Maafkan
gue kalo kali ini gue akan sok filosofis. Gue sebenernya lagi sibuk banget –
sibuk mikirin kamu #hoek. Tapi gue tetep nyediain waktu buat kalian kok.
#HOEEEKKKKH.
Ngomong-ngomong,
kali ini Gue mau berfilosofi ria mengenai hidup manusia secara general yang
datang dari pemikiran gue yang dangkal bingits dikali dua. Izinkan gue
memberikan pemisalan terhadap hidup kita yang fana ini.
Dengan
asumsi bahwa kalian semua udah lama membaca teori-teori geblek gue, sok atuh kita mulai.
Kalo
bisa gue ibaratkan hidup manusia dengan apapun, hidup kita itu ibarat mobil…
Yang
begitu keluar baru bisa banyak banget peminatnya karena fitur-fiturnya yang
makin lengkap, makin canggih, dan yang paling penting: BARU. Tapi semakin lama,
kita sebagai manusia ujung-ujungnya bernasib sama dengan mobil-mobil itu: makin
tua, onderdil kita makin bawel; ada lecet-lecet goresan dari tiap halang rintangan
yang kita lalui; ngga puas sama bodi sendiri yang berujung dimodifikasi
sana-sini – yang, akhirnya, sih, bakalan karatan juga.
Sebagai
sebuah mobil, kita bisa memilih orang-orang mana yang ingin kita berikan
tumpangan sepanjang perjalanan kita. Kita kemudian akan bisa belajar dari
mereka: baik dalam hal mode, perasaan, maupun sudut pandang serta pengalaman
hidup mereka. Kalo pada akhirnya kita menaikkan penumpang yang salah-pun,
mereka nanti akan merasa ngga nyaman sendiri dan turun dari mobil kita. Tapi ya
gitu lah; kita ngga boleh nahan seseorang untuk terus duduk dimobil kita. Ada
satu titik dimana kita akan harus membiarkan orang yang kita inginkan ini turun
dari mobil kita dan berganti penumpang.
Kita
juga mempunyai kebebasan untuk memilih cara pandang kita mengenai cuaca diluar
yang berada diluar kendali kita. Kita memiliki kendali untuk bersikap positif
maupun negatif jika tiba-tiba hari berubah panas terik, hujan deras, hujan
angin, maupun hanya angin-anginan doang. Apapun yang terjadi, kita ngga bisa
membiarkan emosi kita hancur cuman gara-gara cuaca yang sekarang menjadi
semakin labil.
Lagi,
kita boleh membuka kaca mobil kita selebar apapun yang kita inginkan untuk bisa
mendengarkan makiain, pujian, ataupun renungan pikiran mereka yang ada diluar
mobil kita dengan resiko yang setara dengan goresan tambahan jika kita tidak
berhati-hati.
Kita
juga bisa pergi kemanapun sesuai dengan selera pengendara kita. Namun jika kita
sudah terparkir disuatu tempat dan kita betah, jangan sampe kita mandek disitu
terlalu lama sampai terlelap dan melupakan fungsi utama kita untuk selalu
bergerak. Kalo kita ngga pindah, gimana kita mau belajar dan menjadi mobil yang
“worth it” untuk dimiliki kalo kita ngga mau maksain pindah dari zona nyaman
itu?
Musik
yang kita puter didalem juga ngga kalah menentukan – karna musik menggambarkan
bagaimana kita menanggapi masalah yang terjadi dalam diri kita sendiri.
Biasanya lagu menjadi representasi jiwa pengendaranya. Walaupun bener juga sih
kalo kita bilang bahwa kita bisa memilih lagu apa yang mau kita putar ketika
ada penumpang yang sedang kebetulan ikut; tapi toh pada akhirnya akan ketahuan
juga.
Kita
sebagai mobil juga pasti dilengkapi dengan kaca spion ditengah, kanan, dan juga
kiri. Kaca spion sangat berguna jika kita tidak terlalu lama menatapnya dan
menyesali perjalanan dibelakang yang mengakibatkan begitu banyak luka.
Lagipula, kaca spion berada disana hanya kecil saja agar kita tidak terlalu
lama terjebak didalamnya dan sadar bahwa kita masih memiliki rintangan kedepan
yang harus kita hadapi dengan berani.
Dan
menurut gue, inilah hal yang paling esensial sebagai mobil untuk kita pikirkan
dan pilih; yakni dalam pengisian bahan bakar. Mau bensin premium yang subsidi
atau pertamax yang agak mahal? Bensin disini bukan semata berarti makanan
jasmani doang ya, tapi juga ilmu yang kita masukin ke otak kita. Pertamax,
walaupun lebih mahal memberikan kesegaran yang afdol banget buat mesin mobil
karna ngga ngerusak mesin – jadinya bisa lebih jangka panjang dipakenya.
Intinya,
kita punya segala kebebasan itu tentang bagaimana diri kita ingin diingat
dunia: apakah sebagai mobil yang cepat rusak, sering ngadat, nyusahin, ngga
ramah lingkungan, atau mobil yang sangat efisien, keluaran terbaik dari
perusahaannya, dan bisa bikin orang lain bisa bernafas sedikit lebih lega
karena keberadaannya.
Ilustrasi
hidup gue keren juga ya? HEHEHE. Pilihlah sesuai iman kalian masing-masing,
nak. Tugas gue sebagai pembuat teori labil hanya untuk membantu kalian
berpikir. Semoga ngga bermanfaat ya, guys. #SalamKwekKwek
–red
Tidak ada komentar:
Posting Komentar