Kamis, 08 Maret 2012

Laugh As Much: In Memorandum

            This day is something I would remember all my life: Kamis 1 Maret 2012. Hari ini kelas 9Paul lumayan kalem karena Stella & Christie ga masuk tapi rusuh juga semenjak tembok penyekat kelas kita dengan kelas Moses bolong sebagian; udah bukan sedikit lagi (dibelakang deket tempat duduk David). Gitar milik sekolah yang awalnya masih mulus dengan 3 senar juga hari ini berubah wujud menjadi Japanese Chicken Sunder Bolong wannabe asli  Indonesia versi 9Paul dengan sisa 1 senar didepannya. Kasian banget nasip tuh gitar; ditendang, nyangga pintu, jatoh terus, & dengan 1 kata, dizolimi. So let me tell you all about what happened today… (cerita ini semacem flashback gitu. Buat yang udah lupa, baca aja ya).
Cerita berawal dari sebuah pagi di hari Kamis, pagi Kamis pertama di awal bulan Maret. Pagi ini, gue nyampe sekolah sekitar 15 menit sebelom bel & perjuangan pertama gue langsung dimulai dengan naik tangga ke lantai 5, tempat dimana kelas gue berada. Pagi kita semua disambut hujan gerimis yang membuat beberapa anak 9Paul menggunakan jaket ke sekolah (dan ada beberapa yang bawa juga). Pagi yang cocok untuk galau dan berngantuk-ngantuk ria ini dilewati oleh murid 9Paul dengan penuh perjuangan. Ngerjain ulangan reading dari Ms. Meredith di pelajaran pertama, di lanjutkan dengan Try-Out ulang IPA di pelajaran kedua & pidato Bahasa Indonesia di pelajaran ketiga.
Pidato yang paling mengesankan menurut gue adalah pidato milik Crissy yang mengawali masuknya sistim peradaban mengangkat jempol sambil tersenyum, mengangguk & mengatakan ‘BAGUS! BAGUS!’ ke dalam kelas 9 Paul & secara instan semua akan tertawa lebar (pelopor: Stevan). Dilanjutkan dengan pidato milik Winson, yang mengaku sepatu Nike miliknya itu keren. Gara-gara 3x cengengesan sendiri didepan tanpa sebab yang jelas dan dengan permulaan yang emang udah susah, akhirnya nilai sikapnya diturunin setengah sama Ibu Elizabeth & mengakhiri pidatonya dengan ketawa lagi. Ada juga pidato Stevan mengenai “Pacaran yang Sehat” yang selalu berhasil membuat Winson pergi ketoilet dan sengaja di lama-lamain berhubung Stevan mau memperbaikin nilai pidatonya yang kemaren itu. Jadi deh tersangka Winson kena getahnya terus. Terakhir, yang menurut gue berkesan itu pidatonya Ian tentang “Buah #1”. Sanking #1-nya, buah apel yang baru dicuci-pun dimakan beserta dengan bijinya. Kalo kata Ibu Eliz, tidak sesuai harapan (karena emang pada dasarnya uda salah ngasi judul).
Hari yang cukup suram karena seluruh kelas kedinginan di pelajaran kedua dan ketiga ini dilanjutkan dengan kelas pendalaman materi setelah makan siang. Semua lagi-lagi disibukkan dengan latihan soal dari sang guru yang mengatakan bahwa nilai latihan soal kami ini akan masuk ke rapor untuk menutupi nilai-nilai kami yang kurang bagus. Beberapa anak cowok yang nilainya dibawah 85 harus push-up dan kalo ga salah tadi ada 4 orang yang menjalani “hukuman” push-up 20x yaitu Jourdi, David, Adrian & William.
Akhirnya, jam yang menunjukkan pukul 3-pun berbunyi. Kita semua bersiap pulang. Pulang kali inilah yang berbeda. Ga biasanya 80% dari kita turun dari lantai 5 ke lantai 4 bareng. Sebelom turun, beberapa orang sempet ngerjain Novi dan tas tentengannya, dan Kevin yang lari duluan dikejar Novi karena Kevin “kabur” dengan tas tentengnya Novi itu. Dibelakang mereka berdua diikuti oleh rombongan; Livia, Michelle, gue, Chika, Regi, Nico, Edric, Ian, Adrian, William (kalo ada lagi yang ikut maaf banget gue lupa x_x).
Gue yang pada saat itu jalan didepannya Ian yang lagi jalan berdampingan sama William ngeledekin Novi dengan suaranya yang dibuat-buat dan ketinggian badannya yang dipendek-pendeksin sampe pas mau turun tangga dan langsung dipukul sama Chika (soalnya ya yang namanya temen sendiri gimana sih namanya) & ada beberapa yang ketawa-ketawa dengernya. Pas uda mau belok menuruni setengah tangga lagi, Ian secara mendadak keserimpet dan jatoh sambil ngomong “Eh Jatoh!” dengan santainya. Gue kira dia boongan jatoh (soalnya dari nada ngomongnya nyantai banget) sampe akhirnya gue sadar itu bukan boongan waktu semua temen-temen lain di belakangnya ngakak kenceng banget. Gue sendiri ketawa didepan solanya pas Ian jatoh gue lagi nengok ngeliat dia. Ketawa masih berlanjut sampai di lantai 4 dan beberapa langsung pisah-pisah dari rombongan karena ada keperluan lain sambil membahas kejadian barusan. Novi yang kebetulan berada deket gue pas itu ngomong: “William kalo udah ketawa pasti mukanya merah gitu deh.” (ciee Novi :P) Terus Ian sendiri juga ngomong: “Wah karma nih gue ngeledek Novi. Gue jadi jatoh”. Nge-denger pengakuan lugu Ian, gue ngakak lagi.
Pas mau turun ke lantai 1, beberapa cowo jalan duluan didepan & gue, Chika, Michelle, Regi jalan dibelakang mereka. Mereka ngeledekin kita lagi dengan nanya “Besok kita pulang jam berapa ya?” Karena yang cewe-cewe akan ada cooking class sampe jam setengah 4 sore (resee). Hari gue di awal Maret tahun ini berbeda karena kejadian ketawa massal yang langka banget seperti ini pas pulang sekolah. Canda tawa kayak gini-lah yang pada akhirnya akan kita kangenin kalo uda pisah & masuk SMA nantinya. Akhir daripada sore yang sedikit kelabu ini, berpisahlah kita semua satu dengan yang lain hingga bertemu esok harinya.
9Paul is always the best !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar