Cinta
Segi Ketek
-The Untold
Story-
Apa sih Cinta Segi Ketek? Emang ada yang namanya cinta segi
ketek? Kalo ada, emang cinta segi ketek itu nyata? Apa bukti keberadaannya di
dunia ini?
Nama gue
Selin, tapi temen-temen gue yang jomblo lebih mengenal gue sebagai Joselin
Mariska, SJJ. Istilah SJJ adalah istilah baru saat seseorang lulus S4 dari
jurusan Jomblo, sehingga SJJ adalah singkatan dari Sarjana Jomblo (iya, miris
banget emang). Ini adalah Cinta Segi Ketek, sebuah anomali baru dibawah naungan
teori besar cinta segitiga.
Semua ini
berawal dari obrolan penuh pasrah antara gue dan sahabat jomblo gue Vicky Adelin
mengenai cinta segitiga. Temen gue sendiri si Vicky juga udah punya gelar
jomblo, tapi jomblo tingkat akut alias Vicky Adelin, Memar. MeMar adalah singkatan
dari orang-orang yang berhasil lulus dari jurusan Magister Permartabakan. Kita
berdua emang suka mendadak ngobrolin hal yang jauh kedepan.
Sore itu didepan twitter, gue sama Vicky lagi ngobrol
tentang sesuatu dan menyinggung soal gebetan dan ketek. Gue kira ini bakal jadi
perbincangan yang biasa aja, tapi ternyata perbincangan ini malah memberikan
gue sebuah tekad untuk membuktikan pada dunia bahwa: Cinta Segi Ketek itu nyata.
“emang ada
ya cinta segi ketek, Sel?” tanya Vicky dengan antusias.
“Ya ada,
orang barusan gue sebutin kok.” Jawab gue dengan PeDe.
“kalo
misalnya cinta segi ketek itu beneran ada, kita-kira dia kayak apa ya?”
“hah? Dia
apaan? Ketek? Kan keteknya benda mati.”
“ya, siapa
tau ketek itu sebenernya bukan cuman benda mati yang berfungsi ketika kita
hidup daong. Gimana kalo ketek itu sebenernya seseorang, yang kalo kehadirannya
nyata didekat kita akan sangat membuat kita menjadi diri kita apa adanya....”
Gue membisu,
memikirkan penjelasan Vicky yang penuh makna itu. Tiba-tiba gue kepikir
berdasarkan apa yang Vicky omongin itu: kenapa orang-orang diluar sana ngga
mengakui bahwa Cinta Segi Ketek itu sebenernya bisa terjadi kepada diri mereka
sendiri? Kenapa ibarat ketek itu muncul begitu aja ketika kita lagi ngobrol
soal masa depan atau apapun itu, bukan pada saat yang lain?
Siapa tahu,
sosok ketek tersebut sebenarnya adalah sosok yang selama ini udah kita kenal
secara batin. Ngga ada yang bisa menutup kemungkinan yang ada.
Ketek; sebuah elemen tubuh yang tidak pernah asing bagi
manusia karena semua manusia pernah –atau setidaknya masih memiliki ketek serta
sari-sarinya (baca: bulu ketek). Gue sendiri ngga pernah tau esensi ketek sejak
hari dimana gue mengambil keputusan untuk masuk dan duduk dibangku kelas ketek
mengketek tapi entah kenapa, cuman ada satu pertanyaan yang selalu melekat
dipikiran ini mengenai cinta segi ketek: ada cerita apa yang tidak pernah kita
ketahui tentang ketek?
Untuk saat ini, anggaplah ketek seorang anonimus yang
sedang menunggu untuk dipertemukan takdir dengan kami para jomblo (iya, karna
kita jomblo sih, mblo). Parasnya mungkin bukanlah paras terbaik yang pernah
kita lihat; namun kepribadiannya adalah kepribadian yang tulus dan
menyenangkan.
Ketika ia
berjalan di lorong toko buku itu, tidak ada yang pernah bisa menebak apa yang
telah ia lalui dalam kehidupannya – bahkan tidak sahabat terdekatnya. Kisahnya
yang hanya ia sendiri yang tahu, ketika masa gelap itu datang dan
mempersiapkannya untuk sebuah masa keemasan hidupnya.
Sembari membolak-balik isi sebuah majalah interior
beberapa waktu kemudian, ketek terdiam dan memperhatikan setiap detil yang ada
pada gambar majalah tersebut. Entah mengapa, hal tersebut begitu menarik
baginya. Ia tidak ingin beranjak dari halaman yang ia lihat begitu dekat dengan
isi bangunan tempat tinggalnya cita-citanya di sebuah masa hidupnya kelak,
namun waktu memaksakan perpindahannya.
Sosok misterius ini; yang secara tidak kita sadari selalu
ada tepat dibawah lengan kita menimbulkan rasa kehilangan yang begitu besar dan
melekat jika dirinya tidak ditemukan pada tempat semestinya. Ketika ia hanya
menghilang begitu saja, dunia terasa begitu sepi dan kosong. Sebuah titik kecil
di toko buku tersebut hilang, tidak ada disana. Bagaimana jika buku yang ia
baca sebenarnya menggambarkan pasangan idaman dirinya yang selama ini ia cari?
Apa yang akan ia lakukan ketika ia menemukannya?
Entah kenapa sosok itu seperti bayangan yang memberikan
gue sebuah kenangan manis setiap kali gue memikirkan dirinya. Gue mulai ragu
pada diri gue apakah ia benar-benar ada diluar sana. Gue berusaha untuk menepis
pemikiran bahwa ia hanya bersifat nyata; tetapi hati gue berkata bahwa
sesungguhnya ia ada berada sejauh yang mata gue bisa melihat.
Kemudian Cinta Segi Ketek menyisakan misteri pada
pemikiran gue, bagaimanakah sebenarnya cinta ini bisa menemukan cinta sejatinya
–red
-Akhir
bagian pertama-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar