Kenapa Tuhan
membiarkan Sukhoi SuperJet 100 jatuh saat sedang demo flight yang kedua di
Indonesia? Kenapa Tuhan ga membiarkan Sukhoi ini jatuh pada saat mereka sedang
melakukan demo flight di negara lain saja? Mengapa harus Indonesia yang
menanggung cercaan oleh beberapa orang dari luar negri yang tidak mengetahui
akar permasalahan Sukhoi ini? Katanya Jet ini baru dan Super, kenapa pesawat
ini masih bisa jatuh? Apa yang salah dari pesawat baru beserta awak kabin,
kapten yang senior dengan jam terbang diatas 1400 jam dan 45 korban jiwa
lainnya? Mengapa?!?!
Ga ada jawaban
pasti atas semua pertanyaan diatas. I was left in wonder and deep condolence of
all people that dies in the tragic crash of this plane. Pesawat ini toh juga
masih dibuat oleh manusia; dan ini baru.
Salah siapa
semua ini? Gue sendiri engga tau siapa yang patut disalahkan dalam kasus
jatuhnya pesawat Sukhoi SuperJet 100 saat sedang demo flight/joy flight Rabu, 9
Mei 2012 kemarin di langit Indonesia. Gue pun bingung harus menyalahkan siapa.
Apapun, siapapun, bagaimanapun terlalu berbelit kalau gue harus langsung
menetapkan siapa yang bersalah. Ngga bisa seenak jidat gue nge-judge si a atau
si b salah. Kejadiannya -pun terlalu berliku. Dalam pengglan hidup gue selama
15 tahun lebih, inilah pertama kalinya gue denger seseorang / suatu / gabungan
perusaan pesawat terbang yang memberikan demo flight secara gratis buat
orang-orang undangan. Bukan hal ini yang sebenernya gue bingungkan; bukan soal naik
pesawat gratis dan penumpang undangannya.
Pertanyaan gue
cuman satu; pertanyaan yang bikin gue bingung: SALAH SIAPA SEMUA INI? Gue mau
salahin pihak Russia yang pembuat Sukhoi, tapi gue gabisa salahin mereka juga.
Mereka cuman mau membuat pesawat buatan mereka diterima masyarakat Indonesia
karena berbagai faktor dan dari sanalah beberapa Sukhoi tempur kita beli. Walaupun
dalam apa yang gue ngerti, Sukhoi adalah pesawat yang biasa digunakan untuk
perang. CUMAN pesawat tempur. Entahlah,
apa emang gue yang kurang update. Tahu darimana? Gue pernah baca artikel bahwa
Indonesia memiliki beberapa pesawat Sukhoi untuk keperluan bertempur. Salah
satunya di’preteli’ oleh warga negara kita sendiri.
Bisakah kita
menyalahkan pihak dubes russia dan menteri perhubungan yang mengadakan
konferensi pers setelah hilangnya komunikasi dengan pesawat Sukhoi? Dapatkah
kita menyalahkan semua anggota TNI Angkatan Udara dan Angkatan Darat yang sudah
sangat bekerja keras mencari jenazah penumpang Sukhoi?
Apakah ini salah
pilot dam kopilotnya kah yang meminta izin turun dari ketinggian sekian ribu
kilo meter untuk menghindari turbulens sementara dibawah mereka adalah gunung
Salak Bogor yang kerap kali memakan korban jiwa? Seharusnya, bukan. Gue tau
mereka sudah professional dan tahu dimana dan apa yang terjadi saat mereka
terbang di udara Indonesia raya. Memang sih, kebangsaan mereka Russia dan
mereka ga punya pengertian yang sedemikian rupa untuk mengingat secara spesifik
gunung mana di dunia yang berbahaya. Ngga mungkin mereka bisa inget sebanyak
itu sementara dalam banyak kasus pesawat gue belajar bahwa kendali kapal
terbang saja sudah sangat sangat rumit.
Siapa lagi yang
bisa kita salahkan? Keluarga korban? Mungkinkah kita berbuat demikian karena
mereka memperbolehkan keluarga mereka? Tega kah? Secara logis, tidak! Apakah
korban juga menyangka apa yang akan terjadi terhadap Sukhoi yang akan jatuh
ini? Jelas, tidak seorang pun dapat memprediksi.
Bisa saja memang
korban dapat kita salahkan seperti yang ramai dibicarakan karena menyalakan
alat elektronik yang kurang diaplikasikan di Indonesia. Inilah kemungkinan yang
paling terbuka celah, tapi kita-pun sebagai masyarakat awam dengan sangat
mudahnya menembak atas siapa kesalahan ini patut dijatuhkan.
Gunung Salak kah
yang harus kita salahkan akibat hujan dan udara dan lain-lain sebagainya?
Patutkah kita menyalahkan ciptaan Tuhan jika yang sudah sudah tahu apa yang
dapat terjadi masih tidak melakukan apapun untuk mengantisipasinya? Salahkah?
Rakyat Indonesia
lainnya kah harus kita salahkan karena tidak membantu dalam bentuk apapun?
Layakkah? Apakah dalam hal ini kita terlalu menuntut atas hak asasi manusia?
Jujur, sob,
Indonesia sudah cukup menunjukkan kesatuan sebagai sebuah bangsa dengan selalu
berusaha mengikuti perkembangan atas apa yang terjadi terhadap tragedi Sukhoi
dan turut mendoakan menurut kepercayaan masing-masing untuk kebaikan setiap
anggota Sukhoi SuperJet 100. Gue kira itu sudah lebih dari cukup.
Gue percaya gue
ga bisa nyalahin siapapun pada kesimpulan akhir gue karena selain dari memang
sudah kehendak Tuhan atas apa yang hendak Ia ajarkan kepada manusia kali ini,
gue percaya ada faktor x yang kita tidak akan ketahui sampai blackbox itu ada
di tangan kita dan mengerti apa yang terjadi seutuhnya.
Mungkin, hanya
mungkin, tragedi Sukhoi ini memang direncanakan untuk menjadi seperti ini. Kita
ngga pernah tahu rute Sukhoi SuperJet 100 dari awal perjalanan mereka. Maybe,
just maybe, it's just left to leave us in an unsolved wander. Its just maybe,
though.
"A good attitude can find something
good in everything"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar