Sabtu, 06 Juni 2015

#PTXJKT episode 2 – Aftershow

June 3rd, 2015.
Bagi gue dan ribuan orang Indonesia lainnya, malam ini adalah momen penting buat kita.
Bagi gue dan ratusan orang lainnya, ini adalah pertama kalinya kita datang ke Balai Kartini, Jakarta.
Bagi gue dan puluhan orang lainnya, ini adalah konser pertama kita.
Bagi gue dan belasan orang lain, ini adalah kali pertama kita bertemu.
Dari judul gue pun seharusnya kalian sudah bisa menebak apa yang menjadi topik bahasan kita hari ini. Tapi ah, gue kasi tau kalian lagi ah biar makin kece: WOY BROOO DEMI APA REBO KEMAREN GUE AKHIRNYA NONTON PENTATONIX WOYYYY!! AAAAAHHHH!!!!!!
Sudah cukuplah gue sok ide depan lu pada dan jaim. GUA MASIH NGGA PERCAYA MEREKA AKHIRNYA ADA DISINI SAMA SAMA KITA ORANG INDO DI TANAH KELAHIRAN GUE TERSAYANG. KEPS GUE JEBOL DEH INI. HAHAHAHA. ASTAGA MAK GUE HEPI BENER DAH ASLI.
Anyways, we’re gonna recap a little bit about what happened during the show day.
Gue dateng ke venue sekitar jam 15.30 sore dan ketemuan sama kakak-kakak tercinta dari KDB++ yang kemudian masi harus bediri kepanasan dibawah langit sore Jakarta sampe jam 6 sore untuk open gate. Ketika jam 6 tiba, gue ngga sadar gue akan segera jadi tempe goreng kalo bukan karna gue masi pengen nonton PTX karna asli kita desek-desekannya udah kayak ikan yang lagi dipress kedalem kaleng makanan (dasar promotor ngga pro emang psh). Kita masuk sekitar jam 6 lewat 20an dan dapet baris ke-5 dari depan didaerah gold. Dan akhirnya, setelah nunggu 1,5 jam lagi, kita nonton dengan segenap tenaga ke-alay-an yang tersisa. Ngga sih, ngga alay kok.
The show WAS epic.
Karna ini adalah show pertama gue buat something yang bener-bener gue sukain, jujur aja gue punya ekspektasi yang cukup tinggi buat Pentatonix dan sampe akhir acara-pun mereka sama sekali diluar dugaan gue in the good way. Pertama, ternyata mereka aslinya emang udah enak banget (I feel mewek pas nonton tapi ngga bisa nangis. TERHARU COOY). Kedua, shownya mulai tepat waktu (despite the Indonesian culture of “always being late”). Ketiga, energi dari Pentaholic sendiri udah keren banget makanya shownya udah kaya gila kerennya selain daripada energinya PTX yang ngga ada matinya. Kece abis.
My favorite songs from the show were definitely La La Latch and That’s Christmas To Me. La La Latch was an all time fav while That’s Christmas To Me was such a genuine moment yang pengen gue replay terus kalo gue videoin (in which I didn’t). But seriously though, everything was so great that I wouldn’t ever regret ngambil keputusan buat beli tiketnya malem itu 3 bulan yang lalu. Gosh, gue masih speechless sampe sekarang. They were so friggin real.
The best moment of the night was actually pas Julie-O (where I came to really be grateful of KO’s talent and humbleness), chairgirl (walopun bukan gue ceweknya. HAHAHA), dan punya kesempatan ini buat ngumpul-ngumpul sama KDB++ walopun cuman sebentar. Now, lemme tell you about KDB++. IYA, KADEBE PLES PLES. Kenapa Doi Baper.
KDB++ kurang lebih adalah pembelotan terstruktur dan terencana dari grup PTXIndo yang asli. Dengan sisa 21 orang yang udah fix nyaman satu sama lain ini digrup, most of us akhirnya ketemu face to face for the first/second time di Balai Kartini kemaren. Bahasan kita kalo digrup ya mencakup segala macem mulai dari yang beneran ++ sampe yang ngga penting sekalipun. Tapi emang sih, semuanya asikan ‘live’.
Untuk gue, yesterday was definitely my first time and I am hoping real hard that it wouldn’t be my last. “Orang gila” wouldn’t be an appropiate adjective, sih, but it was the only option I have to describe this team buat saat ini. Gue seneng banget KDB++ warm sama semua yang “baru kenal” dan “baru ketemu” hari itu (so that everyone feels accepted {oke kecuali yang nge-photobomb kita itu; itu orang sih ngebetein asli}); KDB bisa bikin ngakak kejer kayak udah kenal 3 taon padahal 3 bulan ini berasa kayak baru 3 hari; dan yang terpenting bisa sama-sama ngga toleransi sama hal-hal nyebelin yang kalo disimpen sendiri bakalan jadi racun. I guess we helped each other to learn to differ antara orang-orang yang awalnya ikutan sekedar buat “iseng” doang dan pada akhirnya membawa ke-iseng-an itu sampe tahap pembelotan sama orang-orang yang sampe akhir terus bertahan dan malah jadi sayang beneran (CIE ELAH BAHASANYA GLO).
And KDB++, can I just tell you that I appreciate every moments we have shared yesterday and what we will have in the future. CHEERS – BOTH FOR US AND FOR PTX. See you when I see you (dan taun depan kalo PTX manggung lagi di Indo). –red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar