Dengan asumsi
kalian udah sering baca update-an kece gue diblog tercinta ini, gue pengen
curcol. LAGI.
Disclaimer,
though: kalo kalian gampang kebakar juga kayak gue (baca: gampang kebawa
emosi), mending kalian jangan baca deh. Karna post kali ini bakal nge-bakar
segenap bulu ketek, bulu dada, bulu pantat, beserta bulu kaki yang kini tengah
bertumbuh dengan ke-unyu-an pada bagian tubuh yang gue sebutkan barusan.
Kecuali kalian mau bulu-bulu itu pada rontok mendadak, nggapapa sih. Tapi abis
itu jangan maki-maki gue aja.
Jadi begini.
Kalian semua
tau gue demen Pentatonix sejak 2013 awal (kalo belom tau, nih gue kasih tau
kan) gara-gara tugas musik. Pentatonix sendiri adalah sebuah grup akapela
jebolan The Sing-Off® USA 2012. Setelah memenangi
ajang pencarian bakat tersebut, 5 manusia yang mampu membuat harmoni kece hanya
dengan suara mereka mulai melakukan cover lagu pada youtube channel mereka, PTXOfficial. Setelah itu, mereka pun
memulai pula tur mereka diwilayah Amerika Serikat.
Gue sudah
melakukan banyak hal demi Pentatonix – sesuatu yang diri gue waktu kecil dulu ngga
akan pernah ngerti. Gue setia nungguin unggahan video baru mereka diYoutube, nontonin video blog mereka, follow mereka di segala macem media
sosial yang gue punya, pokoknya segala macem usaha untuk terus tahu
keadaan/kabar mereka.
Salah satunya
cara tersebut, juga, adalah dengan selalu update
website mereka untuk mengetahui jadwal tur mereka. Gue sudah menunggu
dengan unyu dan tanpa kepastian mereka akan konser di Asia – atau setidaknya
Asia Tenggara – dengan harapan geblek bahwa Indonesia akan masuk salah satu
deretannya. Tahun lalu, gue dibikin gedeg dengan berita diwebsite ptxofficial.com yang ngumumin bahwa PTX (singkatan
Pentatonix) akan konser dibeberapa tempat di Asia Tenggara seperti Jepang,
Singapur, dan Australia. Gue gedeg karna beberapa bulan sebelum pengumuman itu
keluar gue sedang berada di benua Australia. Rasanya... Alamak.
Tapi yasudah.
Gue pikir kita belom jodoh. Jadi yasudah. Rela gue, rela.
Nah tahun ini,
tepatnya 2 minggu sebelum gue Ujian Nasional, gue iseng buka website mereka.
Entah, seperti ada sesuatu yang membuat gue berpikir “ah, udah lama ya ngga
ngecek. Asik juga kali”. Dan disitulah emas gue muncul – berlian yang membuat
gue semangat UN – pengumuman PTX akan kembali konser di Asia Tenggara dan
Indonesia masuk daftar salah satu negara yang akan mereka kunjungi. YAS, hati
gue meledak dengan kebahagiaan bagaikan gue ditembak cowok yang selama ini gue
gebet (yang masalahnya ngga ada. Hiks).
Singkat
cerita, gue akan nonton konser PTX tanggal 3 Juni mendatang pada venue yang
sudah ditentukan. Dan kemudian, disinilah kekesalan gue dimulai.
Setelah ikutan
digrup media sosial untuk PTXINDO (dimana semua fans Pentatonix bisa
berinteraksi dan kenalan satu sama lain) yang awalnya sih asik-asik aja, mulai
ada gejala ngga enak.
PTX ngadain second show divenue yang lebih besar,
lebih worth it, dan lebih kece. MAK,
TAU PHP GAK MAK? IYA MAK, INI NAMANYA PHP MAK. Ketika dengan harga yang sama
gue bisa dapet posisi yang lebih enak dengan kursi yang lebih menjamin disecond show, gue malah udah stuck disini
berebutan kursi di first show nanti.
Minta gue senggol bacok banget itu promotor yang ngadain.
Bukan cuman
itu mak yang bikin gue bete. Mereka menjanjikan informasi Meet and Greet Pentatonix jauh lebih lama sebelum bahkan kita tahu
akan ada second show DAN SAMPE HARI
INI BELUM ADA KEPASTIAN. MAK, PERNAH DIGANTUNG SAMA PACAR GAK MAK? TAU NGGA MAK
RASANYA KAYAK APA MAK? NAH IYA MAK, RASANYA BEGINI: PAHIT. Kalo dompet
berkenan, gue ingin bertemu mereka langsung. Namun jika dompet tidak
mengizinkan, maka yasudahlah #sungkeman.
Lagi, mak, ini
nih. Ada pula promotor yang suaranya selama ini ngga pernah kita dengar
sebelumnya lalu booming dengan membawa PTX ke Indonesia. Menurut penelitian
kakak-kakak terpercaya digrup, gue mengambil kesimpulan bahwa promotor kita
kali ini tidak profesional. Labil, serta kurang memuaskan. Gimana sih ya
rasanya ketika ini adalah konser pertama gue tapi promotornya nyebelin begini
tapi gue ngga bisa kesel juga karna ini adalah penyanyi favorit gue. INI KODE
KEDUA PROMOTOR BUAT GUE BEGAL. HIKS MAK. TOLONG.
Terakhir, ini
adalah kasus diluar apapun yang berhubungan dengan idola gue sendiri karna ini
berhubungan sama grup. Gue baru saja disadarkan pada fakta bahwa masih banyak
banget orang Indonesia gue yang kurang... cerdas, observatif, dan berusaha.
Banyak manusia yang bermuka dua (yang kalo ngga gue tau dari kakak-kakak kece
kalo mereka ngomong berbeda dibelakang dan didepan gue akan adem ayem) dan
nyaman dengan status tersebut. BAH. INI LEBIH PARAH DARI PROMOTOR. MAU GUE
BAKAR AJA GAK. HAH. Gue jadi merasa percuma dicerdaskan; bahwa sia-sia gue
cerdas kalau massa yang akan gue hadapi masih bahagia dengan kebodohan. Ngajak
ribut banget, mak.
Asudahlah.
Curhat gue sampai disini dulu. Kalo gue lanjutin nanti bisa kalian yang gue
bakar sankingan kesel. Eh ngomong-ngomong, sudah rontok belum itu bulu kakimu?
#salahfokus –red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar