Kamis, 07 Mei 2015

#PTXJKT episode 1 – Preshow



Dengan asumsi kalian udah sering baca update-an kece gue diblog tercinta ini, gue pengen curcol. LAGI.
Disclaimer, though: kalo kalian gampang kebakar juga kayak gue (baca: gampang kebawa emosi), mending kalian jangan baca deh. Karna post kali ini bakal nge-bakar segenap bulu ketek, bulu dada, bulu pantat, beserta bulu kaki yang kini tengah bertumbuh dengan ke-unyu-an pada bagian tubuh yang gue sebutkan barusan. Kecuali kalian mau bulu-bulu itu pada rontok mendadak, nggapapa sih. Tapi abis itu jangan maki-maki gue aja.
Jadi begini.
Kalian semua tau gue demen Pentatonix sejak 2013 awal (kalo belom tau, nih gue kasih tau kan) gara-gara tugas musik. Pentatonix sendiri adalah sebuah grup akapela jebolan The Sing-Off® USA 2012. Setelah memenangi ajang pencarian bakat tersebut, 5 manusia yang mampu membuat harmoni kece hanya dengan suara mereka mulai melakukan cover lagu pada youtube channel mereka, PTXOfficial. Setelah itu, mereka pun memulai pula tur mereka diwilayah Amerika Serikat.
Gue sudah melakukan banyak hal demi Pentatonix – sesuatu yang diri gue waktu kecil dulu ngga akan pernah ngerti. Gue setia nungguin unggahan video baru mereka diYoutube, nontonin video blog mereka, follow mereka di segala macem media sosial yang gue punya, pokoknya segala macem usaha untuk terus tahu keadaan/kabar mereka.
Salah satunya cara tersebut, juga, adalah dengan selalu update website mereka untuk mengetahui jadwal tur mereka. Gue sudah menunggu dengan unyu dan tanpa kepastian mereka akan konser di Asia – atau setidaknya Asia Tenggara – dengan harapan geblek bahwa Indonesia akan masuk salah satu deretannya. Tahun lalu, gue dibikin gedeg dengan berita diwebsite ptxofficial.com yang ngumumin bahwa PTX (singkatan Pentatonix) akan konser dibeberapa tempat di Asia Tenggara seperti Jepang, Singapur, dan Australia. Gue gedeg karna beberapa bulan sebelum pengumuman itu keluar gue sedang berada di benua Australia. Rasanya... Alamak.
Tapi yasudah. Gue pikir kita belom jodoh. Jadi yasudah. Rela gue, rela.
Nah tahun ini, tepatnya 2 minggu sebelum gue Ujian Nasional, gue iseng buka website mereka. Entah, seperti ada sesuatu yang membuat gue berpikir “ah, udah lama ya ngga ngecek. Asik juga kali”. Dan disitulah emas gue muncul – berlian yang membuat gue semangat UN – pengumuman PTX akan kembali konser di Asia Tenggara dan Indonesia masuk daftar salah satu negara yang akan mereka kunjungi. YAS, hati gue meledak dengan kebahagiaan bagaikan gue ditembak cowok yang selama ini gue gebet (yang masalahnya ngga ada. Hiks).
Singkat cerita, gue akan nonton konser PTX tanggal 3 Juni mendatang pada venue yang sudah ditentukan. Dan kemudian, disinilah kekesalan gue dimulai.
Setelah ikutan digrup media sosial untuk PTXINDO (dimana semua fans Pentatonix bisa berinteraksi dan kenalan satu sama lain) yang awalnya sih asik-asik aja, mulai ada gejala ngga enak.
PTX ngadain second show divenue yang lebih besar, lebih worth it, dan lebih kece. MAK, TAU PHP GAK MAK? IYA MAK, INI NAMANYA PHP MAK. Ketika dengan harga yang sama gue bisa dapet posisi yang lebih enak dengan kursi yang lebih menjamin disecond show, gue malah udah stuck disini berebutan kursi di first show nanti. Minta gue senggol bacok banget itu promotor yang ngadain.
Bukan cuman itu mak yang bikin gue bete. Mereka menjanjikan informasi Meet and Greet Pentatonix jauh lebih lama sebelum bahkan kita tahu akan ada second show DAN SAMPE HARI INI BELUM ADA KEPASTIAN. MAK, PERNAH DIGANTUNG SAMA PACAR GAK MAK? TAU NGGA MAK RASANYA KAYAK APA MAK? NAH IYA MAK, RASANYA BEGINI: PAHIT. Kalo dompet berkenan, gue ingin bertemu mereka langsung. Namun jika dompet tidak mengizinkan, maka yasudahlah #sungkeman.
Lagi, mak, ini nih. Ada pula promotor yang suaranya selama ini ngga pernah kita dengar sebelumnya lalu booming dengan membawa PTX ke Indonesia. Menurut penelitian kakak-kakak terpercaya digrup, gue mengambil kesimpulan bahwa promotor kita kali ini tidak profesional. Labil, serta kurang memuaskan. Gimana sih ya rasanya ketika ini adalah konser pertama gue tapi promotornya nyebelin begini tapi gue ngga bisa kesel juga karna ini adalah penyanyi favorit gue. INI KODE KEDUA PROMOTOR BUAT GUE BEGAL. HIKS MAK. TOLONG.
Terakhir, ini adalah kasus diluar apapun yang berhubungan dengan idola gue sendiri karna ini berhubungan sama grup. Gue baru saja disadarkan pada fakta bahwa masih banyak banget orang Indonesia gue yang kurang... cerdas, observatif, dan berusaha. Banyak manusia yang bermuka dua (yang kalo ngga gue tau dari kakak-kakak kece kalo mereka ngomong berbeda dibelakang dan didepan gue akan adem ayem) dan nyaman dengan status tersebut. BAH. INI LEBIH PARAH DARI PROMOTOR. MAU GUE BAKAR AJA GAK. HAH. Gue jadi merasa percuma dicerdaskan; bahwa sia-sia gue cerdas kalau massa yang akan gue hadapi masih bahagia dengan kebodohan. Ngajak ribut banget, mak.
Asudahlah. Curhat gue sampai disini dulu. Kalo gue lanjutin nanti bisa kalian yang gue bakar sankingan kesel. Eh ngomong-ngomong, sudah rontok belum itu bulu kakimu? #salahfokus –red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar