Kamis, 30 April 2015

How Do You Want To Be Remembered



Ketika hidup ini dihadapkan pada kesederhanaan dan ketiadaan internet, pikiran gue berusaha mencari aktifitasnya sendiri dengan menjelajah jauh kepada pemikiran yang selama ini hanya menjadi pikiran dangkal. Gue anti bilang bosen; makanya gue terus memikirkan sesuatu.
Pikiran gue kemarin merujuk kembali tentang ingin diingat selamanya; tentang meninggalkan bukti konkrit keberadaan kita sebagai manusia; tentang bacaan yang membuat gue sadar betapa bullshit semua kehidupan ini kecuali daripada ketidak pastian itu sendiri.
Gue kembali menanyakan pertanyaan dan mendapatkan konklusi yang diluar dugaan.
...
How do you want to be remembered?
How do you want to leave your mark?
Entah; this world is too vague to just care about it.
Masih banyak banget orang lain yang perlu dinotice sebelum kehidupan gue dan yang hidupnya sudah berlangsung lebih lama sebelum gue.
But don’t we all want it, though? To be remembered?
It’s pretty animalic.

Gue mau diinget orang. Tapi apa definisi yang orang akan ingat tentang gue?
Gue baru sadar gini: gue aja punya cara pandang beda tentang sebuah benda sederhana kayak sendok garpu kalo gue mau bandingin sama temen gue. Nah, skarang kalo kita minta orang mengingat kita sebagai mahluk yang kompleks, kita mau diinget apanya? Toh, mereka punya perspektif yang lebih luas lagi.
Gue sendiri jadi semakin ragu kalo gue pengen diinget.
Because different people tend to have different say about me.
Gue ngga kepengen aja diingat sebagai sesuatu yang tidak gue inginkan. Tapi gue juga ngga bisa ngedikte orang, kan?
Kalo kalian tanya bonyok gue, they’ll def say something good about me. Mereka taunya gue anak baik.
Kalo Cindy, dia bisa bilang gue bejat karna obrolan kita ngga pernah lurus.
Keran, dia bisa bilang gue dari sisi mana lagi. Dia tau sifat gue yang beda.
Lah kalo elu? What can you say about me?
It’s weird now thinking that I want to square myself into one sort of “mau diinget kaya apa” sementara perspektif orang akan selalu beda tentang gue. I think it’s even weirder to keep wanting to be remembered ketika gue tau gue ngga meninggalkan jejak sekonkrit banyak orang lain.
Lagian, kalo lu mau tau tentang gue, lah elu tinggal baca tentang gue dari arti nama gue yang 90% akurat. Dari situ kalian bisa inget gue orang yang seperti apa. Atau, kalian bisa baca juga personality type gue walopun kalian ngga akan pernah ngerti apa rasanya karna kalian ngga pernah menghidupi gue. Ngapain lu harus betah nungguin gue bacot berjam-jam disini?
I guess the way I want to be remembered is too wide and yet too vague.
Tapi kalo tetep ditanya dan gue harus memberi jawaban, gue pengen bilang bahwa gue ingin diingat sebagai pejuang – seseorang yang memperjuangkan value yang dipercayainya sampai akhir hayat. Seseorang yang authentic, yang idenya adalah ide gila namun memberi perspektif lain. Sebagai orang yang berkeinginan keras; yang tahu apa tujuannya datang kesebuah tempat dan mampu mencapai tujuan tersebut ketika selesai waktunya. Yang mau terus belajar dan belajar; yang tidak pernah berhenti bertanya.
Udah, sesederhana itu.
Sekarang giliran kalian.
Kalian mau diingat seperti apa? –red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar