Hey Guys!
Welcome back!
Jadi ceritanya
mulai dari minggu ini sampe 2 minggu kedepan kalian bakalan menikmati sebuah
kisah berkelanjutan karya gue dalam sequel “Ketek Pantat Rendang Hatiku Senang”.
Yep, you’re hearing it right: another absurd sequel from my delirious mind.
Iya, gue udah
berusaha untuk membuat sequel sejak 1,5 tahun lalu semenjak gue pertama bikin
“Cinta Segi Ketek”. Sejujurnya the more I tried to make something out of what I
am really good at like ketek dan pantat maka makin gagal juga lah teori-teori
ajaib yang gue berusaha kembangkan sampe akhirnya gue baru sadar bahwa rambah
penulisan ajaib gue ini ya emang gaboleh jauh-jauh dari hal macem ketek itu.
Ya, udah. Terima nasib deh.
Kalo kemaren
terinspirasi dari temen-temen geblek gue, this time is the ‘smile inspired’
story karna setelah gue mikir-mikir gue itu fakir banget sama senyum tulus
seseorang akhir-akhir ini.
Dengan
menganggap pemikiran gue benar, gue ngerasa bahwa sekarang-sekarang ini tuh
sulit banget untuk mendapatkan sebuah senyuman yang tulus dari seseorang karna
most of the time kita mikir bahwa mereka hanya akan menjadi manusia lain yang
“numpang lewat” dalam hidup kita – padahal kenyataannya ngga semua orang begitu
jadinya kita nganggep mereka ngga tulus deh senyumnya. Apalagi kalo yang kita
ngga suka (nah kan).
Jadi tebaklah
siapa orang yang akan memberikan gue senyuman tulus itu dalam kisah ajaib gue
ini (macem doraemon gitu ya “kisah ajaib”. Lol. Doraemon mah kantong).
You can trust
me on this one fact tho: this one truly came out of my heart as full as the first
one!
With that
being said, enjoy! –red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar