“…. Karena gue gak akan pernah ngerasa kayak gini, begitu mencintai usaha sebuah negara, menghargai para pahlawan yang pernah gugur dalam perjuangan sebuah tanggal yang akan selalu diingat oleh seluruh rakyat Indonesia sampai selamanya….”
10 November. Deg. Tinggal beberapa hari lagi lamanya. Tepat tanggal itu 66 tahun yang lalu dimulai sebuah perjuangan 3 minggu melawan Inggris. Cuman gara-gara Inggris marah sama Indonesia yang dianggap ‘nge-bunuh’ pemimpin mereka dari Inggris, namanya BrigJen Mallaby. Kalo bisa di lihat dari awal sih, salah-salah mereka juga. Udah tau Indonesia udah merdeka, kenapa masih mau aja gitu membantu Belanda take over Indonesia lagi.
Indonesia sendiri gak mau kalah, dengan menyangga bahwa tewasnya BrigJen Mallaby tersebut dikarenakan oleh lemparan granat salah seorang prajuritnya sendiri. Mungkin aja nih ya, karena waktu itu di depan daerah gedung Internatio sana massa orang Indonesia lagi rame ‘berjuang’ mau membunuh BrigJen Mallaby, maksudnya sang prajurit adalah membunuh ‘massa’ yang mengelilingi mobil bos-nya. Tapi BrigJen Mallabynya malahan ikut tewas. Istilahnya jadi kayak mati konyol gitu.
Pokoknya yang soal tewasnya pemimpin mereka masih rancu dan gue gak mau pusingin urusan orang. Setelah 3 minggu akhirnya Indonesia kalah dari Inggris. Indonesia kalah terhormat walaupun yang terbunuh di lapangan ada 16.000 orang lebih. Buat gue mereka berhasil. Berhasil membanggakan kita semua hari ini. Mereka membiarkan ultimatum 10 November 1945 pukul 6 pagi itu untuk menyerah. Mereka gak takut kehilangan nyawa mereka demi harkat martabat sebuah negara. Mereka rela mati demi harum nama bangsa. Demi 10 November. Mereka menunjukkan bahwa Indonesia memang masih ada. Indonesia memang masih merdeka dan bersatu.
Hari pahlawan, hanya ada di Indonesia. Kota pahlawan, hanya ada di Surabaya, di Indonesia. Tugu Pahlawan, hanya untuk Indonesia. Dari mans gue tau semua hal diatas? Gue awalnya dapet tugas presentasi tentang peristiwa heroik di Surabaya oleh guru sejarah gue. awalnya membosankan. SANGAT TIDAK TERTARIK. Tiba-tiba pas lagi baca bagian akhirnya (soalnya yang bagian tengah gue lompat bacanya), gue ngeliat suatu tanggal yang mengusik interes gue. 10 November. Berhubung gue ikut paskibra di sekolah untuk perayaan 10 November, gue jadi kepengen tau. Dari situ, gue akhirnya mulai pencaharian gue mengenai 10 November ini. Beruntung, menurut gue kalo gue bisa mendapat sub bab itu. Gue gak cuman asal baca lewat doang kali ini, tapi ngerti secara murni apa itu Indonesia sebagai negara yang diperjuangkan pemuda Indonesia zaman dulu.
Masih ada yang sama, tapi banyak yang udah beda. Surabaya-nya masih sama, masih tanah Indonesia. Bangunan Tugu Pahlawan juga masih sama. Tapi entah pemudanya, semangatnya semoga masih sama juga. Entah apa yang menggugah diri gue sampe hari ini, kalo gue kepengen pergi ke Surabaya. Gue pengen belajar kesana. Whatever kata orang, gue pengen ngeliat secara langsung tugu pahlawan. Gue pengen mempelajari sejarah kota itu dengan segala refrensi yang tersedia. Gue pengen meraup sebanyak-banyaknya informasi yang gue bisa. Gue pengen ke museum-museumnya, ke makam pahlawan kalibata, ke jembatan merah, ke gedung Internatio, pokoknya ke segala tempat yang menjadi saksi perjuangan beribu-ribu rakyat Indonesia melawan Inggris dan ke segala destinasi Surabaya untuk mendapatkan sejarah yang gue butuhkan. Gue haus akan informasi.
Gue harap gue belom ketinggalan apa-apa lagi. Gue berharap bisa membawa ‘penerangan’ bagi bangsa gue ini. Membawa berita mengenai perjuangan angkat senjata di Surabaya 66 tahun lalu. Bagian dari sejarah yang seharusnya tidak terlupakan. Gue sempet jadi OSIS selama 2,5 tahun terakhir dan gue sempet kebagian 2x ngurusin upacara tahunan 10 November tanpa gue ngerti murni arti perjuangan mereka sebelumnya. Kasihan banget gue, berjuang melatih orang lain mengenai 10 November tanpa tau arti perjuangan yang terdahulu. Pokoknya hari pahlawan, titik. Walaupun uda telat banget karena gue ngertinya baru sekarang, ya gak apa-apa juga deh. Gue juga setidaknya dulu melakukannya dengan tulus dan sepenuh hati. Lagipula, semua itu akan kebayar dengan latihan paskibra gue tahun ini buat 10 November yang akan datang yang sama semangatnya seperti 66 tahun lalu. Dedikasi gue belum berkurang sedikitpun terhadap apa yang akan gue perjuangin dan yang sedang gue jalanin maupun untuk apa yang sudah diperjuangkan. I LOVE YOU INDONESIA!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar