Kamis, 24 Desember 2015

2015 Movies Recap



Dari sekian banyak film keren yang tayang tahun ini, ngga sampe seper-empatnya gue tonton dengan termehek-mehek.
Iyelah, ngapain termehek-mehek kalo ironman belom nikah-nikah juga.
HAHAHHA NGGA, BUKAN GITU KOK.
Maksud gue “termehek-mehek” tuh sampe gue terkagum-kagum gitu, loh. Ngga banyak film yang bisa membuat gue terkagum karna emang nonton aja cuman dikit. HAHAHHA suer dah. Liat aja beberapa film yang gue tonton tahun ini: dimulai dengan Blackhat awal Januari lalu, Dragon Blade, Mortdecai, Merry Riana Mimpi Sejuta Dollar, Minions, San Andreas, Maze Runner: Scorch Trials, Insurgent, Comic 8: The Casino Kings, Pixels, FF7, Night At The Museum, American Sniper, Avengers: Age of Ultron, pelem Cina yang dikasi gratis nonton dari kampus, Mockingjay Pt.2, In The Heart Of The Sea, sampai yang baru-baru ini "SINGLE”.
Liat ga perbandingan film Indonesianya ketimbang film luar? IYA. HAHAHHA BEDA JAUH BANGET. I have never been a fan of Indonesian horror movies yang sampe pocong mati terus bangkit lagi lagi juga gue ngga bakal peduli (disclaimer: gue sempet kepengen nonton “Relationshit” yang rilis November kemaren, tapi gue nyesek begitu baca spoilernya soalnya Indonesia banget: cinta segi tiga. Makanya ngga jadi nonton).
Tapi kalo harus dibandingin sama taun lalu, hampir ngga ada film tahun ini yang sampe membekas diingatan gue karna menurut gue agak standar kebanding line-up tahun lalu. But among the movies I watched this year, some has been my favorite while some are not kalo gue liat balik apa aja yang udah gue tonton. Hari ini gue bakal bahas top 3 film favorit gue dari film-film tahun ini.
Yang pertama, Insurgent. Insurgent gue udah baca bukunya dua kali bahkan sebelum gue nonton filmnya dan jujur ngga se-mengecewakan The Fault In Our Stars. Dari awal tahun ini pun gue udah menanti film Insurgent, dan kalo ada 1 hal yang bisa gue tambahin difilm itu adalah jangan bikin sosok Eric menyebalkan karna sebenernya pemeran Eric itu ganteng. HAHAHA TELL ME IF MY JUDGMENTS ARE CLOUDED ALREADY.
Kedua, Pixels. That movie though, kid: real life dibalut kebegoan editan game life yang epic. Belom pernah gue nemu film se-epic itu walopun banyak green screennya juga deh gue jamin. Adam Sandler almost always did a fine comedy justice.
Ketiga, In The Heart Of The Sea. Film ketiga yang dibintangin sama Chris Hemsworth yang gue tonton tahun ini. Chris Hemsworth emang ganteng. Pft. Even though belum pernah baca Moby Dick, I felt so close to the book karna film ini. Heartfelt dan keren.
There were also a few movies yang I wished I could’ve watched this year. Papertowns is amongst those (tapi karna waktu itu rating film ini kurang bagus, gue mengurungkan niat buat nonton). Selain papertowns, I would’ve watch Frankenstein. For the record, gue dari dulu kepengen nonton anything of frankenstein tapi ngga pernah seberani itu entah kenapa. Kingsman, Seventh Son, Inside Out, Jurassic World, The Martian, dan Pan masuk dalam list gue.
Beberapa film lagi seperti Filosofi Kopi, Jupiter Ascending, Tomorrowland, Cinderella, Terminator Genisys, Spectre, dan Ant-Man adalah beberapa film yang gue cukup bersyukur ngga tonton karna beberapa alasan kayak “Jems Bon udah ketuaan jadi ngga selincah dulu”, “ngga riil”, “kurang bagus” dan “illuminati”.
Sekian 2015 movie recap gue. Semoga tahun depan gue ngga membuat pilihan bodoh dengan ngga nonton pelem Daddy Rock dan malah nonton Minions lagi. Oh kecuali KungFu Panda. Gue harus nonton film itu (Po is my byfar my favorite grown-self animation character). –red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar