Jumat, 31 Mei 2013

Teori Ekonomi JJ



            Perkenalkan, nama saya adalah Gloria Ernita. Saya menyandang gelar “Pakar Teori Ekonomi Ngasal Jomblo Friksional”. Hasil karya saya ini merupakan hasil karya tesis kedua saya, karena waktu itu saya gagal skripsi. Saya sangat terpukul saudara-saudara! Bayangkan saja, usaha saya mencari sebuah teori selama 1,5 tahun ditolak mentah-mentah oleh penguji. Maaf saudara-saudara, emosi saya meluap.
Kata penguji skripsi saya hari itu, teori ekonomi yang saya berikan tidak valid. Jadi ya sudah, saya mengulang lagi 5 tahun hingga sampailah saya pada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa. Ya, saya akhirnya menemukan sebuah teori yang saya sudah buktikan kebenarannya. Teori ini saya berikan nama “Teori Ekonomi JJ” yang terinspirasi dari dua sahabat saya yang terdahulu. JJ adalah singkatan dari... emmm, maaf tidak bisa saya beri tahu arti JJ karena singkatan ini menyangkut hajat hidup banyak klassemen hewan. Mari, saya jelaskan teori saya.
            Teori JJ berbunyi begini:
“semakin lama JJ menghabiskan waktu di Alfamart, semakin kecil benda yang akan dia beli. Ukuran benda berbanding terbalik dengan lamanya waktu yang dihabiskan.”
            Dalam teori JJ, saya tidak dapat menyebutkan besar kecilnya nominal yang dihabiskan JJ di alfamart karena harga barang tergantung tingkat level kesadaran untuk menghemat uang. Jika sedang boros, wajar saja jika barang yang kecil tersebut akan berharga sangat mahal.
            Pada normalnya, manusia akan memenuhi fungsi teori ini:
“ukuran belanjaan akan berbanding lurus dengan waktu yang dihabiskan sesuai dengan kocek”.
            NAH! Kemudian timbul pertanyaan. Apakah, atau lebih tepatnya siapakah sosok “JJ” ini! Betul, baru saja akan terpikir hal ini setelah saya menyebutkannya. JJ adalah sejenis homo sapiens dari mantan SMA saya dahulu yang memang berbeda dari kita semua. Jika kita adalah homo sapiens - homo sapiens normal, dia ini merupakan homosapiens gagal fermentasi sehingga menimbulkan efek samping pada cara berpikir dan pola tingkah lakunya sehari-hari.
            Jadi, teori saya sudah terbukti benar. Homo sapiens gagal fermentasi akan muncul disekitar kita tanpa sadar dan hanya mereka yang dapat memenuhi variabel utama teori ekonomi JJ saya ini. Jika kita kurang berhati-hati dalam mengenali mereka, bisa saja kita terkontaminasi bibit-bibit gagal fermentasi mereka.
Bibit-bibit kegagalan tersebut sangat bisa tertanam dalam diri kita sendiri lalu kemudian kita juga menjadi manusia-manusia aneh seperti mereka. Jangan PERNAH mau menjadi seperti mereka.
            Waspadalah, Waspadalah.... (ngikutin gaya bang napi yang ada di acara tipi-tipi jadul itu) *musik horror* -red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar