Kamis, 29 Desember 2011

Indonesia, oh Indonesia

Gue bingung sama orang-orang yang gue denger ngaku skeptis sama Indonesia. Mereka, tinggal di sebuah negara kepulauan agraris dan maritim seperti ini, aneh kalo ngaku skeptis.
Sebuah tragedi.
Kita semua yang lahir di tanah ini wajib memberikan hasil akhir terbaik buat bangsa ini, dan banyak dari kita sudah melakukannya. Indonesia bukan negara tanpa pedoman, namun ya, masih sebagian besar rakyatnya-pun belum.
----------------------------------------------------------------

Tadi sore menjelang malam, kira-kira pukul setengah tujuh saya sedang tidur-tiduran melepas lelah seusai membantu kerabat saya yang sedang pergi berlibur dengan mengajak jalan anjing miliknya di sekitar perumahan. Sembari mendengarkan lagu terbaik karya anak bangsa dari lagu orisinil yang berjudul “Untuk Indonesia” saat istirahat tersebut, terlintas sebuah kalimat di benak saya: “Betapa tragisnya bangsa kita. Banyak karya tidak sempat terluncur karena tidak ada lahan ‘show’ untuk mereka. Padahal kapasitasnya dan bakatnya ada di mana-mana dari sabang sampai merauke”
Lagu sebanyak 31 file yang saya unduh dari blog seorang Indonesia yang optimis terhadap bangsanya ini mengadakan sebuah ajakan untuk mengubah kata-kata lagu karyanya tersebut sesuai kreativitas masing-masing dan disediakan minus one darinya. Sesuatu yang jarang ditemukan dimana-pun di negeri ini. Mungkin awalnya terasa aneh, tetapi dari idenya inilah terlihat bakat-bakat terpendam anak-anak bangsa yang haus berkarya namun kekurangan lahan tersebut.
Kata-kata gubahan mereka cukup mengagetkan, karena ada beberapa yang sangat menegur dan bahkan ada beberapa yang menampar. Dibarengi dengan inspirasi untuk berkarya yang mereka suarakan dan kreativitas yang masih memucak, lagu-lagu gubahan karya mereka ini terdengar luarbiasa. Sebuah mahakarya.
Saya sejujurnya sangat bersyukur bahwa di dalam usia saya yang masih dibawah 20 tahun ini saya dapat menemukan seseorang yang sebenarnya peduli dan membuka mata dan hatinya terhadap suatu hal yang sebenarnya dapat dilakukan oleh anak bangsa. Something we as teenagers and youth from Indonesia can actually do.
Dari sini, mata saya seperti terbuka lagi. Terbuka akan suatu kenyataan bahwa ada kekuatan dalam diri setiap anak muda Indonesia kalau sebenarnya kita bisa. Bisa berkarya dalam bidang apapun, segi dan bentuk apapun. Apalagi dalam era teknologi seperti beberapa tahun belakangan ini. Tidak ada yang dapat menghentikan gairah anak muda yang sedang membahana. Hanya saja, belum pernah ada sarana peluasannya. Belum ada solusi dari pemerintah yang sepertinya masih tutup mata dari segala potensi milik bangsanya. Tragis.
Entah bagaimana kedepannya. Semoga tidak berubah skeptik anak muda masa depan kita ini untuk berkarya bagi bangsa. Harapan yang tersisa hanyalah hati dari para penerus bangsa ini untuk tetap tinggal dan menangkat tinggi hasil karya mereka kedepan pintu peradaban dan menunjukkan bahwa INDONESIA mampu.
Saya akan mengutip salah satu gubahan anak bangsa  yang telah masuk 31 besar. Lagu ini telah menginspirasi saya, semoga kutipan ini juga menginspirasi anda. Selamat malam dan terima kasih, Indonesia.
“yo, tiada waktu tuk diam kini ku bicara;
Berikan sedikit rima untuk Indonesia;
Mengapa malu;
Merah putih di dadaku;
Bhinneka Tunggal Ika artinya satu;
Sumpah Pemuda;
Cobalah buka mata;
Satu negara harusnya satu juwa;
Derasnya serangan kita kan hadapi;
Garuda Indonesia tetaplah terbang tinggi;”
-Untuk Indonesia (Pandji ft. Aji)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar