Ini yang selalu bikin gue ngerasa bersalah sama bangsa gue. Banyak dan terlalu sering emang, kejadian ini, tapi beneran hari ini gue ketegor abis. Rasa bersalah gue akhirnya jadi sebuah mimpi, jadi sebuah cita-cita gue untuk membayar hal tidak sepadan yang telah gue lakukan buat bangsa ini.
Satu sisi, ini kebutuhan. Sisi lain, gue main seenaknya ngabisin sesuatu yang seharusnya bisa dinikmati semua orang di bangsa gue. Masalahnya, ga semuanya kebagian. Terpisah sama derajat ekonomi. Yang kaya doang yang bisa nikmatin. Yang miskin, yaudah aja gak kebagian.
Ya iyalah masalah air, iya juga masalah listrik, iya juga masalah pendidikan gratis, banyak macem, terlalu banyak. Sering kepikiran apa yang bisa dilakuin, berhubung masih umur segini. Gue akhirnya mau berjanji satu hal. Masa kini, gue bakal pantau terus pertumbuhan pendidikan negara gue. Nanti kalo uda selsai SMA, gue bakal kuliah psikologi sama pendidikan, terus gue bakal ke pelosok negri, ngajar ples ngecek kesehatan mental mereka. Setidaknya, that's what I can do to pay back everything my country has given me. Even if it's too far, it's the least I can do.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar