Jumat, 07 November 2014

Introduction to Pantat Ketek Rendang Hatiku Senang Sequel



 Hey Guys!

Welcome back!

Jadi ceritanya mulai dari minggu ini sampe 2 minggu kedepan kalian bakalan menikmati sebuah kisah berkelanjutan karya gue dalam sequel “Ketek Pantat Rendang Hatiku Senang”. Yep, you’re hearing it right: another absurd sequel from my delirious mind.

Iya, gue udah berusaha untuk membuat sequel sejak 1,5 tahun lalu semenjak gue pertama bikin “Cinta Segi Ketek”. Sejujurnya the more I tried to make something out of what I am really good at like ketek dan pantat maka makin gagal juga lah teori-teori ajaib yang gue berusaha kembangkan sampe akhirnya gue baru sadar bahwa rambah penulisan ajaib gue ini ya emang gaboleh jauh-jauh dari hal macem ketek itu. Ya, udah. Terima nasib deh.

Kalo kemaren terinspirasi dari temen-temen geblek gue, this time is the ‘smile inspired’ story karna setelah gue mikir-mikir gue itu fakir banget sama senyum tulus seseorang akhir-akhir ini.

Dengan menganggap pemikiran gue benar, gue ngerasa bahwa sekarang-sekarang ini tuh sulit banget untuk mendapatkan sebuah senyuman yang tulus dari seseorang karna most of the time kita mikir bahwa mereka hanya akan menjadi manusia lain yang “numpang lewat” dalam hidup kita – padahal kenyataannya ngga semua orang begitu jadinya kita nganggep mereka ngga tulus deh senyumnya. Apalagi kalo yang kita ngga suka (nah kan).

Jadi tebaklah siapa orang yang akan memberikan gue senyuman tulus itu dalam kisah ajaib gue ini (macem doraemon gitu ya “kisah ajaib”. Lol. Doraemon mah kantong).

You can trust me on this one fact tho: this one truly came out of my heart as full as the first one!
With that being said, enjoy! –red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar