Kamis, 10 Desember 2015

Aku Muak



Percayalah ketika aku berkata bahwa kita sebenarnya tidak akan pernah lepas dari sebuah tirani pemerintahan yang buruk. Kita hanya berjalan dari satu pemerintahan ke pemerintahan lain, berharap yang baru lebih baik daripada sebelumnya. Kenyataannya, tidak pernah ada pemerintahan yang lebih baik; semuanya seburuk yang sebelumnya. Kita terjebak didalam sebuah roda yang berputar lagi dan lagi tanpa henti – bahkan tidak untuk beristirahat barang satu menitpun.
Kita berputar dan berputar sampai kita lambat laun mengerti bahwa institusi yang kita anggap “baik” ternyata tidak sebaik yang kita pikirkan. Kita terus dibuai dengan positivisme mereka yang mengatakan “kami melihat potensi dalam diri anda! Anda harus bertahan disini karena perusahaan kami membutuhkan orang-orang seperti anda”. Sementara hanya ada beberapa orang yang sejatinya mulai mencium sesuatu yang aneh sejak beberapa bulan awal masuk ke tempat ini, kita yang lain hanya manggut-manggut setuju kepada orang-orang yang kesannya mendukung kita tanpa sepenuhnya memberi perhatian pada intuisi tajam orang-orang terdekat kita ini.
Entah mulai kapan aku terbiasa dibohongi atau sejak kapan aku mulai menyadarinya, yang jelas aku sungguh bersyukur atas kejadian-kejadian yang membuatku mengerti bahwa tidak akan pernah ada institusi yang baik.
Diantara semua pilihan yang aku pilih dipikiranku, semuanya adalah pilihan buruk yang dapat aku lakukan. Tidak satu dari manapun yang akan memberikan dampak buruk yang lebih sedikit namun juga rasanya salah jika tidak berjuang karna menyangkut harkat dan martabatku sebagai seorang pribadi. Dengan demikian, seperti kata penulis Roth dibuku ketiga trilogi Divergent, “jika kita dihadapkan pada 2 pilihan buruk, kita perlu memilih yang menyelamatkan lebih banyak orang yang kita sayangi”. Akhirnya pilihanku hanyalah memilih untuk memilih pilihan buruk yang menyelamatkan lebih banyak orang yang aku sayangi.
Tidak pernah dalam hidupku aku begitu ingin tidak menjadi siapapun dibandingkan saat ini – disaat aku mulai mengerti perkataan temanku mengenai institusi yang buruk ini sungguh nyata. Selama ini aku berjuang karna aku tahu aku memiliki sesuatu yang orang lain  tidak miliki, namun mungkin ‘kesamaan’ itulah yang mereka inginkan – bukan “perbedaan”. Aku sudah muak mencoba menjadi sesuatu ditempat yang tidak menghargai perbedaan yang berusaha ditunjukkan oleh penerus bangsanya. –red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar