Ternyata
yang namanya cowok baik itu ngga ada ya didunia ini. Semakin dipikirin, semakin
keliatan juga busuk-busuknya mereka yang ngga pernah kita pikir ada. Kita kira
mereka baik; kita kira mereka mampu mendorong diri mereka kearah sesuatu yang
lebih baik. Ternyata, semuanya salah. Ngga ada tuh yang namanya cowok baik yang
waktu kecil diceritain dibuku-buku pengantar tidur yang gue sukai. Udah tau
menghargai wanitanya aja istilahnya udah bagus banget.
Selama
pelajaran di kelas, udah berulang kali hati gue berteriak “Tubuhmu adalah bait
Allah; tubuhmu adalah bait Allah, jagalah!” namun mengapa mereka tidak
mendengarnya?
Hati
gue getir ketika mendengar bahwa mereka takkan berusaha berubah menjadi lebih
baik karena pendirian dan ego mereka; namun apalah arti sebuah pendirian jika
pada akhirnya mereka akan bertanya “kenapa lu ngga pernah peringatin gue soal
hal ini?!” Kemana harus gue sembunyikan wajah gue jika mereka menanyakan
mengapa gue tidak memperingatkan ketika kenyataannya gue selalu ada disana
bersama mereka namun selalu bungkam? Harus gue kemanakan, gue tanya?
Lebih
dari sekedar apapun didunia ini, aku adalah manusia yang berpikir dan
memperhatikan. Cogito Ergo Sum; aku berpikir maka aku ada. Certamen Ergo Sum;
aku berjuang maka aku ada. Jika teriakan pita suaraku terlalu membosankan
ditelingamu, kini biarkanlah matamu terbelalak untuk teriakkan yang aku
bisikkan melalui untaian kata. –red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar