Perkenalkan, nama saya adalah Gloria
Ernita, udah lulus SD, baru lulus SMP, belom lulus SMA. Ini adalah hasil karya
penelitian saya yang ketiga, setelah Food
Battle dan The Interview. Hari
ini saya akan membawakan sebuah hasil karya ilmiah yang saya baru saja dapatkan
ilmunya dari salah seorang teman.
Jadi
ceritanya begini, adalah seorang temen gue yang ngakunya sih anak desain. Punya
resto, tapi boongan karena sebenernya ini fiksi. Atau setidaknya, sesuatu yang
gue anggap semacam itu. Berhubung gue mau bikin tesis mengenai the history of the food expectation yang
juga menjadi judul karya ilmiah gue ini, gue akan mengenalkan apa yang
diajarkan temen gue ini mengenai sejarah dari ekspektasi masyarakat terhadap
makanan.
Ada
5 prinsip ekonomi yang beliau ajarkan kepada gue (walopun sebenernya rada
ngaco):
PRINSIP
PERTAMA
Perut
kosong berbanding lurus dengan makanan yang akan disediakan. Semakin perut
terasa kosong alias laper, semakin banyak makanan yang akan dipesan. Jadi di
sarankan jika datang ke sebuah restoran perut jangan terlalu lapar karena dapat
berakibat fatal; salah satunya kalap.
PRINSIP
KEDUA
Jumlah
uang yang dibawa oleh konsumen berbanding terbalik dengan jumlah makanan yang
dipesan. Semakin banyak makanan yang dipesan, semakin miris anda akan menjadi. Tapi ngga papa, karena semakin anda makan,
semakin anda ngga akan stress. Palingan anda hanya akan stress karena
makanannya ngga habis-habis.
PRINSIP
KETIGA
Limit
kartu ATM anda sangat berpengaruh pada hukum penawaran restoran. Semakin
sedikit limit kartu anda, semakin banyak pelayan yang akan mendekati anda dan
menawarkan anda bukan dari segi makanan, tapi kartu kredit. Jadi saran dari
pemilik resto adalah jangan membawa kartu kredit karena dalam prinsip ekonomi,
tinggi permintaan sama dengan melambungnya penawaran. Ehem. Gue juga bingung.
Tapi, yasudahlah.
PRINSIP
KEEMPAT
Kebersihan
tempat makan secara keseluruhan adalah salah satu faktor yang disebut juga sebagai
permintaan dan penawaran yang elastis. Karena semakin bersih restoran, semakin
banyak orang yang akan ikut senang. Penawaran yang diberikan adalah kebersihan.
Permintaan yang di dapatkan adalah customer
review. Kebersihan disebut elastis karena dapat diatur sedemikian rupa
sehingga jika anak anda tiba-tiba pup di kursi, anda dapat langsung membuang
anaknya. Jadi kebersihan dapat diatur sesuai keinginan anda sebagai pemilik.
PRINSIP
KELIMA
Dekorasi
indoor dan outdoor restoran adalah prinsip untung dan rugi. Jika dekorasi
bagus, menarik, dan indah, anda akan termasuk menjadi pengusaha yang
menguntungkan karena banyak orang yang tertarik. Jika selera dekorasi anda
memang tidak sama dengan selera masyarakat, terimalah hal tersebut menjadi
kelebihan anda. Karena jika restoran anda di dekorasi dalam bentuk yang unik,
mungkin saja akan menarik perhatian lebih banyak orang. Oh, kecuali kuburan.
Kalo anda mengunakan konsep kuburan, mungkin yang akan datang hanya pocong,
kawan-kawannya, dan band the kubs.
Demikianlah
prinsip yang beliau ajarkan kepada gue, semoga tidak bermanfaat jika anda suatu
hari anda akan menjadi seorang pemilik restoran. Kalo anda memperhatikan saran
teman saya yang saya tuliskan diatas, saya jamin restoran akan berhasil dengan
ngawur dan selamat ngadat.
Intinya,
sejarah ekspektasi dari makanan terbagi atas 5 prinsip dasar, yaitu perut
kosong, jumlah uang, limit kartu ATM, kebersihan restoran, dan dekorasi indoor
outdoor yang seluruhnya jika dipelajari merupakan turunan secara tidak langsung
dari prinsip-prinsip ekonomi dalam permintaan dan penawaran. Ada baiknya jika
anda tidak pernah mengerti isi dari buku ekonomi anda.
Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar