Okeh. Part 2. Mari kita bahas jawaban-jawaban
keren yang gue bilang kemaren.
Jawaban
pertama gue datang dari salah seorang sodara gue. Tujuan gue nanya sodara gue
ini adalah karena beliau ini adalah orang yang hobi makan (ehem) dan orangnya
jago food combining.
Pertama dia bilang yang paling krusial
adalah ada kursi dan mejanya ato gak. Iya juga ya, gue ga kepikir kalo ngga ada
tempat gimana. Hehehe. Yang kedua adalah menu makanannya menarik atau engga.
Bener juga ya; kalo makanannya jengkol semua sih.. pertimbangan pertama adalah
gue ga akan tertarik masuk restorannya. Ketiga adalah masakannya lama atau
engga. Gue sebut itu sebagai ‘being
critical’. Keren (maklum, cowo). Keempat adalah tempatnya. Ini nih yang gue
bilang sebagai kenyamanan tempat. Dan yang terakhir adalah tempatnya bagus apa
engga. NAH ini yang disebut desain interiornya “mengundang” ato engga. Faktor
yang semua orang ingin sekedar nongkrong akan mementingkan hal ini.
Orang
kedua gue tanyain adalah anak kuliahan semester awal yang udah ngga jomblo lagi
(jadi tujuan gue adalah mengetahui sudut pandang dari seorang non-jomblo).
Jawabannya ternyata juga ngga begitu beda jauh.
Pertama dia bilang yang paling penting
adalah menunya. Gue setuju banget (lagi-lagi, jawaban yang global). Kedua yang
paling penting adalah suasana (nah kan). Yang ketiga adalah konsumen. Finally,
I found someone yang berpikir bahwa konsumen itu penting. Karena kalo ngga ada
konsumen alias sepi, gimana caranya kita mau merasa tertarik untuk makan di
tempat tersebut? Keempat, dekorasi. Nah gue bilang apa kan? Dekorasi itu memang
penting banget. Jadi yang mau bikin resto ato kafe nanti, denger nih.
Decoration is really important other than the food itself. Terakhir, nama
tempatnya. Jawaban terakhir ini adalah jawaban yang menurut gue jenius banget,
sesuatu yang gue adore dari orang yang gue tanyain ini. Gila bo, bener banget.
Nama restoran adalah sebuah hal yang secara ga sadar ikut mempengaruhi kita.
Coba bayangin aja, kalo misalnya sebuah restoran namanya ‘Warung Tokai’? Lah
siapa yang mau makan?!?! First impressions itu juga penting saudara-saudara.
Ketiga
adalah sahabat gue sendiri. Jawaban dia adalah jawaban yang diluar ekspektasi
gue karena dia membayangkan suatu konsep yang sangat berbeda dari gue. Her
answer is all about etika and I ask her to see what she thinks from her point
of view, sebagai temen seangkatan.
First, jangan malu-maluin diri
sendiri. Kedua, bajunya rapih, katanya biar keliatan orang berpendidikan.
Ketiga, makannya jangan bersuara. Keempat, kalo bisa makannya jangan
berceceran. Terakhir, kalo ngambil makanan jangan banyak-banyak; secukupnya
dulu. Nanti kalo banyak-banyak kayak orang rakus, apalagi kalo ngga abis. She
opened my eyes to proof bahwa ini dia yang namanya peran orangtua dalam
mendidik etika anak itu penting. Apalagi kalo pas ditanya jawabnya bisa begini,
hehehe.
Sekarang, jawaban gue. Berhubung gue
punya waktu paling lama untuk mikir, jadi jawaban gue banyak embel-embelnya.
Pertama, tempatnya enak apa engga yang termasuk lampunya, dekorasinya,
servingnya, suasananya, keramaiannya, dan peralatan makannya. Gatau juga kenapa
gue bisa kepikir gitu, tapi gue rasa gue karier kritikus gue kayak Bondan
Winarno bisa dimulai dari sekarang, hehehe. Kedua, adalah sinyalnya ada apa
engga. Karena dari pengmatan gue, angkatan ini sekarang kan lagi BB addict dan
peralatan elektronik lainnnya, jadi elemen sinyal dan free wi-fi merupakan
sesuatu yang penting. Kan, kalo pending mulu pasti pada marah-marah. Ketiga
makanan and minumannya enak ato ngga. Intinya sih food quality-nya gitu deh.
Keempat adalah waiter dan waitressnya. Mereka melototin kita ngga pas kita lagi
makan (soalnya kalo dipelototin kan ngga nyaman), ramah ngga, cepet respon ga,
sesuai ga mesenin ke belakang apa yang kita mau, dan bisa jelasin makanannya
apa engga (food knowledge restorannya). Terakhir adalah toiletnya. Toiletnya
memadai ato ngga buat foto-foto. Enggalah, gue bercanda. Tapi gue berharap
setidaknya toiletnya bersih; gitu aja.
TO BE CONTINUED WITH OTHER TITLES
Tidak ada komentar:
Posting Komentar