Kamis, 15 Mei 2014

Pertemanan Sebatas Kerupuk Goceng



I went through a lot of emotions yesterday mulai dari kuas gue ilang, forex kelompok gue rugi, gue kehabisan duit alias bokek tudemeks sampe akhir bulan, joomla gue gagal, botol ijo bulet gede kesayangan gue ilang, sampe sepatu item biasa gue harus nginep di rumahnya salah satu temen basket gara-gara Selasa kemaren udah capek banget dan males naik keatas buat ngambil (baca: ketinggalan).
There was a lot of regression I feel I was going through this past week – especially because I finally get the word form of why and what I’m going through tonight. Yes, I am indeed experiencing that “lazy for no reason” feeling. It wasn’t a good time for me going through it in this kind of moment, but I guess that it was the best thing for some of the following reasons.
One. My coke can creation was a blast. Gue suka gaya coke can gue kali ini. It came from hard work and passion #eak
Two. Basketball practices were actually over and I will finish sophomore year soon as this final test ends. 2 weeks of holiday, I am here for you.
Three. I had like one of the best clique moment with Faggs just a day before our ‘sitting next to each other’ ends.
It was at the library when it happened; pelajarannya Reading Writingnya Mihan yang udah cuman sisa free time jadi kita disuruh ke library buat baca ngisi waktu – sama aja ngga terlalu efektif untuk bikin anak-anak IPS shut up sebenernya. Gue duduk semeja sama Mei & Justin diseberang gue dan Cindy sama Mbing di sebelah gue. Awalnya gue ngga nyangka (dan emang ngga nyangka banget masih sampe sekarang) that this shit happened and that it actually did happen too.
FK: *kucuk-kucuk dadakan nyamperin meja yang ada gue + Cindy + Mbing + Mei + Justin sambil bawa buku cara bikin kue imut* Cin, gua liat foto lo di year book loh. Muka lo difoto jelek banget!
Cindy: heh! Apah?!?! Foto apaan? Dimana? HAH! *muka Cindy udah kayak serial killer siap ngegolok lawannya*
FK: culun banget lo
Cindy: Eh sial. *shriek* *teringat bayang-bayang masa lalu* Glor! Tendang dia Glor! Tendangin! Wakilin gue tendangin dia!
Gue: *cengo sambil mikir beneran mau mukul dia apa engga*
Cindy: GLOR! TENDANG GLOOORRR!!! *dengan sepenuh jiwa berteriak* karena ada space between gue dan dia!!
Gue: *mukul lengan dia juga akhirnya*
FK: hah? Kenapa? *bingung kenapa gue pukul dia*
Gue: Tuh Cindy yang suruh!
Cindy: Lu ada dendam pribadi sama gue yah FK?? Oh jadi gitu lu sama gue??
FK: ngga kok. Gue kan sekarang sama Glori udah partneran~
Gue: *BAHAHHAHAHAHA I WIN BEACH I WIN*
Mei & Cindy: *Evil laugh look*
Cindy: OH jadi gitu Glor sekarang? Elu lebih memilih dia daripada gue? GITUH??
Gue: ENGGAK KOK! *padahal dalem hati sih bilang “Iya Cindy, maafkan aku! Aku terserang epilipsi dan gue mau tularin dia!”* ENGGAK!!!
Cindy: OH OKEH *sambil ketawa-ketawa kecil*
FK: kan Glori sering bagi kerupuk gocengnya tante Santi
Cindy: hahh??
Meilissa: itu mah semacem pangsit-pangsit kecil gitu kaaan bukan kerupuk?? *muka rada cengo*
Cindy: oh jadi partneran kalian cuman sebatas kerupuk??
Gue & FK berbarengan: IYA!!
Gue, Mei, Cindy: *ngakak*

Uwoh. Betapa menariknya sebuah pengalaman bisa bikin gue kesengsem senyum-senyum sendiri for the rest of the day walaupun that day was relatively heavy for me. But because of this one shit, I’d likely reconsider the meaning of the whole day to myself. Thankyou, Wednesday the 14th! –red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar