Kapan terakhir kali lo bersyukur? Hmm, pertanyaan yang agak aneh. Tapi kita harus mikirin, gimanapun juga. Kali ini kita akan sedikit banyak membahas tentang agama. Nyamain persepsi dulu ya sebelomnya. Tujuan gue membuat entri tentang ini hanya untuk ngebahas doang, bukan untuk menarik orang ke suatu agama tertentu. Just only to discuss with you guys, no other reasons.
Di agama gue, ada sebuah lagu yang mengatakan kurang lebih begini: “Bersyukurlah, kepada Tuhan. Sebab Ia baik. Bahwasannya untuk selamanya kasih setia-Nya”. Orang-orang biasanya nanya, gimana gue bisa bersyukur? It’s easy. Bisa dengan ngomong dalam hati, “Makasih Tuhan, buat hari ini. Buat hari yang baru”. Itu sudah bisa disebut bersyukur. There’s so many ways to be greatful. Contoh yang gue sebutin itu cuman 1 dari seribu contoh yang ada. Banyak banget caranya pokoknya.
Pertanyaan kedua yang sering di tanyain orang adalah apa yang bisa gue syukurin? Man, apa nafas lo setiap hari ga bisa membuat lo bersyukur? Kalo lo bilang itu uda hak lo, lah, siapa lo siapa gue sampe lo berani ngomong begitu sama Tuhan? Lo ga perlu kan tiap malem berdoa dulu, “Tuhan, besok jangan lupa ya ngasih gue nafas…” mending kalo inget. Kalo lupa? Ga perlu lo berdoa gitu pun uda dikasih man! Artinya apa? Nafas adalah satu dari sejuta hal yang bisa mulai lo syukurin dalam hidup lo. Faktanya begini: DIA selalu inget ngasih lo nafas even though lo seringkali lupa minta dan lupa ngomong “makasih”. Kalo Tuhan lupa gimana? Haha, pertanyaan konyol lagi dan lo ngomong “ah gak mungkin!” Kalo tiba-tiba beneran kejadian gimana hayo? Kepikiran hidup lo bakalan gimana? There’s no reason for you to not say ‘thank you’ to God every day. Ga cuman tentang nafas doang, tapi banyak juga yang lain. Soal makanan, kekuatan di otot, mata, banyak deh! Bahkan hal kecil yang lo ga sadar sekalipun bisa jadi alasan lo untuk selalu bersyukur.
Even though emang sih bener, Tuhan tau kebutuhan lo, Tuhan bakal cukupin kebutuhan hidup lo tiap hari, tapi Tuhan mau lo bersyukur kepada-Nya, setidaknya mengingat apa yang telah diberikan-Nya.
Jadi, kapan terakhir kali lo bersyukur? Gue yakin ga cuman di agama gue atau di agama tertentu doang yang mengajarkan jemaatnya untuk bersyukur. Kalo ibadah juga, misalnya. Kenapa kita ibadah? Mungkin lo bilang, itu emang udah kewajiban! Ya, satu sisi gue harus setuju sama lo semua bahwa ibadah memang sebuah keharusan, kewajiban. Seperti misalnya orang Katholik kegereja hari Sabtu, atau orang Islam sholat 5 waktu dan malam jum’atan di masjid. Di sisi lain, sob, itu secara gak langsung merupakan cara kita untuk bersyukur. Tuhan udah kasihh kita berapa jam sehari? Berapa jam seminggu untuk kerja? Dari berapa jam tersebut, kita belajar untuk menyisihkan 2-3 jam saja untuk beribadah. Kita juga akan mengucap syukur secara tidak langsung bukan untuk hidup kita? It’s already called giving thanks yo, even though it isn’t enough.
Sesering apa sih kita lupa sama Tuhan saat lagi senang dan cuman mengingat Dia di masa-masa sulit? Kenapa begitu banyak kita hari ini malah mencoba lari dari masalah dan berpaling disaat Dia serasa tidak mejawab doa-doa kita? Coba renungin deh, guys. Have you give thanks to Him for being there whenever you needed Him? In happy times and in bad? Have you said your gratitude for His help whenever you are and whatever you situation is?
“Give thanks for everything He has done for your life”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar