2015.
Wow. What a year.
A lot
has happened since January of this year started yet a lot of things stayed the
same.
Tahun
ini gue lulus SMA dan masuk kuliah. That is one of the first big things I have
to mention happened to me this year. Gue selamat sentosa dari UN dan selamat
juga menghadapi peralihan pertama dari masa SMA ke kuliah. Twas a tough
challenge for every student though, the transition. And for the simple fact
that I did survive was a little miracle to be grateful for.
Tahun ini
juga gue nonton konser artis pertama yang gue pengenin banget bareng Karen,
sahabat SMP gue. Itu salah satu momen pencapaian yang gila karna duh, ini
Pentatonix (seni musik yang cuman pake mulut, tanpa iringan alat musik apapun)
dan karna gue ngelewatinnya sama sahabat gue sendiri. Sebuah pencapaian juga,
karna gue sebelumnya ngga pernah sampe nonton artis yang gue suka dalam bidang
musik – not Ne-Yo, not Adam Lambert.
Gaya
nulis gue jadi cenderung lebih serius dan berat – terutama karna sejak kuliah
gue dicekokin politik dan menejemen: dua hal yang ngga pernah gue pikir bakal
gue sentuh ketika gue memilih komunikasi sebagai jurusan kuliah gue.
Tahun
ini EDM dalam bentuk “rave party” udah ngga begitu tinggi permintaannya kalo
kita bandingin dengan masa pertama kali EDM keluar. Tapi EDM masih berkembang, lebih
populer diranah musik pop. Dan oh, Justin Bieber udah puber.
Banyak
banget musisi dan artis yang tahun ini berada dalam masa istirahatnya: maka
dari itu kemajuan film dan musik kita – walaupun tetap pada tahap ‘maju’ – ada
sedikit perlambatan.
AirAsia
yang jatoh diawal tahun lalu beritanya masih begitu-begitu aja; dan puji Tuhan
menjadi satu-satunya vessel dengan banyak orang Indo didalemnya yang jatuh.
Gue
masih “anak rumahan” dan ngga ngekos.
Gue masih
lebih milih sepatu casual atau apapun yang enak dipake kebanding heels,
no-make-up kind of days, dan wardrobe yang cuek bebek walopun gue udah mulai
ngerti dikit-dikit milih heels yang nyaman, eye-liner, dan “keliatan lebih
bagus depan gebetan”.
Gue masih
pengen punya cowo walopun udah ngga seakut ketika SMA dulu.
Gue
jadi suka main pacman sama tetris, mainan yang paling bertahan dari jaman jebot
sampe jaman jebot.
Gue
masih suka nonton America’s Next Top Model dimana tahun ini kontestan favorit
gue menang (finally!) dan jangan lupa Masterchef US.
Entah
kenapa Chris Hemsworth kegantengannya meningkat 100% tahun ini, dan entah
kenapa suara Sam Smith bagaikan benang emas yang ngga bakal putus. BEEEEH
NTAPS.
Dan
yang paling penting, gue masih sahabatan sama ketiga sahabat gue dari SMA.
If I
should make a commentary about how 2015 has been, I would say it was okay. It
has definitely been a rough year and a lot happened during the hours the sun
was awake. It has done me much trouble and adventure I would never imagine
would have happened to me if I did not take the path I am taking now. And if
you ask me whether I would like to take the year over again from the start, I
will definitely say no ‘cuz replaying the whole year means re-living the pain I
tried so hard to forget. –red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar