Ketika hidup
ini dihadapkan pada kesederhanaan dan ketiadaan internet, pikiran gue berusaha
mencari aktifitasnya sendiri dengan menjelajah jauh kepada pemikiran yang
selama ini hanya menjadi pikiran dangkal. Gue anti bilang bosen; makanya gue
terus memikirkan sesuatu.
Pikiran gue
kemarin merujuk kembali tentang ingin diingat selamanya; tentang meninggalkan
bukti konkrit keberadaan kita sebagai manusia; tentang bacaan yang membuat gue
sadar betapa bullshit semua kehidupan ini kecuali daripada ketidak pastian itu
sendiri.
Gue kembali
menanyakan pertanyaan dan mendapatkan konklusi yang diluar dugaan.
...
How do you
want to be remembered?
How do you
want to leave your mark?
Entah; this
world is too vague to just care about it.
Masih banyak
banget orang lain yang perlu dinotice sebelum kehidupan gue dan yang hidupnya
sudah berlangsung lebih lama sebelum gue.
But don’t we
all want it, though? To be remembered?
It’s pretty
animalic.
Gue mau
diinget orang. Tapi apa definisi yang orang akan ingat tentang gue?
Gue baru sadar
gini: gue aja punya cara pandang beda tentang sebuah benda sederhana kayak
sendok garpu kalo gue mau bandingin sama temen gue. Nah, skarang kalo kita
minta orang mengingat kita sebagai mahluk yang kompleks, kita mau diinget
apanya? Toh, mereka punya perspektif yang lebih luas lagi.
Gue sendiri
jadi semakin ragu kalo gue pengen diinget.
Because different
people tend to have different say about me.
Gue ngga
kepengen aja diingat sebagai sesuatu yang tidak gue inginkan. Tapi gue juga
ngga bisa ngedikte orang, kan?
Kalo kalian tanya
bonyok gue, they’ll def say something good about me. Mereka taunya gue anak
baik.
Kalo Cindy,
dia bisa bilang gue bejat karna obrolan kita ngga pernah lurus.
Keran, dia
bisa bilang gue dari sisi mana lagi. Dia tau sifat gue yang beda.
Lah kalo elu?
What can you say about me?
It’s weird now
thinking that I want to square myself into one sort of “mau diinget kaya apa” sementara
perspektif orang akan selalu beda tentang gue. I think it’s even weirder to
keep wanting to be remembered ketika gue tau gue ngga meninggalkan jejak
sekonkrit banyak orang lain.
Lagian, kalo
lu mau tau tentang gue, lah elu tinggal baca tentang gue dari arti nama gue
yang 90% akurat. Dari situ kalian bisa inget gue orang yang seperti apa. Atau,
kalian bisa baca juga personality type gue walopun kalian ngga akan pernah
ngerti apa rasanya karna kalian ngga pernah menghidupi gue. Ngapain lu harus
betah nungguin gue bacot berjam-jam disini?
I guess the
way I want to be remembered is too wide and yet too vague.
Tapi kalo
tetep ditanya dan gue harus memberi jawaban, gue pengen bilang bahwa gue ingin
diingat sebagai pejuang – seseorang yang memperjuangkan value yang
dipercayainya sampai akhir hayat. Seseorang yang authentic, yang idenya adalah
ide gila namun memberi perspektif lain. Sebagai orang yang berkeinginan keras;
yang tahu apa tujuannya datang kesebuah tempat dan mampu mencapai tujuan
tersebut ketika selesai waktunya. Yang mau terus belajar dan belajar; yang
tidak pernah berhenti bertanya.
Udah,
sesederhana itu.
Sekarang
giliran kalian.
Kalian mau
diingat seperti apa? –red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar