OMG YES! Biology gue lulus. I’m so happeh. Gawd yes.
Gue hari ini agak nyesek sih ya, emmmm matematichikahnya susah setengah mpet,
inggrisnya ya gitu deh. I had no spare time to write in class simply because I
was all so stressed out and time turns out to be very crucial to stay focused
today. I don’t think I gave my all yet, but yeah. AT LEAST I tried. *sigh*
Lagu pagi gue di rumah adalah “You Are The Only
Exception” versi Glee (oke ngga nyambung banget. Lanjut).
All of us have to agree that mathematics kills today. I
feel like dying. GAAH. Everybody was stressed. But there was one thing that
took quite much of my attention tho, yet it’s again about him. It was all
happening times not far after class was dismissed.
Keluar kelas, gue sadar dia jalan di belakang gue. Tapi
gue pua-pura gak tau aja. Sebenernya sih gue seneng, dia turun sendirian (jadi
maksudnya kita berduaan aja gitu). But since I was emotionally drained, jadilah
gue ngacangin dia. So gue ngacangin orang tuh not for no reasons juga
sebenernya.
Turun
tangga lantai 6 kayak anak kecil main kereta api, lantai 5 ke lantai 4 we took
different staircases. Iya, lantai 4 kita ketemu lagi dan gue ke toilet dulu
sementara dia pergi kearah Hall which I have also predicted to have taken the
agenda with him. Pas gue keluar dari toilet, he was at the announcement board,
agak kayak pura-pura baca gitu dan gue nanya: “Eh, agenda lu baru keluarin
setengah ya?” “iya Glor.” Jawab dia singkat. Terus gue ngeliat blueform biologi
yang terpampang nyata didepan gue sambil ngacangin dia (iyalah; orang lagi
deg-degan dapet blue form apa kagak. Gimana ceritanya gue mau sambil ngobrol
sama dia). Not long sambil gue flick pages, dia ngomong lagi: “Glor, gue balik
duluan ya.” “Oke bye. Ga *nengok*” “ Bye”. TUMBEN. Sebenernya jarang banget
kejadian sama dia begini. Beda banget.
Split
seconds, gue seneng banget gue ga dapet blue form and went to the teachers room
to take the rest of the agenda (BTW dia cuman ambil setengah! Oh Come on...)
and nanya nilai bio gue. PUJI TUHAN. “OMG” versi Pentatonix ngebayang-bayangin
kebahagiaan gue tadi.
Terus gue
beresin tas dikit dan turun juga deh. Gue heran: tadi dia bilang mau pulang
duluan. Tapi pas gue nyampe lantai 3 eh dia masih ada dan kita jadi turun
barengan lagi. Coincindence? I think yes. As soon as we nyampe lantai 1, kita
juga keluar lobby bareng – not saying other words. Dia pulang, gue belom
dijemput. Hah kepret.
Mendadak
gue ngerasa: kok gue kayak Riani sama Genta di cerita 5cm ya, kayak jadi “ibu
bapak”nya anak-anak sementara yang lain masih asik main diatas? Entahlah.
Silence brought us together today.
Gue
langsung keingetan quote ini:
“
There are some people who could hear you speak a thousand words and still not
understand you. And there are others who will understand without you even
saying a word.”
Exacta.
That was just what I thought happened.
After school, me and mom had lunch at SMS mall on
fish&co restaurant, and guess what? Beauty and a Beat was played. I had a
vivid memory on my crush crush (still until now walaupun udah ngga ketemu lagi)
and it made me missed him damn bad. Gue sebenernya pengen cerita ke nyokap soal
2 sosok manusia berbeda yang udah menyita pikiran gue akhir-akhir ini, tapi
ngga jadi deh. Rasanya nyokap aja sometimes ga perlu tau tau amat lah.
IDK if beberapa minggu terakhir ini emang harus gue nikmatin
banget lambatnya waktu bergulir karena siapa tau taun depan gue ga dapet lagi
kesempatan mencintai yang sama kayak gini. Terlebih, karena gue seneng aja bisa
deket sama temen-temen sekelas gue yang tercinta dalam perjuangan kita semua.
-red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar