Minggu, 07 Desember 2014

Ilustrasi Hidup

Pembaca-pembaca gue yang unyu…
Maafkan gue kalo kali ini gue akan sok filosofis. Gue sebenernya lagi sibuk banget – sibuk mikirin kamu #hoek. Tapi gue tetep nyediain waktu buat kalian kok. #HOEEEKKKKH.
Ngomong-ngomong, kali ini Gue mau berfilosofi ria mengenai hidup manusia secara general yang datang dari pemikiran gue yang dangkal bingits dikali dua. Izinkan gue memberikan pemisalan terhadap hidup kita yang fana ini.
Dengan asumsi bahwa kalian semua udah lama membaca teori-teori geblek gue, sok atuh kita mulai.
Kalo bisa gue ibaratkan hidup manusia dengan apapun, hidup kita itu ibarat mobil…
Yang begitu keluar baru bisa banyak banget peminatnya karena fitur-fiturnya yang makin lengkap, makin canggih, dan yang paling penting: BARU. Tapi semakin lama, kita sebagai manusia ujung-ujungnya bernasib sama dengan mobil-mobil itu: makin tua, onderdil kita makin bawel; ada lecet-lecet goresan dari tiap halang rintangan yang kita lalui; ngga puas sama bodi sendiri yang berujung dimodifikasi sana-sini – yang, akhirnya, sih, bakalan karatan juga.
Sebagai sebuah mobil, kita bisa memilih orang-orang mana yang ingin kita berikan tumpangan sepanjang perjalanan kita. Kita kemudian akan bisa belajar dari mereka: baik dalam hal mode, perasaan, maupun sudut pandang serta pengalaman hidup mereka. Kalo pada akhirnya kita menaikkan penumpang yang salah-pun, mereka nanti akan merasa ngga nyaman sendiri dan turun dari mobil kita. Tapi ya gitu lah; kita ngga boleh nahan seseorang untuk terus duduk dimobil kita. Ada satu titik dimana kita akan harus membiarkan orang yang kita inginkan ini turun dari mobil kita dan berganti penumpang.
Kita juga mempunyai kebebasan untuk memilih cara pandang kita mengenai cuaca diluar yang berada diluar kendali kita. Kita memiliki kendali untuk bersikap positif maupun negatif jika tiba-tiba hari berubah panas terik, hujan deras, hujan angin, maupun hanya angin-anginan doang. Apapun yang terjadi, kita ngga bisa membiarkan emosi kita hancur cuman gara-gara cuaca yang sekarang menjadi semakin labil.
Lagi, kita boleh membuka kaca mobil kita selebar apapun yang kita inginkan untuk bisa mendengarkan makiain, pujian, ataupun renungan pikiran mereka yang ada diluar mobil kita dengan resiko yang setara dengan goresan tambahan jika kita tidak berhati-hati.
Kita juga bisa pergi kemanapun sesuai dengan selera pengendara kita. Namun jika kita sudah terparkir disuatu tempat dan kita betah, jangan sampe kita mandek disitu terlalu lama sampai terlelap dan melupakan fungsi utama kita untuk selalu bergerak. Kalo kita ngga pindah, gimana kita mau belajar dan menjadi mobil yang “worth it” untuk dimiliki kalo kita ngga mau maksain pindah dari zona nyaman itu?
Musik yang kita puter didalem juga ngga kalah menentukan – karna musik menggambarkan bagaimana kita menanggapi masalah yang terjadi dalam diri kita sendiri. Biasanya lagu menjadi representasi jiwa pengendaranya. Walaupun bener juga sih kalo kita bilang bahwa kita bisa memilih lagu apa yang mau kita putar ketika ada penumpang yang sedang kebetulan ikut; tapi toh pada akhirnya akan ketahuan juga.
Kita sebagai mobil juga pasti dilengkapi dengan kaca spion ditengah, kanan, dan juga kiri. Kaca spion sangat berguna jika kita tidak terlalu lama menatapnya dan menyesali perjalanan dibelakang yang mengakibatkan begitu banyak luka. Lagipula, kaca spion berada disana hanya kecil saja agar kita tidak terlalu lama terjebak didalamnya dan sadar bahwa kita masih memiliki rintangan kedepan yang harus kita hadapi dengan berani.
Dan menurut gue, inilah hal yang paling esensial sebagai mobil untuk kita pikirkan dan pilih; yakni dalam pengisian bahan bakar. Mau bensin premium yang subsidi atau pertamax yang agak mahal? Bensin disini bukan semata berarti makanan jasmani doang ya, tapi juga ilmu yang kita masukin ke otak kita. Pertamax, walaupun lebih mahal memberikan kesegaran yang afdol banget buat mesin mobil karna ngga ngerusak mesin – jadinya bisa lebih jangka panjang dipakenya.
Intinya, kita punya segala kebebasan itu tentang bagaimana diri kita ingin diingat dunia: apakah sebagai mobil yang cepat rusak, sering ngadat, nyusahin, ngga ramah lingkungan, atau mobil yang sangat efisien, keluaran terbaik dari perusahaannya, dan bisa bikin orang lain bisa bernafas sedikit lebih lega karena keberadaannya.
Ilustrasi hidup gue keren juga ya? HEHEHE. Pilihlah sesuai iman kalian masing-masing, nak. Tugas gue sebagai pembuat teori labil hanya untuk membantu kalian berpikir. Semoga ngga bermanfaat ya, guys. #SalamKwekKwek –red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar