Akhir-akhir
ini, ada begitu banyak hal yang membuat gue ngerasa tersakiti.
Seperti
misalnya ketika gue sadar bahwa segimanapun gue berharap bahwa seorang cowok akan
berubah menjadi lebih baik ngga bakalan terjadi. Ngubah pendirian seseorang
ngga segampang ngedip.
Bahwa
orang yang gue anggap sebagai sahabat gue sekarang bukanlah sahabat yang bisa
gue simpan untuk diri gue sendiri tapi sahabat yang harus gue bagi dengan orang
lain.
Atau
ketika gue ngeliat seseorang yang jatuh cinta diam-diam tanpa dapat melakukan
apa-apa lagi sankingan gebetannya ngga peka. Eh, Itu sih emang sakit beneran
HAHAHA. Oke, balik lagi.
Ketika
orang lain seakan memiliki kebahagiaan yang lebih daripada gue.
Atau
ketika seakan dunia berjalan begitu mudah untuk mereka tapi tidak untuk gue.
Ketika
gue barusan aja ngupload sesuatu yang merupakan sebuah rahasia yang selama ini
gue pake sebagai tameng dan abis itu gue berasa jadi kosong banget sankingan
gue berasa rahasia tergelap gue udah terkuak semua.
Gimana
setahun belakangan ini gue berusaha untuk ngga ngejelek-jelekin orang lain
dalam note apapun yang gue bikin dan mengembalikan bumerang itu kepada diri gue
sendiri untuk somehow membayar perkataan tidak baik yang pernah gue luncurkan
tanpa sepengetahuan mereka.
Gimana
gue masih struggle banget dengan
prinsip-prinsip kebenaran yang gue pegang ketika orang lain nganggap gue
terlalu “taat peraturan” dan boleh menyelewengkan peraturan karna gue adalah
orang yang megang jabatan itu.
Gimana
gue masih terkekang sama idealisme diri gue sendiri untuk ngga ngerasa terlalu
tersakiti ketika seseorang mengatakan kejujuran untuk memperbaiki diri gue.
Seharusnya gue ngga usah terlalu ngerasa bersalah karna kemudian gue bisa
memperbaiki diri. Tapi engga – kenyataannya bilang bahwa luka ini perih banget
dan gue ngga tau gimana cara memperbaikinya.
Ketika
sudah berusaha tapi hasilnya ngga keluar sesuai yang gue harapkan.
Ketika
kita berharap yang terbaik namun tidak mempersiapkan untuk yang terburuk.
Banyak,
masih ada banyak hal lain lagi yang membuat gue tersakiti kalo mau kita
lanjutkan terus. Tapi ah, apa gunanya gue akui ini kepada dunia jika gue belum
memulai suatu usaha pun untuk memperbaiki luka-luka yang ditimbulkan rasa sakit
ini? –red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar