Minggu, 13 Mei 2012

Salah Siapa Semua Ini?

Kenapa Tuhan membiarkan Sukhoi SuperJet 100 jatuh saat sedang demo flight yang kedua di Indonesia? Kenapa Tuhan ga membiarkan Sukhoi ini jatuh pada saat mereka sedang melakukan demo flight di negara lain saja? Mengapa harus Indonesia yang menanggung cercaan oleh beberapa orang dari luar negri yang tidak mengetahui akar permasalahan Sukhoi ini? Katanya Jet ini baru dan Super, kenapa pesawat ini masih bisa jatuh? Apa yang salah dari pesawat baru beserta awak kabin, kapten yang senior dengan jam terbang diatas 1400 jam dan 45 korban jiwa lainnya? Mengapa?!?!
Ga ada jawaban pasti atas semua pertanyaan diatas. I was left in wonder and deep condolence of all people that dies in the tragic crash of this plane. Pesawat ini toh juga masih dibuat oleh manusia; dan ini baru.
Salah siapa semua ini? Gue sendiri engga tau siapa yang patut disalahkan dalam kasus jatuhnya pesawat Sukhoi SuperJet 100 saat sedang demo flight/joy flight Rabu, 9 Mei 2012 kemarin di langit Indonesia. Gue pun bingung harus menyalahkan siapa. Apapun, siapapun, bagaimanapun terlalu berbelit kalau gue harus langsung menetapkan siapa yang bersalah. Ngga bisa seenak jidat gue nge-judge si a atau si ‎b salah. Kejadiannya -pun terlalu berliku. Dalam pengglan hidup gue selama 15 tahun lebih, inilah pertama kalinya gue denger seseorang / suatu / gabungan perusaan pesawat terbang yang memberikan demo flight secara gratis buat orang-orang undangan. Bukan hal ini yang sebenernya gue bingungkan; bukan soal naik pesawat gratis dan penumpang undangannya.
Pertanyaan gue cuman satu; pertanyaan yang bikin gue bingung: SALAH SIAPA SEMUA INI? Gue mau salahin pihak Russia yang pembuat Sukhoi, tapi gue gabisa salahin mereka juga. Mereka cuman mau membuat pesawat buatan mereka diterima masyarakat Indonesia karena berbagai faktor dan dari sanalah beberapa Sukhoi tempur kita beli. Walaupun dalam apa yang gue ngerti, Sukhoi adalah pesawat yang biasa digunakan untuk perang. CUMAN pesawat tempur. Entahlah, apa emang gue yang kurang update. Tahu darimana? Gue pernah baca artikel bahwa Indonesia memiliki beberapa pesawat Sukhoi untuk keperluan bertempur. Salah satunya di’preteli’ oleh warga negara kita sendiri.
Bisakah kita menyalahkan pihak dubes russia dan menteri perhubungan yang mengadakan konferensi pers setelah hilangnya komunikasi dengan pesawat Sukhoi? Dapatkah kita menyalahkan semua anggota TNI Angkatan Udara dan Angkatan Darat yang sudah sangat bekerja keras mencari jenazah penumpang Sukhoi?
Apakah ini salah pilot dam kopilotnya kah yang meminta izin turun dari ketinggian sekian ribu kilo meter untuk menghindari turbulens sementara dibawah mereka adalah gunung Salak Bogor yang kerap kali memakan korban jiwa? Seharusnya, bukan. Gue tau mereka sudah professional dan tahu dimana dan apa yang terjadi saat mereka terbang di udara Indonesia raya. Memang sih, kebangsaan mereka Russia dan mereka ga punya pengertian yang sedemikian rupa untuk mengingat secara spesifik gunung mana di dunia yang berbahaya. Ngga mungkin mereka bisa inget sebanyak itu sementara dalam banyak kasus pesawat gue belajar bahwa kendali kapal terbang saja sudah sangat sangat rumit.
Siapa lagi yang bisa kita salahkan? Keluarga korban? Mungkinkah kita berbuat demikian karena mereka memperbolehkan keluarga mereka? Tega kah? Secara logis, tidak! Apakah korban juga menyangka apa yang akan terjadi terhadap Sukhoi yang akan jatuh ini? Jelas, tidak seorang pun dapat memprediksi.
Bisa saja memang korban dapat kita salahkan seperti yang ramai dibicarakan karena menyalakan alat elektronik yang kurang diaplikasikan di Indonesia. Inilah kemungkinan yang paling terbuka celah, tapi kita-pun sebagai masyarakat awam dengan sangat mudahnya menembak atas siapa kesalahan ini patut dijatuhkan.
Gunung Salak kah yang harus kita salahkan akibat hujan dan udara dan lain-lain sebagainya? Patutkah kita menyalahkan ciptaan Tuhan jika yang sudah sudah tahu apa yang dapat terjadi masih tidak melakukan apapun untuk mengantisipasinya? Salahkah?
Rakyat Indonesia lainnya kah harus kita salahkan karena tidak membantu dalam bentuk apapun? Layakkah? Apakah dalam hal ini kita terlalu menuntut atas hak asasi manusia?
Jujur, sob, Indonesia sudah cukup menunjukkan kesatuan sebagai sebuah bangsa dengan selalu berusaha mengikuti perkembangan atas apa yang terjadi terhadap tragedi Sukhoi dan turut mendoakan menurut kepercayaan masing-masing untuk kebaikan setiap anggota Sukhoi SuperJet 100. Gue kira itu sudah lebih dari cukup.
Gue percaya gue ga bisa nyalahin siapapun pada kesimpulan akhir gue karena selain dari memang sudah kehendak Tuhan atas apa yang hendak Ia ajarkan kepada manusia kali ini, gue percaya ada faktor x yang kita tidak akan ketahui sampai blackbox itu ada di tangan kita dan mengerti apa yang terjadi seutuhnya.
Mungkin, hanya mungkin, tragedi Sukhoi ini memang direncanakan untuk menjadi seperti ini. Kita ngga pernah tahu rute Sukhoi SuperJet 100 dari awal perjalanan mereka. Maybe, just maybe, it's just left to leave us in an unsolved wander. Its just maybe, though.
"A good attitude can find something good in everything"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar