aja yang udah gue tonton. Hari ini
gue bakal bahas top 3 film favorit gue dari film-film tahun ini.
Yang
pertama, Insurgent. Insurgent gue udah baca bukunya dua kali bahkan sebelum gue
nonton filmnya dan jujur ngga se-mengecewakan The Fault In Our Stars. Dari awal
tahun ini pun gue udah menanti film Insurgent, dan kalo ada 1 hal yang bisa gue
tambahin difilm itu adalah jangan bikin sosok Eric menyebalkan karna sebenernya
pemeran Eric itu ganteng. HAHAHA TELL ME IF MY JUDGMENTS ARE CLOUDED ALREADY.
Kedua,
Pixels. That movie though, kid: real life dibalut kebegoan editan game life
yang epic. Belom pernah gue nemu film se-epic itu walopun banyak green
screennya juga deh gue jamin. Adam Sandler almost always did a fine comedy
justice.
Ketiga,
In The Heart Of The Sea. Film ketiga yang dibintangin sama Chris Hemsworth yang
gue tonton tahun ini. Chris Hemsworth emang ganteng. Pft. Even though belum
pernah baca Moby Dick, I felt so close to the book karna film ini. Heartfelt
dan keren.
There
were also a few movies yang I wished I could’ve watched this year. Papertowns
is amongst those (tapi karna waktu itu rating film ini kurang bagus, gue
mengurungkan niat buat nonton). Selain papertowns, I would’ve watch
Frankenstein. For the record, gue dari dulu kepengen nonton anything of
frankenstein tapi ngga pernah seberani itu entah kenapa. Kingsman, Seventh Son,
Inside Out, Jurassic World, The Martian, dan Pan masuk dalam list gue.
Beberapa
film lagi seperti Filosofi Kopi, Jupiter Ascending, Tomorrowland, Cinderella, Terminator
Genisys, Spectre, dan Ant-Man adalah beberapa film yang gue cukup bersyukur
ngga tonton karna beberapa alasan kayak “Jems Bon udah ketuaan jadi ngga
selincah dulu”, “ngga riil”, “kurang bagus” dan “illuminati”.
Sekian
2015 movie recap gue. Semoga tahun depan gue ngga membuat pilihan bodoh dengan
ngga nonton pelem Daddy Rock dan malah nonton Minions lagi. Oh kecuali KungFu
Panda. Gue harus nonton film itu (Po is my byfar my favorite grown-self
animation character). –red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar