Minggu, 20 November 2011

SEA GAMES THE 26TH, GELORA BUNG KARNO JAKARTA


            Malam ini, gue menyaksikan lagi secara langsung kemenangan bangsa gue yang luar biasa. 2-0 Indonesia vs Vietnam. Siapa sih yang gak bangga? Akhirnya, mimpi Indonesia nyampe ke babak final terkabul. Begitu luar biasanya dukungan orang-orang di luar dan di dalam stadion membuat pertandingan ini terasa lebih marak. Walaupun ini adalah kedua kalinya gue menonton secara langsung perjuangan tim kebanggaan negara gue dari televisi, rasa simpatik dan bangga itu terhadap para pemain ga pernah berkurang. Bangga yang dirasain sama gue dan berapa juta rakyat Indonesia akhirnya kebayar juga malem ini. Kalah sekali, menang tiga kali. Luar biasa.
            Sejarahnya, Indonesia udah jauh banget melangkah. Dari berbagai jenis olahraga yang dilombakan di Sea Games ke-26 di Indonesia ini, berpuluh-puluh medali emas telah kita raih. Contohnya, di golf. Indonesia berhasil meraih 2 medali emas. Di bulutangkis, semua aspek pemain sampai di tahap final dan yang ga berhasil cuman pemain tunggal putri. Berarti, kalo di itung-itung secara kasar aja udah ada 4 medali lagi yang diraih. Belom dari renang, voli, baseball, basket (kalo ada), dan masih banyak yang lainnya.
            Pemain-pemain kita tahun ini telah di elevate ke sebuah tingkat baru yang membuka mata seluruh rakyat Indonesia bahwa Indonesia sebenarnya bisa, bahwa Indonesia sebenarnya mampu. Dari awal-pun, Indonesia sudah meraih karya tanpa henti. Sayang, awalnya di Sea Games yang ke-26. Kenapa gak dari yang pertama aja ya? Atau mungkin, ini adalah titik balik buat kita semua terutama para pemain untuk terus berlatih lebih keras dan lebih berani mengambil resiko.
            Khusus malem ini, gue mau memperbicangkan tentang sepak bola Indonesia di Sea Games (berhubung barusan saja gue ikutan teriak-teriak kesenengan gara-gara Indonesia menang 2-0 dari Vietnam). Awal perjuangan sebelas pemain Indonesia menapaki dakian sepak bola Sea Games adalah melawan Cambodia. I missed watching it. Tapi syukur, Indonesia menang 6-0 atas Cambodia. Beberapa hari kemudian Indonesia meneruskan perlawanannya terhadap Singapura. I missed that game too. Tapi berita bagus yang disebarkan dari media twitter mengatakan bahwa Indonesia menang 2-0. Wah, sudah awal yang baik sekali.
            Malam ketiga Indonesia bertarung, lawannya Filipina. Susah juga sih, ketat. Tapi ditutup lagi dengan kemenangan manis 3-1. Malam itu ka Meiga (kiper) sempet kebobolan 1, tapi is okelah yang penting menang lagi dengan jumlah selisih yang sama dengan malam sebelumnya, 2.
            Masih di stadion yang sama dengan semangat yang sama, Indonesia melawan Malaysia kemarin malam (16/11/2011) kalah. Sedih. Gue ga sempet tau skornya berapa-berapa sih, tapi agak mengecewakan mendengar kekalahan Indonesia didepan begitu banyak peluang. Tapi gapapa, masih ada hari esok, Gak ada yang boleh nyerah dan emang gak ada pilihan menyerah.
            Akhirnya mala mini tiba. 19 November 2011-pun menjadi saksi kemenangan Indonesia melawan Vietnam 2-0. Gelora Bung Karno yang diguyur hujan dari setengah pertandingan menemani perlawanan bangsa kita terhadap Vietnam. Menyenangkan sekali begitu mendengar di menit terakhir sebelum pertandingan usai ada lagi sebuah gol cantik yang menambah skor kita di papan permainan. Oh, Indonesia.
            Pemain kita kali ini berbeda dengan biasanya. Biasanya, yang paling mencolok adalah kiper andalan Indonesia, Ka Markus Harris Maulana. Dari awal, batang hidungnya tidak muncul. Ternyata, pemain senior kita entah sedang ada pertandingan apalagi sehingga pemain-pemain yang membawa Indonesia ke babak final inilah yang bermain.
            Bagian kiper ada Kurnia Meiga, nomor punggung 18. Pemain-pemainnya, walaupun ga hafal semua, ada beberapa nama yang sempet gue inget. Patrick, Bonai, Diego. Thanks to you guys, kita sudah sampai disini. Nyaris sampai di garis kemenangan itu.
Permainan Vietnam parah. Sejujurnya, malah lebih bagus permainan Indonesia dibandingin sama mereka. Sama Filipina, masih lebih bagus Filpina yang kayaknya sih lebih sedikit kartu kuning. Vietnam atas bawah main. Kaki ga kena bola, tangan main dorong. Mau rebut bola, sengaja nge-jegal pemain Indonesia. Berapa kali coba Bonai kena gituan doang sama pemain Vietnam? Sungguh, memalukan sekali. Untung Bonai ga nyerah. Doa gue sekarang cuman satu, semoaga para pemain ini diberikan kesehatan ekstra supaya ga cepet sakit gara-gara kehujanan selama bermenit-menit di lapangan stadion GBK tadi.
Gue bersyukur banget sama Tuhan kalo Indonesia masih dikasih kesempatan sampai detik ini bisa untuk memiliki tim yang luar biasa solid untuk permainan di Sea games 2011 yang ke-26 ini. Ga cuman ada Ka Markus, Ka Gonzales, Ka Kurniawan dan senior yang lainnya yang sudah berjuang di lapangan untuk Indonesia, tapi ada penerus mereka yang luar biasa ini yang sudah siap bertarung. Juga buat kemenangan yang berhasil diraih oleh timnas kita, gue jamin itu juga bukan sebuah kebetulan kalo bisa gol dua kali. Tapi itu semata karena kasih karunia Tuhan aja.
Bangga malem hari ini pasti ga akan pernah gue lupakan selama hidup gue karena seblom-sebelomnya gue ga pernah ngerti yang namanya dunia sepak bola ataupun mendukung se-total ini buat bangsa gue sendiri. Malam ini para pemain kita telah membuktikan bahwa mereka bisa. Bahwa mereka mampu. Bahwa Indonesia ini memang ada. Bahwa Indonesia kita ini memang spesial. Siapapun yang berani ngapa-ngapain Indonesia, baby, we got your back.
WE ALL LOVE IT LIVE. INDONESIAN SOCCER TEAM, WE ARE ALWAYS PROUD OF YOU AND WE’LL NEVER BE ASHAMED. THANK YOU FOR ALL OF YOUR EFFORT GUYS. WE ARE SO PROUD OF YOU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar