Senin, 28 Mei 2012

THE HISTORY OF THE FOOD EXPECTATION


                Perkenalkan, nama saya adalah Gloria Ernita, udah lulus SD, baru lulus SMP, belom lulus SMA. Ini adalah hasil karya penelitian saya yang ketiga, setelah Food Battle dan The Interview. Hari ini saya akan membawakan sebuah hasil karya ilmiah yang saya baru saja dapatkan ilmunya dari salah seorang teman.
      Jadi ceritanya begini, adalah seorang temen gue yang ngakunya sih anak desain. Punya resto, tapi boongan karena sebenernya ini fiksi. Atau setidaknya, sesuatu yang gue anggap semacam itu. Berhubung gue mau bikin tesis mengenai the history of the food expectation yang juga menjadi judul karya ilmiah gue ini, gue akan mengenalkan apa yang diajarkan temen gue ini mengenai sejarah dari ekspektasi masyarakat terhadap makanan.
      Ada 5 prinsip ekonomi yang beliau ajarkan kepada gue (walopun sebenernya rada ngaco):
PRINSIP PERTAMA
      Perut kosong berbanding lurus dengan makanan yang akan disediakan. Semakin perut terasa kosong alias laper, semakin banyak makanan yang akan dipesan. Jadi di sarankan jika datang ke sebuah restoran perut jangan terlalu lapar karena dapat berakibat fatal; salah satunya kalap.
PRINSIP KEDUA
      Jumlah uang yang dibawa oleh konsumen berbanding terbalik dengan jumlah makanan yang dipesan. Semakin banyak makanan yang dipesan, semakin miris anda akan menjadi.  Tapi ngga papa, karena semakin anda makan, semakin anda ngga akan stress. Palingan anda hanya akan stress karena makanannya ngga habis-habis.
PRINSIP KETIGA
      Limit kartu ATM anda sangat berpengaruh pada hukum penawaran restoran. Semakin sedikit limit kartu anda, semakin banyak pelayan yang akan mendekati anda dan menawarkan anda bukan dari segi makanan, tapi kartu kredit. Jadi saran dari pemilik resto adalah jangan membawa kartu kredit karena dalam prinsip ekonomi, tinggi permintaan sama dengan melambungnya penawaran. Ehem. Gue juga bingung. Tapi, yasudahlah.
PRINSIP KEEMPAT
      Kebersihan tempat makan secara keseluruhan adalah salah satu faktor yang disebut juga sebagai permintaan dan penawaran yang elastis. Karena semakin bersih restoran, semakin banyak orang yang akan ikut senang. Penawaran yang diberikan adalah kebersihan. Permintaan yang di dapatkan adalah customer review. Kebersihan disebut elastis karena dapat diatur sedemikian rupa sehingga jika anak anda tiba-tiba pup di kursi, anda dapat langsung membuang anaknya. Jadi kebersihan dapat diatur sesuai keinginan anda sebagai pemilik.
PRINSIP KELIMA
      Dekorasi indoor dan outdoor restoran adalah prinsip untung dan rugi. Jika dekorasi bagus, menarik, dan indah, anda akan termasuk menjadi pengusaha yang menguntungkan karena banyak orang yang tertarik. Jika selera dekorasi anda memang tidak sama dengan selera masyarakat, terimalah hal tersebut menjadi kelebihan anda. Karena jika restoran anda di dekorasi dalam bentuk yang unik, mungkin saja akan menarik perhatian lebih banyak orang. Oh, kecuali kuburan. Kalo anda mengunakan konsep kuburan, mungkin yang akan datang hanya pocong, kawan-kawannya, dan band the kubs.
      Demikianlah prinsip yang beliau ajarkan kepada gue, semoga tidak bermanfaat jika anda suatu hari anda akan menjadi seorang pemilik restoran. Kalo anda memperhatikan saran teman saya yang saya tuliskan diatas, saya jamin restoran akan berhasil dengan ngawur dan selamat ngadat.
      Intinya, sejarah ekspektasi dari makanan terbagi atas 5 prinsip dasar, yaitu perut kosong, jumlah uang, limit kartu ATM, kebersihan restoran, dan dekorasi indoor outdoor yang seluruhnya jika dipelajari merupakan turunan secara tidak langsung dari prinsip-prinsip ekonomi dalam permintaan dan penawaran. Ada baiknya jika anda tidak pernah mengerti isi dari buku ekonomi anda.
Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar