Percayalah ketika aku berkata bahwa kita
sebenarnya tidak akan pernah lepas dari sebuah tirani pemerintahan yang buruk.
Kita hanya berjalan dari satu pemerintahan ke pemerintahan lain, berharap yang
baru lebih baik daripada sebelumnya. Kenyataannya, tidak pernah ada
pemerintahan yang lebih baik; semuanya seburuk yang sebelumnya. Kita terjebak
didalam sebuah roda yang berputar lagi dan lagi tanpa henti – bahkan tidak
untuk beristirahat barang satu menitpun.
Kita berputar dan berputar sampai kita lambat
laun mengerti bahwa institusi yang kita anggap “baik” ternyata tidak sebaik
yang kita pikirkan. Kita terus dibuai dengan positivisme mereka yang mengatakan
“kami melihat potensi dalam diri anda! Anda harus bertahan disini karena
perusahaan kami membutuhkan orang-orang seperti anda”. Sementara hanya ada
beberapa orang yang sejatinya mulai mencium sesuatu yang aneh sejak beberapa
bulan awal masuk ke tempat ini, kita yang lain hanya manggut-manggut setuju
kepada orang-orang yang kesannya mendukung kita tanpa sepenuhnya memberi
perhatian pada intuisi tajam orang-orang terdekat kita ini.
Entah mulai kapan aku terbiasa dibohongi
atau sejak kapan aku mulai menyadarinya, yang jelas aku sungguh bersyukur atas kejadian-kejadian
yang membuatku mengerti bahwa tidak akan pernah ada institusi yang baik.
Diantara semua pilihan yang aku pilih
dipikiranku, semuanya adalah pilihan buruk yang dapat aku lakukan. Tidak satu
dari manapun yang akan memberikan dampak buruk yang lebih sedikit namun juga
rasanya salah jika tidak berjuang karna menyangkut harkat dan martabatku
sebagai seorang pribadi. Dengan demikian, seperti kata penulis Roth dibuku
ketiga trilogi Divergent, “jika kita dihadapkan pada 2 pilihan buruk, kita
perlu memilih yang menyelamatkan lebih banyak orang yang kita sayangi”.
Akhirnya pilihanku hanyalah memilih untuk memilih pilihan buruk yang
menyelamatkan lebih banyak orang yang aku sayangi.
Tidak pernah dalam hidupku aku begitu
ingin tidak menjadi siapapun dibandingkan saat ini – disaat aku mulai mengerti
perkataan temanku mengenai institusi yang buruk ini sungguh nyata. Selama ini
aku berjuang karna aku tahu aku memiliki sesuatu yang orang lain tidak miliki, namun mungkin ‘kesamaan’ itulah
yang mereka inginkan – bukan “perbedaan”. Aku sudah muak mencoba menjadi
sesuatu ditempat yang tidak menghargai perbedaan yang berusaha ditunjukkan oleh
penerus bangsanya. –red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar