Jumat, 03 April 2015

Uniform



Selama minggu ini, gue iseng-iseng melakukan review terhadap hasil penulisan gue selama triwulan pertama 2015. Tentu, ada beberapa hal yang menjadi highlight buat gue yang menjadi tanda gue masih melakukan progres positif ketika gue menulis tapi beberapa lainnya adalah sebuah kemunduran. Ngga fatal sih kemundurannya, tapi yah ngga enak jugalah – rasanya kayak ada bagian diri gue yang bahkan gue ngga kenal lagi.
Tapi sama seperti dua sisi sebuah koin, akan selalu ada hal-hal yang berubah dan yang sama sejak gue dulu memulai karier gue dalam menulis. Dalam kasus ekstrim, ketika gue masih SD dan nulis diary. Ada beberapa yang makin kesini semakin gue prefer – sesuai dengan perkembangan emosi gue.
Kali ini, gue mau membahas 10 persamaan gue dengan ketika gue masih SD dulu – both writing and whatnot.
1. Gue masih males mikir kalo harus ngembangin ide itu di otak doang. Pasti ngga nyampe sebuah post udah lupa lagi.
2. Makanya sebelom dapet laptop, gue lebih prefer ngembangin ide diatas kertas. Sekarang sih masih, tapi jarang banget. Gue lebih milih handphone kalo lagi ga bawa laptopnya atau bahkan  langsung laptop karena a) lebih cepet dan b) lebih efektif walaupun I tend to have different perspective with different medias.
3. Gue masih nulis diary sampe sekarang tapi bukan pada format "dear diary" lagi. Lebih gaul gitu deh ceritanya. Tanya si Cindy.
4. I still believe in my knight in shining armor. Sejak Chinese guys do not suffice karna menurut gue skarang mereka eshol semua, gue jadi prefer Aussie bule's for no reason.
5. Gue masih manusia yang 99% light-hearted alias jarang ngambek. Nah, kalo gue udah sensi-sensi nyebelin + banyak diem artinya gue udah capek. Gitu.
6. Gue lebih demen sendirian jadi bisa kayak monyet-monyetanan karet tanpa harus nanggung malu walopun gue juga kadang prefer ada satu sahabat yang ngerti kemonyetan gue (does this imply that I believe that we exist firstly as monkeys? HECK NO. That's just the way I like to imply to the childish part of myself)
7. Through writing exhaust my emotion so much, it helps unlock a lot of the world's secret to me – sesuatu yang gue sadari ulang ketika gue baca-baca tulisan lama gue dan mikir kayak “Oh waktu kecil gue udah ngerti ini ya...” HM.
8. I have always liked history – both of a nation or of someone. One of those "history related stories" were where people came from. I just like it because it happens to be my umvelt and took all the interest my world holds. This is why my vision for the future life is to listen to those stories
9. I am easily "wow"-ed even just by different perspectives, cooler technology something offers, or even just a concept of a hotel room I've never been to before. Kurang childish apa gue kan?
10. I have a gift of pushing myself to "understand" other's cause of doing and let it pass that easy simply because gue ngga tahan sama conflict - even internally. I am almost always at peace; at monyet mode.
Setelah nomer kesepuluh, gue mikir apa inilah rasanya ketika Tuhan abis ngasih 10 perintah Allah ke Musa: PLONG BANGET.
HAHAHA.
Yah, kan, seperti yang gue pernah bilang: gue lebih bisa mengkomunikasikan apa yang ada dikepala gue dalam bentuk tulisan PLUS refer back to number 1 (itu bukan alibi deh seriusan). –red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar