‘Yaoloh,
ini apalagi yaoloh!’ Sinyal hati gue kepada otak gue. Iya, iya, gue udah ngga
kuat lagi sebenernya ngomongin soal percintaan ketek kayak di sequel pertama
gue yang 99% gagal itu. Gue udah muak deh nemu cerita berseri yang harus gue
coba bikin. Untung aja, yang ini note independen dan bukan bagian dari sequel
lagi *kentut lega*.
Malem ini,
gue akan sedikit kupas mengenai sequel pertama gue barusan, Cinta Segi Ketek.
Cerita Segi Ketek diambil dari kisah yang nyata-ngga nyata antara gue dengan
sahabat-sahabat gue yang jomblo di SMA gue sekolah. Jadi awalnya waktu itu gue
berada di penghujung kelas 10, dan minggu itu adalah minggu terakhir sekolah.
Kami sedang melaksanakan class meeting.
Malam sebelum hari pertama class meeting
tersebut, gue dan salah satu anggota jomblo yaitu Cindy (tokoh Vicky di CSK) sedang
asik membicarakan perubahan dadakan di Twitter. Malam itu juga kita kesambet
kata-kata “ketek” dan pencetusan awal ide “cinta segi ketek”. Di hari
berikutnya, bermunculan judul-judul baru yang berhubungan dengan ketek.
Gue pikir, gue ngga mungkin pake semua ide-ide
itu buat 5 note yang berbeda dan berdiri sendiri-sendiri. Makanya, gue
kepikiran bikin sebuah cerita berkelanjutan yang sebenernya setelah gue baca
ulang kok parah banget. Gue niat awalnya setelah bikin bagian pertama sequel
adalah nyerah gitu aja; tapi ngeliat ide jahanam ini rasanya ngga mungkin buat
gue untuk ngga ngelanjutin nulis sequel itu. Jadi apapun hasilnya sebenernya
itu hasil hanteman gue yang sangat semena-mena (hehehehe). Tapi at least kalo
orang nanya gue bisa nyombong dikit atas hasil karya gue soalnya itu ide mahal
banget dan bisa bikin rusak otak. This is SUMMER by the way, jadi otak miring
ke barat daya dikit boleh lah ya.
Legenda 7 bukit ketek paling terkait dengan bagian sequel
keempat yang berjudul “Ketika pantat dan pantat bersatu” karena kedua buah
judul paling abstrak dalam sequel gue ini disponsori oleh 2 jomblo lainnya yang
sejatinya ngga tau apa-apa mengenai cinta segi ketek itu apaan (makanya, sesi
kupas-mengkupas ini juga ngga ada hubungannya sama sekali dari pihak gue). Makanya,
gue ngga bsa jelasin arti dari judul sesi kupas-mengupas ini. Kalo boleh gue
mengawang, rasanya penjelasan paling logis atas ‘Legenda 7 Bukit Ketek’ adalah menjelaskan
bagaimana sejarah kisah Cinta Segi Ketek itu dimulai. Ngga lebih, ngga kurang.
Sequel ini diambil dari kisah gue yang gue fiksikan
dengan gawat darurat tanpa pengarahan sebelum dan sesudah sequel tersebut gue
rilis diblog. Semuanya hitam setelahnya. However, this is my special thankyou’s
for the 7 people who have inspired me most for this sequel:
1. Cindy
Kristiawati; the girl who made me came up with all this sequel thing and her
crazy title ideas
2. Meilissa
Ong; the lady who came up with the “Legenda Bukit 7 Ketek” title for the
‘author-reader moment’ of the sequel
3. Lea
Karen; a friend who always threatens me with her “I WILL READ it first” but
usually ending up reading last because she forgets about the results
4. Justinus
Wijaya; my former junior high friend who also loves my notes and never get
insulted about what I wrote about him – one generous friend
5. Mr
Lucas; my former homeroom teacher who believed that I can write anything I want
and publish my dream book
6. My
parents; who never actually read details of my artwork but have heard of it
once in their life
7. God;
who gave me all these loved ones and all the reasons to keep writing even
though I might not be the best at anything likely.
For those I
did not mention, I’m sorry about it but you should too know that you guys
contributed in giving me my daily inspirations to learn more and read more.
‘Till next time -red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar