Sabtu, 05 Juli 2014

Jomblo: It’s Me VS. The Single Lads



Yak saudara-saudara sejomblo setanah air dimanapun anda berada, inilah momen yang telah kalian tunggu-tunggu, tulisan terbaru gue yang paling dinanti-nantikan oleh semua kaum berstatus maupun tidak berstatus yakni “JOMBLO: It’s me VS. The Single Lads”!!! (kok hening?)
Mungkin kalian selama ini bertanya, ‘kak apa bedanya sih single sama jomblo? Kan sama-sama sendiriaan... #cedih’. Atau kalian juga mungkin menyimpan pertanyaan dalam hati, gimana cara bedain jomblo sama single... Ato mungkin lebih tragis lagi kalian akan bertanya, apakah karna gue (sebagai penulis) jomblo kelamaan jadi gue udah ngga selucu dulu lagi?? Okeh cukup ya saudara-saudara mencelanya. Kini pertanyaan kalian akan gue jawab secara serius. Kangen kan sama gue? Udah deh, ngaku aja #maksa
Let’s dive in to our questions.
1.      Apa bedanya sih, jomblo sama single?
Setelah survey ya teman-teman ya, jomblo sama single itu sama. Yang membedakan hanyalah persepsi orang yang ngomong. Kalo buat gue sih asikan jomblo karna memberi kesan lebih “kuat” aja (baca: kalo single terlalu elegan deh kayaknya buat gue {baca: single itu terlalu ngasih kesan fragile gimana gitu dech}) dalam menjalani kehidupan sendirian menerjang hujan badai dan rintangan #EAK #wets #jeduar
2.      Sebelumnya, jomblo itu apa sih?
Jomblo itu, masbro, adalah keadaan yang maksiat sekali karena kalian akan selalu diejek gara-gara malem mingguan – eh sabtu maleman maksud gue – sendirian terus dipojok teras rumah #EhKokGueJadiCurhatGini. Secara ilmiah, JOMBLO means you are not in a relationship. Not because you cannot, but because you don’t want to be in one. Ato bisa jadi juga gara-gara ngga laku, sih. Tapi itu kasus langka buat para jomblo
3.      Kalo single? Itu apaan?
Single, as in the Indonesian translation is, berarti lu sendirian. Which also means lu sendirian mulu kemana-mana alias juga ANSOS. Jadi selain kalian rapuh seperti yang gue bilang di awal, kaum single itu juga ternyata ansos. Coba aja liat deh teman-teman disekeliling kalian yang ngakunya ‘Single’. Pasti ansos kan??
4.      Teknik bertahan hidup untuk jomblo sama single sama ngga?
Secara overall, teknik bertahan hidup kita sebagai kaum jomblo maupun single sama. Yang membedakan hanyalah tarian musim kawin dan tarian kesedihan kita. Jomblo, seperti yang banyak dari kalian sudah ketahui, akan meratap sampai lebaran monyet dateng supaya cepet dapet jodoh sementara single akan makan eskrim single scoop sendirian mojok sankingan ansos, seperti namanya (oke ini sih jayus Glo. Oke lanjut). Dan as in tarian musim kawinnya, jomblo akan nari ditengah lapangan bola bareng-bareng pas world cup. Jadi instead of nonton bola, akan ada satu malam khusus untuk kaum jomblo ini nari ditengah lapangan di Brazil. Beneran deh. Liat aja nanti. Kalo single, tarian musim kawin mereka jatohnya akan jadi kayak lagi lomba nari tango disebuah ruangan mahal: nari dulu sampe engap baru nyatain cinta. Keburu capek duluan, kan? Udah gitu ruangannya isinya cuman mereka berdua lagi #sepi
5.      Siapa kaum yang lebih bertanggung jawab atas banyaknya kasus PHP terhadap lawan jenis? Jomblo ato Single?
Untuk pertanyaan yang satu ini, sob, itu adalah urusan diluar jomblo dan single. Mari gue kasih tau. Didunia ini ada 3 macam kelompok manusia: yang udah jadian tapi ngakunya belom nemu jodoh, jomblo, dan single. Jomblo dan single udah ngga mungkin masuk urutan Pelaksana Tindak PHP atau yang lebih dikenal sebagai PTPHP. Jadi udah ketawan siapa, kan? Yak betul sekali. Merekalah yang bertanggung jawab atas semua hal ini karena mereka ngga ngaku mereka udah punya pacar. Gue turut berduka.
Okelah kalo begitu! Sampe disini dulu aja deh ya sesi tanya jawab tentang bedanya jomblo dan single. Semoga kalian berada pada pihak aliansi yang benar dan sesuai dengan hati kalian masing-masing. Sampai bertemu dikesempatan lainnya dan SALAM JOMBLO #X –red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar