Jumat, 13 Februari 2015

Dengarkanlah Teriakanku


Ternyata yang namanya cowok baik itu ngga ada ya didunia ini. Semakin dipikirin, semakin keliatan juga busuk-busuknya mereka yang ngga pernah kita pikir ada. Kita kira mereka baik; kita kira mereka mampu mendorong diri mereka kearah sesuatu yang lebih baik. Ternyata, semuanya salah. Ngga ada tuh yang namanya cowok baik yang waktu kecil diceritain dibuku-buku pengantar tidur yang gue sukai. Udah tau menghargai wanitanya aja istilahnya udah bagus banget.
Selama pelajaran di kelas, udah berulang kali hati gue berteriak “Tubuhmu adalah bait Allah; tubuhmu adalah bait Allah, jagalah!” namun mengapa mereka tidak mendengarnya?
Hati gue getir ketika mendengar bahwa mereka takkan berusaha berubah menjadi lebih baik karena pendirian dan ego mereka; namun apalah arti sebuah pendirian jika pada akhirnya mereka akan bertanya “kenapa lu ngga pernah peringatin gue soal hal ini?!” Kemana harus gue sembunyikan wajah gue jika mereka menanyakan mengapa gue tidak memperingatkan ketika kenyataannya gue selalu ada disana bersama mereka namun selalu bungkam? Harus gue kemanakan, gue tanya?
Lebih dari sekedar apapun didunia ini, aku adalah manusia yang berpikir dan memperhatikan. Cogito Ergo Sum; aku berpikir maka aku ada. Certamen Ergo Sum; aku berjuang maka aku ada. Jika teriakan pita suaraku terlalu membosankan ditelingamu, kini biarkanlah matamu terbelalak untuk teriakkan yang aku bisikkan melalui untaian kata. –red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar